Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Studi: Pasteurisasi dapat Membunuh COVID-19 dalam ASI Perah

Studi: Pasteurisasi dapat Membunuh COVID-19 dalam ASI Perah

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi usia di bawah 6 bulan sangat penting bagi tumbuh kembang anak, termasuk bagi mereka yang ibunya terinfeksi COVID-19. Oleh karenanya para ilmuwan mencari tahu cara aman pemberian ASI perah yang berpotensi terkontaminasi virus corona penyebab COVID-19.

Apakah ASI bisa terkontaminasi virus dan menjadi sumber penularan COVID-19 pada bayi? Bagaimana cara aman pemberiannya?

Pasteurisasi bisa membunuh COVID-19 pada ASI perah

ASi perah dari ibu covid-19

Tim peneliti dari University of New South Wales Sydney memastikan proses pasteurisasi dapat menonaktifkan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang berada di ASI perah.

Dalam studi ini, para peneliti menginfeksikan virus corona pada ASI perah yang sudah dibekukan. Mereka lalu memanaskan sampel susu yang telah terkontaminasi virus dengan suhu 63˚C selama 30 menit.

“Takaran suhu dan waktu yang digunakan adalah simulasi proses pasteurisasi yang biasa dilakukan di bank donor ASI,” kata Greg Walker penulis utama studi ini, seperti dikutip dari UNSW, Selasa (11/8).

Setelah proses pasteurisasi, peneliti tidak menemukan adanya kandungan virus corona hidup dalam ASI tersebut.

Temuan ini sesuai dengan studi terdahulu yang menyebut virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa mati dalam suhu panas tertentu.

Sebetulnya sampai saat ini belum ada kasus penularan COVID-19 ke bayi melalui ASI perah. Namun para peneliti berkata bahwa secara teoritis ada potensi penularan melalui jalur tersebut karena itu butuh dilakukan pencegahan.

Sebelum penelitian ini dipublikasi, sejumlah bank donor ASI di Australia terkendala dalam mendistribusikan ASI perah ke bayi-bayi yang membutuhkan karena takut adanya risiko penularan COVID-19 di air susu tersebut.

Padahal, ASI ini harus didonasikan dengan lancar ke bayi-bayi prematur dari ibu yang tidak bisa menyusui sendiri.

Para peneliti mengatakan eksperimen mereka mencoba menyimulasikan skenario kasus terburuk. Karena itu setelah hasil studi ini, para ibu dan petugas bisa melakukan pencegahan penularan COVID-19 yang efektif.

Menyimpannya ASI perah di kulkas tidak membunuh virus corona

ASI perah dari ibu covid-19

Para peneliti juga menguji apakah virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang terkandung dalam ASI perah mati jika dibekukan dalam suhu 4° C hingga -30°C. Hasilnya, kondisi tersebut tidak mampu menonaktifkan virus.

“Kami menemukan bahwa penyimpanan di suhu dingin tidak berdampak signifikan terhadap kandungan virus setelah 48 jam,” kata Walker.

Para peneliti menemukan fakta bahwa virus corona stabil dalam ASI yang didinginkan atau dibekukan. Temuan ini dapat membantu menyempurnakan pedoman seputar penyimpanan ASI perah yang aman dari ibu yang terinfeksi COVID-19.

“Sebagai contoh, kami sekarang tahu bahwa sangat penting bagi ibu dengan COVID-19 untuk memastikan ASI mereka tidak terkontaminasi virus SARS-CoV-2,” kata Dr Laura Klein, salah anggota peneliti dalam riset ini.

Organisasi kesehatan dunia, WHO, mengeluarkan panduan pemberian ASI di masa pandemi, termasuk cara pemberian ASI perah dari ibu COVID-19 ke bayinya.

  1. Pastikan alat pompa ASI steril dan tidak digunakan bergantian
  2. Bersihkan permukaan botol atau wadah ASI sebelum disimpan di dalam lemari pendingin
  3. Simpa alat pompa dengan benar
  4. Simpan ASI perah dengan benar

Ibu COVID-19 bisa menyusui secara langsung

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tidak asi perah

Penting untuk diingat bahwa tidak semua ibu dengan COVID-19 aman untuk menyusui secara langsung. Ibu yang terinfeksi COVID-19 dan mengalami gejala berat tidak dianjurkan sama sekali untuk menyusui secara langsung.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyampaikan prinsip utama ibu terinfeksi COVID-19 bisa menyusui langsung dengan mengelap payudara dan mencuci tangan sebelum memegang bayi serta mengenakan masker selama menyusui.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Walker, G., Clifford, V., Bansal, N., Stella, A., Turville, S., & Stelzer‐Braid, S. et al. (2020). SARS‐CoV ‐2 in human milk is inactivated by Holder pasteurisation but not cold storage. Journal Of Paediatrics And Child Health. doi: 10.1111/jpc.15065
  • Bransburg-Zabary, S., Virozub, A., & Mimouni, F. (2015). Human Milk Warming Temperatures Using a Simulation of Currently Available Storage and Warming Methods. PLOS ONE, 10(6), e0128806. doi: 10.1371/journal.pone.0128806
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x