Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Selama pandemi COVID-19 banyak hal berubah. Salah satunya perihal bertemu atau berkontak dengan orang lain yang harus dihindari untuk menerapkan physical distancing. Pembatasan fisik di tengah pandemi ini juga berpengaruh pada sesi terapi dan konseling dengan psikolog dan ahli kesehatan jiwa lainnya.

Ada beberapa hal yang berubah, dari penerapan jarak, waktu temu, sampai pergantian sesi konseling secara online.

Konseling ke psikolog atau psikiater selama masa pandemi

psikolog dan psikiater konseling pandemi

Wabah COVID-19 memberikan tekanan psikologi dan membuat banyak orang membutuhkan bantuan profesional, jadi para psikolog harus mencari cara agar tetap bisa memberikan layanan dengan aman.

Pada masa pandemi COVID-19, beberapa layanan kesehatan jiwa di sekitar Anda mungkin menyesuaikan dengan kondisi. Ada yang tutup untuk sementara waktu, ada yang mengubah jadwal praktik, ada juga yang menggantinya dengan konseling online.

Hal ini dilakukan demi memutus rantai penularan COVID-19, baik itu pada penyedia layanan ataupun pada pasien.

Untuk tetap bisa memberikan layanan dengan aman, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menuliskan Panduan Layanan Masa Tanggap Darurat COVID-19.

“Pemberi layanan psikologi disarankan menggunakan bentuk-bentuk layanan minimum kontak sebagai prioritas utama, baik dalam asesmen maupun intervensi,” tulis HIMPSI dalam lembar panduannya.

Panduan konseling dengan psikolog pada masa pandemi COVID-19 tersebut membagi layanan ke dalam tiga kategori. Yakni untuk pasien PDP/ODP/positif COVID-19, klien rutin atau terjadwal, dan klien baru. Berikut pertimbangannya.

1. Layanan konseling untuk PDP/ODP/pasien COVID-19

Layanan psikologis untuk pasien terdampak COVID-19 dilakukan dengan menghindari kontak langsung. Psikolog sebisa mungkin melakukan sesi konseling menggunakan teknologi informasi, baik itu video call, telepon, atau pesan singkat.

“Setiap media komunikasi yang dipilih memiliki risiko dan konsekuensi yang harus dipertimbangkan oleh pemberi layanan psikologi. Pemberi layanan Psikologi menyiapkan tempat bebas dari gangguan suara atau gangguan lain sehingga kerahasiaan klien terjaga,” terang HIMPSI.

Jika terpaksa harus dilakukan dengan tatap muka, pemberi layanan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) dan melakukan standar kebersihan yang diberlakukan rumah sakit. Tak lupa juga untuk mempersiapkan tempat sampah khusus untuk membuang tisu bekas pasien.

2. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal

Untuk klien rutin atau terjadwal, sesi terapi harus diteruskan karena tidak mungkin untuk menghentikannya setengah jalan. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal tetap bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan pada masa pandemi ini.

Jika memungkinkan, pilihan pertama adalah melakukan konseling jarak jauh menggunakan sambungan online seperti video call. Konseling psikologi dengan bertatap muka pada masa pandemi hanya dilakukan jika klien tidak memungkinkan untuk melakukan terapi jarak jauh.

Tatap muka dilakukan dengan beberapa syarat, seperti penjadwalan teratur supaya tidak ada penumpukan di ruang tunggu, tetap menjaga jarak, dan mengedukasi klien tentang pencegahan penularan COVID-19.

new normal covid-19

3. Layanan konseling untuk klien baru

Psikolog atau pemberi layanan konseling kesehatan jiwa disarankan untuk tidak menawarkan layanan pada klien baru yang tidak terkait dengan situasi pandemi COVID-19.

Layanan terapi selain untuk kasus terkait situasi COVID-19 bisa diberikan pada klien baru jika ia mengalami masalah atau situasi gawat darurat psikologis yang tidak dapat diatasinya sendiri.

Konseling psikolog dan psikiater gratis selama pandemi

KONSULTASI psikiater dokter online

Layanan konseling psikolog dan psikiater di rumah sakit mayoritas tetap beroperasi dengan normal selama pandemi. Hanya saja, jam operasionalnya mungkin menyesuaikan kondisi dan prioritas layanan diperuntukkan untuk pasien tertentu. Prosedur keamanan juga dilakukan sesuai dengan aturan yang diterapkan masing-masing rumah sakit.

Jika membutuhkan layanan konseling psikolog atau psikiater pada masa pandemi ini, Anda bisa mencoba layanan online gratis yang disediakan beberapa organisasi.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) membuka pendampingan psikososial gratis untuk siapa pun yang terdampak COVID-19. Prosedur pendaftaran layanan ini bisa dilihat di akun instagram @pdskji_indonesia.

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ada juga layanan konseling online gratis untuk terdampak COVID-19 yang disediakan oleh HIMPSI. Prosedur pendaftaran bisa dilihat di situs web resmi HIMPSI.

Selain itu, ada beberapa organisasi lain yang memberikan layanan konseling psikolog dan kesehatan jiwa lainnya secara gratis pada masa pandemi ini yang bisa dicari melalui internet dan situs web resmi masing-masing organisasi. Di antaranya adalah untuk serangan cemas, pencegahan bunuh diri, pengaduan kekerasan dalam rumah tangga selama COVID-19, dan psikologi anak.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x