Studi: Pasteurisasi dapat Membunuh COVID-19 dalam ASI Perah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi usia di bawah 6 bulan sangat penting bagi tumbuh kembang anak, termasuk bagi mereka yang ibunya terinfeksi COVID-19. Oleh karenanya para ilmuwan mencari tahu cara aman pemberian ASI perah yang berpotensi terkontaminasi virus corona penyebab COVID-19. 

Apakah ASI bisa terkontaminasi virus dan menjadi sumber penularan COVID-19 pada bayi? Bagaimana cara aman pemberiannya?

Pasteurisasi bisa membunuh COVID-19 pada ASI perah 

ASi perah dari ibu covid-19

Tim peneliti dari University of New South Wales Sydney memastikan proses pasteurisasi dapat menonaktifkan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang berada di  ASI perah. 

Dalam studi ini, para peneliti menginfeksikan virus corona pada ASI perah yang sudah dibekukan. Mereka lalu memanaskan sampel susu yang telah terkontaminasi virus dengan suhu 63˚C selama 30 menit. 

“Takaran suhu dan waktu yang digunakan adalah simulasi proses pasteurisasi yang biasa dilakukan di bank donor ASI,” kata Greg Walker penulis utama studi ini, seperti dikutip dari UNSW, Selasa (11/8).

Setelah proses pasteurisasi, peneliti tidak menemukan adanya kandungan virus corona hidup dalam ASI tersebut. 

Temuan ini sesuai dengan studi terdahulu yang menyebut virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa mati dalam suhu panas tertentu. 

Sebetulnya sampai saat ini belum ada kasus penularan COVID-19 ke bayi melalui ASI perah. Namun para peneliti berkata bahwa secara teoritis ada potensi penularan melalui jalur tersebut karena itu butuh dilakukan pencegahan. 

Sebelum penelitian ini dipublikasi, sejumlah bank donor ASI di Australia terkendala dalam mendistribusikan ASI perah ke bayi-bayi yang membutuhkan karena takut adanya risiko penularan COVID-19 di air susu tersebut. 

Padahal, ASI ini harus didonasikan dengan lancar ke bayi-bayi prematur dari ibu yang tidak bisa menyusui sendiri. 

Para peneliti mengatakan eksperimen mereka mencoba menyimulasikan skenario kasus terburuk. Karena itu setelah hasil studi ini, para ibu dan petugas bisa melakukan pencegahan penularan COVID-19 yang efektif. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

951,651

Confirmed

772,790

Recovered

27,203

Death
Distribution Map

Menyimpannya ASI perah di kulkas tidak membunuh virus corona

ASI perah dari ibu covid-19

Para peneliti juga menguji apakah virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang terkandung dalam ASI perah mati jika dibekukan dalam suhu 4° C hingga -30°C. Hasilnya, kondisi tersebut tidak mampu menonaktifkan virus. 

“Kami menemukan bahwa penyimpanan di suhu dingin tidak berdampak signifikan terhadap kandungan virus setelah 48 jam,” kata Walker.

Para peneliti menemukan fakta bahwa virus corona stabil dalam ASI yang didinginkan atau dibekukan. Temuan ini dapat membantu menyempurnakan pedoman seputar penyimpanan ASI perah yang aman dari ibu yang terinfeksi COVID-19.

“Sebagai contoh, kami sekarang tahu bahwa sangat penting bagi ibu dengan COVID-19 untuk memastikan ASI mereka tidak terkontaminasi virus SARS-CoV-2,” kata Dr Laura Klein, salah anggota peneliti dalam riset ini.

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Organisasi kesehatan dunia, WHO, mengeluarkan panduan pemberian ASI di masa pandemi, termasuk cara pemberian ASI perah dari ibu COVID-19 ke bayinya.

  1. Pastikan alat pompa ASI steril dan tidak digunakan bergantian
  2. Bersihkan permukaan botol atau wadah ASI sebelum disimpan di dalam lemari pendingin
  3. Simpa alat pompa dengan benar
  4. Simpan ASI perah dengan benar

Ibu COVID-19 bisa menyusui secara langsung

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tidak asi perah

Penting untuk diingat bahwa tidak semua ibu dengan COVID-19 aman untuk menyusui secara langsung. Ibu yang terinfeksi COVID-19 dan mengalami gejala berat tidak dianjurkan sama sekali untuk menyusui secara langsung. 

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyampaikan prinsip utama ibu terinfeksi COVID-19 bisa menyusui langsung dengan mengelap payudara dan mencuci tangan sebelum memegang bayi serta mengenakan masker selama menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit