Risiko Gejala Berat COVID-19 pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 memiliki risiko perburukan gejala lebih tinggi dibanding perempuan yang tidak hamil. Meski belum ada bukti jelas mengenai penularan vertikal dari ibu ke janin, tapi terinfeksi COVID-19 saat mengandung perlu diwaspadai karena memiliki beberapa risiko kesehatan.

Tak heran jika sejak awal masa pandemi, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) mengimbau pasangan muda untuk menunda rencana kehamilan sampai pandemi berakhir. 

Imbauan ini bukan hanya untuk menghindari penularan virus SARS-CoV-2 saat hamil, tapi karena kondisi keseluruhan pandemi tidak aman bagi ibu dan janin. Selain itu, akses terhadap fasilitas kesehatan pun terbatas. 

Bagaimana risiko gejala berat COVID-19 pada ibu hamil?

ibu hamil memiliki risiko perburukan gejala saat terinfeksi covid-19

Para peneliti mempelajari lebih lanjut kemungkinan yang dialami ibu hamil saat terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. 

Sebuah studi dari CDC Amerika Serikat mengatakan bahwa ibu hamil yang tertular COVID-19 cenderung membutuhkan perawatan dengan ventilator atau ruang ICU (ruang perawatan intensif). Selain itu, studi tersebut menyatakan adanya kecenderungan ibu hamil dengan COVID-19 berisiko tinggi melahirkan bayi prematur.

Hasil ini diketahui setelah meninjau 77 penelitian tentang COVID-19 pada ibu hamil. Secara kolektif, penelitian tersebut mencakup data 13.118 perempuan hamil dan baru hamil yang terinfeksi COVID-19. Tim peneliti juga membandingkan ibu hamil COVID-19 dengan perempuan usia produktif yang tidak hamil. 

“Ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 tampaknya berisiko lebih tinggi membutuhkan perawatan di ruang ICU atau dengan ventilator,” tulis tim peneliti dalam studi tersebut. 

Ibu hamil yang masuk kategori penelitian tersebut adalah mereka yang berkunjung ke rumah sakit tanpa membedakan usia kehamilannya.

“Perlu dicatat bahwa studi seperti ini memiliki kemungkinan bias yang besar,” kata dr. Marian Knight, profesor kesehatan populasi ibu dan anak Oxford University Inggris. Ia mengingatkan perlunya penelitian lebih mendalam. 

Pusat pengendalian penyakit Amerika (CDC) yang juga melaporkan mengenai risiko ini mengatakan pihaknya dan beberapa lembaga akan mengumpulkan data lebih banyak untuk memperdalam studi dan membuat panduan klinis untuk ibu hamil.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Bagaimana risiko COVID-19 pada ibu dan janin

risiko gejala berat ibu hami covid-19

Kehamilan positif COVID-19 dikaitkan dengan kelainan pada plasenta. Kelainan tersebut berpotensi memengaruhi pengiriman oksigen dan nutrisi ke janin. Namun seperti apa pengaruh virus terhadap kemungkinan adanya kelainan jangka panjang pada bayi sampai saat ini belum diketahui.

Para ahli melihat, adanya kemungkinan janin yang sedang berkembang dapat tertular COVID-19 secara vertikal dari ibunya saat kehamilan. Namun belum ada bukti cukup kuat mengenai kemungkinan tersebut sebab terdapat kasus ibu hamil positif COVID-19 mampu melahirkan bayi tanpa menularkan COVID-19.

COVID-19 membutuhkan molekul reseptor virus untuk menyebabkan infeksi pada tubuh seseorang. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa plasenta mengandung sedikit sekali molekul reseptor virus, sehingga kemungkinan tidak cukup untuk menerima atau menjadi reseptor virus. 

Temuan ini dapat menjelaskan mengapa virus jarang ditemukan pada bayi baru lahir dari ibu yang positif COVID-19. Tapi tidak menutup kemungkinan penularan secara vertikal bisa terjadi.

Jika orang tua bayi ditemukan positif, walaupun tidak terjadi penularan secara vertikal, masih ada risiko penularan dari orang tua dan orang dewasa lain ketika tiba di rumah.

Meski umumnya COVID-19 pada anak tidak mengalami gejala berat, tapi berbeda dengan bayi baru lahir. Sistem pernapasan dan sistem kekebalan mereka yang belum matang membuat  bayi lebih berisiko perburukan gejala dibanding anak-anak.

Untuk mengurangi penyakit terkait COVID-19, ibu hamil harus mewaspadai potensi risiko gejala berat akibat COVID-19. Pencegahan COVID-19 harus ditekankan untuk ibu hamil dan potensi kendala-kendala yang mempengaruhi kepatuhan pencegahan penularan harus segera diatasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik. Bagaimana pelaksanaannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit