Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Para ahli medis di Indonesia saat ini menggunakan plasma darah atau plasma konvalesen sebagai salah satu terapi penanganan pasien COVID-19 sedang dan parah. Seruan untuk melakukan donor plasma darah bagi penyintas COVID-19 sehat terus didengungkan di banyak media. 

Bagaimana dan apa saja syarat donor plasma darah?

Syarat dan cara donor plasma konvalesen COVID-19

Bagaimana cara donor plasma darah pasien covid-19 sembuh

Terapi plasma darah atau plasma konvalesen adalah pengobatan yang diberikan dengan cara mentransfusi plasma darah pasien COVID-19 pulih kepada pasien yang sedang dalam perawatan. 

Ketika terinfeksi COVID-19, sistem kekebalan tubuh manusia secara alami akan membentuk antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Setelah pasien sembuh, antibodi ini akan bertahan di tubuhnya dan berada di plasma darah. 

Transfusi plasma darah yang mengandung antibodi ini dipercaya dapat membantu pasien COVID-19 lain yang dikhawatirkan tak cukup mampu membentuk antibodi secara alami di tubuhnya. 

Jika Anda telah pulih dari COVID-19, kemungkinan besar plasma darah Anda mengandung antibodi COVID-19 dan hal itu dapat membantu orang lain melawan COVID-19. 

Tapi tidak semua penyintas COVID-19 bisa melakukan donor plasma konvalesen karena harus lebih dulu melalui pertimbangan kesehatan. 

Kriteria pendonor plasma darah COVID-19:

  1. Usia 18-60 tahun
  2. Berat badan tidak kurang dari 55 kg
  3. Telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan hasil swab PCR negatif atau dengan surat keterangan sembuh dari dokter
  4. Sehat, bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh

Alur donor plasma darah:

  1. Pendonor diminta mengisi lembar informed consent (persetujuan).
  2. Pendonor akan diambil sampel darah untuk screening, pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan golongan darah, dan pengecekan tekanan darah. 
  3. Pendonor yang memenuhi kriteria dapat dilakukan plasmaferesis dan diambil plasma konvalesen sebanyak 400-500 CC.
  4. Plasma konvalesen dapat langsung diberikan pada pasien atau disimpan pada suhu -20°C sampai -30°C.

Di Indonesia penerimaan donor plasma darah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) atau rumah sakit yang memiliki fasilitas donor plasma darah.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Terapi plasma konvalesen pada pasien COVID-19 masih dalam penelitian

Di Indonesia, terapi plasma konvalesen masih dalam uji klinis oleh Kementerian Kesehatan dan bekerja sama dengan beberapa ahli ataupun rumah sakit. 

Uji coba plasma darah internasional yang dipimpin REMAP-CAP, Senin (11/01) lalu menyatakan terapi plasma darah untuk pasien COVID-19 gejala parah tidak terlalu efektif. 

Keputusan ini diambil setelah analisis awal terhadap lebih dari 900 peserta uji coba yang dirawat di ruang perawatan intensif (ICU). Hasilnya menunjukkan bahwa pengobatan dengan terapi plasma konvalesen tidak meningkatkan hasil kesembuhan.

Uji coba masih dilanjutkan pada pasien COVID-19 dengan gejala sedang yang dirawat di rumah sakit. 

Analisis ini awalnya tidak menilai efek terapi plasma darah pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dengan gejala yang moderat. Ketua peneliti mengatakan hal ini menjadi pertanyaan penting dan harus dieksplorasi lebih lanjut dalam uji klinis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit