5 Tips Beradaptasi dan Melindungi Diri di Masa New Normal

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sudah hampir lebih dari dua bulan pandemi coronavirus melanda dunia. Gaya hidup dan kebiasaan mengalami perubahan secara drastis, terutama pandangan orang mengenai kesehatan. Untungnya kondisi ini sudah menunjukkan perkembangan positif, tetapi terdapat perubahan yang perlu diterapkan yang disebut new normal atau tatanan hidup baru.

Lalu, apa saja perubahan yang akan terjadi pada tatanan hidup baru ini? Bagaimana agar Anda tetap bisa melindungi diri dan segera menyesuaikan gaya hidup baru ini? Simak tips di bawah ini.

Menjaga kesehatan sambil beradaptasi dengan new normal 

Sebagian wilayah di Indonesia mulai mencoba kembali membuka berbagai fasilitas dan menjalankan aktivitas dengan tetap mengedepankan prosedur kesehatan. Anda pun mungkin termasuk orang yang sudah mulai kembali menjalani rutinitas seperti bekerja dengan normal.

Di sisi lain, perasaan khawatir pasti tetap ada mengingat pandemi ini belum sepenuhnya berakhir. Hal ini berlaku terutama pada mereka yang memiliki penyakit kritis. Virus corona akan sangat mematikan apabila Anda sebelumnya memiliki kondisi kesehatan atau penyakit.

Menurut dari data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 10 penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2018 adalah:

  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Sirosis (gangguan pada organ hati)
  • TBC
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Kecelakaan darat
  • Penyakit diare
  • Penyakit ginjal kronis
  • Infeksi saluran pernapasan bawah

Dari data tersebut dapat terlihat, penyakit yang menyebabkan kematian sebagian besar merupakan penyakit kritis.  Apabila Anda belum memiliki perlindungan jenis apapun, asuransi penyakit kritis dapat memberikan tanggungan atau bantuan biaya pengobatan dan perawatan beberapa penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia tersebut.

Lalu, selain mempersiapkan diri dengan memiliki asuransi, agar tetap terlindung dari virus yang sangat mudah menyebar ini, lakukan beberapa langkah berikut ini:

Tetap melakukan pencegahan dan perlindungan diri dari virus

cuci tangan setelah dari toilet

Seperti yang sudah Anda tahu, terdapat beberapa langkah yang selalu ditekankan untuk membantu mencegah dan menghambat penyebaran virus COVID-19. Hal ini tentu akan menjadi bagian dari new normal.

Mengacu pada panduan WHO, berikut langkah pencegahan yang dimaksud:

  • Hindari menyentuh area sekitar muka, terutama mata, hidung, dan mulut
  • Mencuci tangan dengan rutin menggunakan air mengalir dan sabun
  • Jika tidak bisa atau berhalangan mencuci tangan, selalu sedia hand-sanitizer yang mengandung alkohol
  • Segera berkonsultasi atau minta bantuan ahli medis ketika mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas yang berkepanjangan
  • Etika bersin atau batuk yang benar yaitu dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku. Segera buang tisu yang telah dipakai pada tempat sampah tertutup
  • Menggunakan masker entah itu karena merasa kondisi tubuh sedang menurun atau sebagai langkah menghambat penyebaran virus

Tetap menerapkan social dan physical distancing semaksimal mungkin

social distance

Sebagian dari Anda mungkin harus kembali pergi ke kantor atau tempat kerja. Namun, dengan berlakunya new normal berarti Anda harus tetap menjaga jarak antar sesama, terutama dengan orang yang sedang sakit.

Jika kesulitan untuk menerapkan hal ini, langkah pencegahan yang sudah dijelaskan pada poin pertama dapat membantu Anda melindungi diri dari virus. Tetap prioritaskan untuk menjaga jarak (physical/social distancing) dengan orang lain setiap kali Anda memiliki pilihan untuk melakukannya.

Tetap menjaga kondisi fisik dan mental selama new normal

olahraga di rumah

Daya tahan tubuh merupakan salah satu faktor penting dalam melawan virus corona. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengonsumsi makanan seimbang penuh nutrisi serta melakukan olahraga setiap hari.

Pandemi COVID-19 yang terjadi juga dapat memengaruhi mental Anda. Sebagian orang mungkin dapat mengalami trauma akibat pandemi ini atau karena ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir.

Dampak dari menurunnya kondisi mental bisa mempengaruhi kondisi fisik sehingga daya tahan tubuh melemah. Untuk itu, pastikan untuk tetap tenang dan jalani new normal tanpa khawatir seperti dengan tetap melakukan langkah pencegahan.

Selain itu, langkah pencegahan yang juga dapat membantu Anda lebih siap menghadapi kondisi new normal adalah dengan memiliki asuransi kesehatan. Asuransi secara tidak langsung memengaruhi mental karena membuat Anda tenang karena terproteksi untuk kondisi tertentu. Tak hanya untuk diri sendiri, asuransi juga membantu melindungi keluarga atau orang terdekat.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengambil asuransi penyakit kritis. Asuransi ini dapat membantu Anda dalam menghadapi kondisi yang tidak diinginkan, misalnya ketika sakit akibat sebuah penyakit berat. Dengan merasa tenang dan terlindungi karena memiliki asuransi, kondisi mental Anda akan terbantu, terutama dalam memikirkan masalah biaya.

Tetap bersih dan sehat selama menghabiskan waktu di rumah

kebiasaan baru new normal

Membatasi interaksi sosial berarti mengharuskan Anda menghabiskan waktu di rumah atau tempat tinggal. Oleh karena virus juga dapat menyebar melalui benda mati, Anda perlu secara rutin membersihkan rumah.

Bersihkan area atau benda yang sering mengalami kontak fisik menggunakan disinfektan atau sabun, seperti gagang pintu, lemari atau kulkas, meja kerja dan dapur, serta barang seperti remote TV.

Lakukan juga olahraga sederhana di rumah seperti yoga atau lompat tali dan makan makanan bergizi, serta berhenti merokok.

Tetap menahan keinginan untuk pergi ke tempat ramai

manusia bersosialisasi

Untuk mengikuti tatanan hidup baru, secara tidak langsung Anda juga dibatasi untuk pergi ke tempat yang sering ditemui banyak orang. Mau tidak mau, Anda harus mulai mengurangi berkumpul di tempat-tempat seperti restoran, coffee shop, atau bahkan sekedar nongkrong di taman.

New normal atau tatanan hidup baru kemungkinan besar akan mengubah rutinitas dan kegiatan Anda. Namun hal ini dilakukan demi kebaikan Anda sendiri dan tentunya agar pandemi ini benar-benar berakhir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien kanker terinfeksi covid-19

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit
serangan jantung saat pandemi covid-19

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit