home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Anjuran untuk tidak bepergian kecuali untuk keperluan penting selama merebaknya wabah COVID-19 membuat banyak orang jadi menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Terbatasnya kegiatan yang dapat dilakukan pun mulai membuat jenuh.

Sebagai pelampiasan, sebagian orang menyetok persediaan makanan yang sekiranya dapat mengalihkan rasa bosan. Sayangnya hal ini bisa memicu berat badan naik saat karantina. Jika Anda mengalaminya, Anda bukanlah satu-satunya.

Berat badan naik saat karantina jadi kekhawatiran tersendiri

berat badan setiap bulan

Pandemi COVID-19 mau tak mau memberikan perubahan yang cukup besar pada pola hidup masyarakat. Berbagai aktivitas yang tadinya dapat dilakukan dengan leluasa kini harus dijalani dengan sangat hati-hati disertai dengan beberapa protokol kesehatan yang harus diikuti.

Karena hal tersebut, menghabiskan hari-hari di rumah menjadi pilihan yang terbaik untuk saat ini. Namun, masa-masa karantina ternyata juga diiringi beberapa masalah seperti munculnya keluhan akan meningkatnya berat badan.

Fenomena ini bahkan sempat ramai dibicarakan di media sosial dengan sebutan “Quarantine 15”. Sebutan ini datang dari istilah “Freshman 15” yang digunakan untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang mengalami naik berat badan di tahun pertamanya menduduki bangku kuliah.

Angka 15 merujuk pada penambahan berat sebanyak 15 pon atau sekitar 7 kilogram.

Memang, masalah ini sekilas bukanlah hal yang berbahaya, tapi tak berarti bisa dianggap sepele. Jika pola makan tak sehat yang menjadi penyebabnya terus dibiarkan, kebiasaan ini tentunya akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan Anda.

Stres jadi pemicu berat badan naik saat karantina

Sebenarnya, fenomena ini tidaklah mengherankan. Berada di rumah membuat akses menuju tempat penyimpanan makanan lebih mudah. Ketika seseorang kehabisan akal untuk mengisi waktu-waktu kosong, di sela-sela inilah ia akan cenderung menggunakannya untuk kembali mengunyah sesuatu.

Meski demikian, kejenuhan bukanlah satu-satunya yang menjadi faktor. Baik stres karena pemberitaan tentang COVID-19 yang bikin cemas di berbagai media atau karena rasa sedih akibat terlalu lama tinggal di dalam rumah, ujungnya hal ini dapat memunculkan kebiasaan untuk makan lebih banyak.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat mengubah asupan makanan secara keseluruhan. Sebagian orang kehilangan nafsu makannya, sebagian yang lain malah tak bisa mengendalikan keinginannya untuk terus makan.

Biasanya jenis makanan yang dipilih adalah makanan yang memiliki tingkat kepadatan energi yang tinggi, seperti gula dan lemak.

Saat seseorang merasa sedih dan takut, mereka cenderung melampiaskannya melalui konsumsi makanan manis dan tinggi karbohidrat. Berbagai makanan ini tak hanya membantu meningkatkan energi dengan cepat, tapi juga dapat bertindak sebagai obat penenang alami yang akan membuat seseorang lebih rileks.

nutrisi COVID-19

Berbagai cara untuk menghindari naik berat badan saat karantina

Bagi yang ingin menaikkan berat badan, mungkin masa karantina dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menggapai target yang diinginkan.

Namun, beda halnya dengan orang-orang yang ingin menurunkan berat badan atau memiliki kondisi tertentu yang mengharuskan mereka untuk menjaga porsi makan, naik berat badan saat karantina tentu menjadi hal yang sangat dihindari.

Agar tak mengalaminya, berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

Membatasi porsi makan

berat badan naik saat karantina
Sumber: 9Coach

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membatasi porsi makan Anda, termasuk ketika Anda ingin memakan camilan. Memakan camilan langsung dari bungkusnya kerap membuat Anda merasa harus menghabiskan semuanya.

Coba bagi menjadi beberapa porsi kecil dengan mengambil segenggam snack dan tempatkan pada sebuah wadah. Cara serupa juga bisa dilakukan saat Anda makanan makanan utama dengan selalu makan menggunakan piring yang lebih kecil.

Makan makanan bernutrisi

nutrisi mencegah coronavirus

Daripada menghabiskan uang untuk terus membeli makanan lewat jasa pesan antar, mulailah memasak makanan sendiri dengan bahan-bahan yang lebih sehat. Saat Anda berbelanja kebutuhan makanan, daripada membeli kudapan manis lebih baik penuhi keranjang dengan makanan yang bergizi seperti sayur, buah-buahan, dan protein.

Usahakan untuk makan lebih teratur, sekitar 4 – 5 jam sekali untuk menghindari rasa lapar yang nantinya dapat berakibat pada konsumsi camilan berlebihan. Dengan cara ini, Anda juga akan mengurangi kemungkinan mengalami naik berat badan saat karantina.

Tidur yang cukup

Tahukah Anda, ternyata kurangnya waktu tidur dapat membuat Anda jadi cepat lapar. Tidur memberikan pengaruh yang besar dalam produksi hormon ghrelin dan leptin, hormon yang mengatur rasa lapar.

Ketka seseorang tidak tidur dengan cukup, hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan akan melonjak. Sedangkan, hormon leptin yang menguranginya akan jatuh. Ini sebabnya Anda akan merasa lapar.

Olahraga

olahraga bersama anak saat puasa

Olahraga mungkin terasa lebih memberatkan di tengah pandemi, tapi kegiatan ini yang akan membantu mencegah berat badan Anda naik saat karantina.

Tak mesti dengan olahraga yang berat, gerak jalan selama pandemi dengan durasi 30 menit dalam sehari dapat menjaga berat badan Anda. Anda juga bisa melakukan olahraga di dalam rumah seperti yoga atau senam kardio.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Beating the Quarantine 15. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.ucihealth.org/blog/2020/04/beating-quarantine-15

Gaining weight during quarantine? You’re not alone. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.matherhospital.org/weight-loss-matters/gaining-weight-during-quarantine-youre-not-alone/

What Is “Quarantine 15”?. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-right-mindset/202003/what-is-quarantine-15

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal diperbarui 29/05/2020
x