Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Selama pandemi COVID-19 banyak hal berubah. Salah satunya perihal bertemu atau berkontak dengan orang lain yang harus dihindari untuk menerapkan physical distancing. Pembatasan fisik di tengah pandemi ini juga berpengaruh pada sesi terapi dan konseling dengan psikolog dan ahli kesehatan jiwa lainnya.

Ada beberapa hal yang berubah, dari penerapan jarak, waktu temu, sampai pergantian sesi konseling secara online.

Konseling ke psikolog atau psikiater selama masa pandemi

psikolog dan psikiater konseling pandemi

Wabah COVID-19 memberikan tekanan psikologi dan membuat banyak orang membutuhkan bantuan profesional, jadi para psikolog harus mencari cara agar tetap bisa memberikan layanan dengan aman. 

Pada masa pandemi COVID-19, beberapa layanan kesehatan jiwa di sekitar Anda mungkin menyesuaikan dengan kondisi. Ada yang tutup untuk sementara waktu, ada yang mengubah jadwal praktik, ada juga yang menggantinya dengan konseling online. 

Hal ini dilakukan demi memutus rantai penularan COVID-19, baik itu pada penyedia layanan ataupun pada pasien.

Untuk tetap bisa memberikan layanan dengan aman, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menuliskan Panduan Layanan Masa Tanggap Darurat COVID-19. 

“Pemberi layanan psikologi disarankan menggunakan bentuk-bentuk layanan minimum kontak sebagai prioritas utama, baik dalam asesmen maupun intervensi,” tulis HIMPSI dalam lembar panduannya. 

Panduan konseling dengan psikolog pada masa pandemi COVID-19 tersebut membagi layanan ke dalam tiga kategori. Yakni untuk pasien PDP/ODP/positif COVID-19, klien rutin atau terjadwal, dan klien baru. Berikut pertimbangannya.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

1. Layanan konseling untuk PDP/ODP/pasien COVID-19

Layanan psikologis untuk pasien terdampak COVID-19 dilakukan dengan menghindari kontak langsung. Psikolog sebisa mungkin melakukan sesi konseling menggunakan teknologi informasi, baik itu video call, telepon, atau pesan singkat. 

“Setiap media komunikasi yang dipilih memiliki risiko dan konsekuensi yang harus dipertimbangkan oleh pemberi layanan psikologi. Pemberi layanan Psikologi menyiapkan tempat bebas dari gangguan suara atau gangguan lain sehingga kerahasiaan klien terjaga,” terang HIMPSI.

Jika terpaksa harus dilakukan dengan tatap muka, pemberi layanan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) dan melakukan standar kebersihan yang diberlakukan rumah sakit. Tak lupa juga untuk mempersiapkan tempat sampah khusus untuk membuang tisu bekas pasien.

2. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal

Untuk klien rutin atau terjadwal, sesi terapi harus diteruskan karena tidak mungkin untuk menghentikannya setengah jalan. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal tetap bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan pada masa pandemi ini. 

Jika memungkinkan, pilihan pertama adalah melakukan konseling jarak jauh menggunakan sambungan online seperti video call. Konseling psikologi dengan bertatap muka pada masa pandemi hanya dilakukan jika klien tidak memungkinkan untuk melakukan terapi jarak jauh.

Tatap muka dilakukan dengan beberapa syarat, seperti penjadwalan teratur supaya tidak ada penumpukan di ruang tunggu, tetap menjaga jarak, dan mengedukasi klien tentang pencegahan penularan COVID-19.

new normal covid-19

3. Layanan konseling untuk klien baru

Psikolog atau pemberi layanan konseling kesehatan jiwa disarankan untuk tidak menawarkan layanan pada klien baru yang tidak terkait dengan situasi pandemi COVID-19.

Layanan terapi selain untuk kasus terkait situasi COVID-19 bisa diberikan pada klien baru jika ia mengalami masalah atau situasi gawat darurat psikologis yang tidak dapat diatasinya sendiri.

Konseling psikolog dan psikiater gratis selama pandemi

KONSULTASI psikiater dokter online

Layanan konseling psikolog dan psikiater di rumah sakit mayoritas tetap beroperasi dengan normal selama pandemi. Hanya saja, jam operasionalnya mungkin menyesuaikan kondisi dan prioritas layanan diperuntukkan untuk pasien tertentu. Prosedur keamanan juga dilakukan sesuai dengan aturan yang diterapkan masing-masing rumah sakit.

Jika membutuhkan layanan konseling psikolog atau psikiater pada masa pandemi ini, Anda bisa mencoba layanan online gratis yang disediakan beberapa organisasi. 

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) membuka pendampingan psikososial gratis untuk siapa pun yang terdampak COVID-19. Prosedur pendaftaran layanan ini bisa dilihat di akun instagram @pdskji_indonesia.

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ada juga layanan konseling online gratis untuk terdampak COVID-19 yang disediakan oleh HIMPSI. Prosedur pendaftaran bisa dilihat di situs web resmi HIMPSI. 

Selain itu, ada beberapa organisasi lain yang memberikan layanan konseling psikolog dan kesehatan jiwa lainnya secara gratis pada masa pandemi ini yang bisa dicari melalui internet dan situs web resmi masing-masing organisasi. Di antaranya adalah untuk serangan cemas, pencegahan bunuh diri, pengaduan kekerasan dalam rumah tangga selama COVID-19, dan psikologi anak.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik. Bagaimana pelaksanaannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit