Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Peran Laboratorium Virologi dalam Penanganan Wabah COVID-19

Peran Laboratorium Virologi dalam Penanganan Wabah COVID-19

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Ada beragam dugaan yang bertebaran tentang asal-usul coronavirus penyebab wabah COVID-19. Salah satunya berasal dari tulisan yang diterbitkan oleh seorang peneliti dari Huazhong University of Science and Technology, Tiongkok, awal Februari lalu. Menurut sang penulis, coronavirus kemungkinan berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.

Sejumlah peneliti sempat menduga bahwa 2019-nCoV dibawa oleh ular dan kelelawar, sebelum akhirnya meyakini virus ini berasal dari trenggiling yang dijual di pasar hewan liar. Lalu, apakah artikel tersebut mematahkan dugaan bahwa coronavirus berasal dari hewan liar? Apa peran laboratorium virus dalam penyebaran wabah coronavirus?

Awal dugaan coronavirus berasal dari kebocoran laboratorium

wabah coronavirus

Awal Februari lalu, dua orang peneliti bernama Botao Xiao dan Lei Xiao menerbitkan artikel tentang asal-usul coronavirus yang kini bernama resmi SARS-CoV-2. Artikel tersebut dibuat berdasarkan hasil temuan beberapa penelitian sebelumnya.

Salah satu penelitian dalam jurnal Nature awalnya menyebutkan bahwa SARS-CoV-2 memiliki 89-96% kemiripan dengan Bat CoV ZC45. Ini adalah coronavirus yang secara alamiah ditemukan pada kelelawar tapal kuda (Rhinolophus affinis).

Namun, mereka tidak yakin bahwa kelelawar tapal kudalah yang membawa coronavirus di Wuhan. Pasalnya, kelelawar tersebut lebih umum ditemukan di provinsi Yunnan dan Zhejiang, sekitar 900 kilometer jauhnya dari Pasar Huanan yang diduga menjadi tempat awal munculnya SARS-CoV-2

Mereka lantas menyisir area tersebut dan menemukan dua laboratorium yang meneliti coronavirus penyebab COVID-19. Keduanya masing-masing adalah milik Wuhan Center for Disease Control and Prevention (WHCDC) serta Wuhan Institute of Virology.

Botao dan Lei meyakini bahwa coronavirus yang saat ini mewabah di 30 negara berasal dari buangan kedua laboratorium tersebut. Kendati demikian, klaim terkait kebocoran laboratorium ini belum dapat dipastikan.

Mereka juga menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperoleh bukti yang kuat. Tidak lama setelah beredar, artikel yang mereka tulis pun sudah tidak bisa ditemukan.

Fungsi laboratorium dalam penanganan coronavirus

pemeriksaan laboratorium demam berdarah

Sebelum mengulik fungsi laboratorium virus, Anda perlu mengenal terlebih dulu istilah virologi. Virologi adalah cabang ilmu yang mempelajari virus dan organisme sejenisnya yang mirip dengan virus. Laboratorium yang dirancang untuk mempelajari virus disebut laboratorium virologi.

Virus selalu dianggap sebagai agen pembawa penyakit yang harus dikendalikan atau dimusnahkan. Wajar bila demikian, mengingat ada banyak penyakit akibat infeksi virus. Sebut saja influenza, AIDS, disentri, dan lain-lain.

Namun, virus juga mempunyai properti berupa kode genetik yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Pada wabah coronavirus tahun ini misalnya, adanya laboratorium virologi memungkinkan para peneliti untuk mengenali dan mempelajari virus tersebut.

Laboratorium virologi bahkan tidak hanya digunakan untuk mengenali coronavirus. Fasilitas ini turut membantu peneliti dalam mempelajari penggolongan, sifat pembawa penyakit, genetika, dan cara memproduksi replika virus yang tengah diteliti.

Berikut beberapa peran laboratorium dalam penanganan virus:

1. Pembuatan vaksin

Begitu kasus infeksi virus muncul, peneliti akan mengumpulkan sampel virus penyebab penyakit untuk dipelajari. Mereka lalu menempatkan virus dalam kondisi khusus agar virus dapat berkembang di laboratorium. Cara ini akan menghasilkan replika virus.

Dengan membuat replika virus, peneliti bisa mempelajari kode genetik yang menyusun antigennya. Antigen adalah protein khusus yang dapat merangsang respons sistem imun. Antigen dan kode genetik virus diperlukan sebagai dasar untuk membuat vaksin.

Peneliti di berbagai belahan dunia kini tengah mengembangkan vaksin coronavirus, dan mereka memerlukan laboratorium virologi untuk membuatnya. Menurut World Health Organization (WHO), vaksin mungkin baru akan tersedia 18 bulan dari sekarang.

Kendati terbilang lama, beberapa peneliti kini telah berhasil menumbuhkan coronavirus penyebab COVID-19 di laboratorium. Ini adalah langkah besar yang akan membantu peneliti dalam membuat vaksin. Tidak menutup kemungkinan, vaksin mungkin saja akan tersedia lebih awal.

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

2. Terapi gen

Terapi gen adalah metode pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh kesalahan genetik. Melalui terapi ini, dokter akan menyuntikkan gen normal ke dalam sel tubuh pasien guna memperbaiki gen yang hilang atau bermutasi.

Gen yang disuntikkan secara langsung ke dalam sel-sel tubuh tidak dapat langsung berfungsi. Dokter memerlukan sebuah vektor, yakni pembawa yang sudah dirancang khusus agar bisa membawa dan mengirimkan gen ke dalam sel.

Salah satu vektor yang digunakan pada terapi gen adalah virus. Virus dapat disuntikkan langsung atau dimasukkan ke tubuh melalui infus. Dokter juga bisa mengambil sampel sel tubuh pasien, mengenalkannya dengan virus vektor, lalu memasukannya kembali ke tubuh pasien.

mencegah tertular coronavirus

3. Mendiagnosis penyakit

Keberadaan laboratorium penting dalam penanganan coronavirus penyebab COVID-19, sebab tenaga kesehatan memerlukan fasilitas ini untuk mendiagnosis infeksi coronavirus. Tanpa diagnosis yang akurat, penanganan terhadap pasien juga tidak akan tepat.

Jika ada seseorang yang diduga terinfeksi coronavirus, tenaga medis yang bertugas wajib mengambil sampel cairan tubuh pasien untuk diteliti di laboratorium. Para peneliti di laboratorium kemudian akan melakukan beberapa tes guna memastikan jenis virus.

Kabar mengenai bocornya coronavirus dari laboratorium di Wuhan hingga kini masih berstatus dugaan. Hingga terdapat penelitian terbaru yang lebih menjanjikan, langkah terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah melakukan upaya pencegahan dan berhenti mengonsumsi hewan liar.

Tidak perlu panik, cukup biasakan mencuci tangan secara rutin dan gunakan masker saat bepergian. Jagalah sistem kekebalan tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan untuk sementara, batasi kontak dekat dengan orang yang sakit.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Xiao B. and Xiao, L. (2020). The possible origins of 2019-nCoV coronavirus

Here’s Why It’s Taking So Long to Develop a Vaccine For The New Coronavirus. (2020). Retrieved 19 February 2020, from https://www.sciencealert.com/who-says-a-coronavirus-vaccine-is-18-months-away 

Is it possible to engineer viruses to perform specific tasks within a human host–that is, to create viruses that are beneficial rather than detrimental to human health? (2020). Retrieved 19 February 2020, from https://www.scientificamerican.com/article/is-it-possible-to-enginee/ 

What is Virology? (2020). Retrieved 19 February 2020, from https://www.news-medical.net/health/What-is-Virology.aspx 

Zhou  P, Yang  X-L, Wang  X-G, et al. (2020). A  pneumonia  outbreak associated  with a new coronavirus of probable bat origin. Nature. https://doi.org/10.1038/s41586-020-2012-7

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro