Tips Memilih Bantal Terbaik, Sesuai Dengan Posisi Tidur Favorit Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nyenyak tidaknya tidur Anda setiap malam tidak hanya ditentukan oleh pola tidur yang baik dan kasur yang tepat. Anda juga harus teliti dalam memilih bantal tidur. Salah bantal tidak hanya membuat tidur jadi tidak nyenyak, namun juga bisa menimbulkan sakit leher dan tulang belakang — sensasi menyebalkan yang mungkin sudah tak asing lagi bagi Anda. Lantas, lebih baik tidur pakai bantal tinggi nan empuk atau yang tipis dan rendah? Jangan salah, beda ketinggian bantal tidur yang Anda pakai beda pula efeknya bagi kenyamanan Anda.

Apa bedanya tidur pakai bantal tinggi atau rendah?

Bantal tidur yang terlalu tinggi dapat membuat leher Anda terlalu condong ke depan menyebabkan ketegangan otot di bagian leher belakang dan bahu. Akibatnya, ini membuat leher terasa kaku dan sulit digerakkan ketika bangun tidur.

Bantal tinggi juga bisa membuat Anda lebih sulit bernapas bebas karena leher yang “terlipat” saat tidur dapat menyempitkan saluran pernapasan. Terhalangnya jalur napas ini menyebabkan Anda lebih rentan ngorok, yang pada akhirnya membuat tidur jadi tidak nyaman dan nyenyak.

Sebaliknya, bantal yang terlalu rendah dan tipis juga tidak baik karena tidak memberikan cukup dukungan pada tulang leher. Pasalnya, bantal yang terlalu rendah menyebabkan Anda cenderung berbaring mendongak sehingga otot leher yang tertarik ke bawah bisa mengakibatkan nyeri leher.

Hasil dari sebuah penelitian kecil menemukan bahwa bantal tidur dengan ketinggian sekitar 10 cm dapat memberikan kenyamanan dan dukungan yang pas terhadap keselarasan otot leher dan tulang belakang. Namun, seringkali pemilihan jenis bantal terbaik juga tergantung pada posisi tidur Anda.

Cara memilih bantal tidur sesuai dengan posisi tidur

Seperti yang sudah disinggung di atas, pemilihan bantal tidur yang ideal sebenarnya tergantung pada posisi tidur. Dikutip dari laman Sleep.org, berikut ini tips memilih bantal yang ideal sesuai dengan posisi tidur Anda.

  • Posisi tidur telentang. Jika Anda sering tidur dengan posisi telentang, ada baiknya Anda menggunakan bantal yang lebih tipis. Hal ini dilakukan agar leher Anda tidak terlalu condong ke depan. Pilihlah bantal yang bagian bawahnya sedikit lebih tebal daripada atasnya agar melindungi leher dan kepala Anda secara keseluruhan. Bantal jenis memory foam bisa jadi pilihan terbaik, karena bentuknya sesuai dengan bentuk kepala dan leher Anda. Sama halnya dengan bantal air yang memberikan kenyamanan menyeluruh di area leher dan kepala. Selain itu, cobalah tidur dengan menaruh bantal di bawah lutut untuk mengurangi tekanan pada punggung bawah.
  • Posisi tidur tengkurap. Ketika tidur di posisi ini, Anda disarankan menggunakan jenis bantal paling tipis — lebih tipis dari bantal yang digunakan saat posisi tidur telentang. Pasalnya, tidur tengkurap memberi tekanan besar pada area punggung bawah. Selain itu, tidur tengkurap rentan menutup jalur napas, sehingga bahkan Anda disarankan tidak menggunakan bantal sama sekali. Meski begitu, pertimbangkan untuk menyelipkan bantal di bawah perut Anda supaya terhindar nyeri punggung bagian bawah. Jika Anda merasa kurang nyaman, Anda juga bisa tidur menyamping dengan memeluk bantal tidur supaya sedikit memberikan tekanan pada perut.
  • Posisi tidur menyamping. Posisi tidur ini butuh bantal dengan isian padat dan sedikit lebih lebar untuk mengisi jarak antara telinga dan bahu Anda. Anda mungkin juga bisa memeluk bantal tidur di antara kedua lutut supaya lebih menyejajarkan tulang belakang Anda.

Yang manapun pilihan Anda, bantal harus sering diganti

Bantal sebaiknya diganti setiap 18 bulan sekali atau lebih. Pasalnya, bantal yang terlalu lama dipakai merupakan tempat berkumpulnya debu, minyak, sisa-sisa kulit mati, keringat, bahkan air liur. Hal tentu bisa memicu berbagai penyakit seperti alergi dan jerawat. Bahkan, bantal yang tidak diganti terlalu lama juga bisa jadi sarang tungau.

Anda bisa menguji kelayakan bantal tidur yang Anda gunakan sehari-hari dengan melipatnya menjadi dua. Jika bantal tidur tersebut tidak kembali ke posisi semula, sudah saat Anda harus ganti bantal baru.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Tidur Nyenyak untuk Melawan Cuaca yang Terlalu Dingin

Untuk tidur nyenyak saat kedinginan terkadang tidak selalu mudah. Berikut tips dan cara agar tetap tidur berkualitas dengan melawan cuaca dingin.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 15/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Tidur Nyenyak Semalaman dengan Kipas Angin

Tidur dengan kipas angin kerap disebut berakibat buruk untuk kesehatan. Apakah hal itu benar adanya? Lantas, bagaimana caranya agar tetap nyenyak semalaman?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 23/01/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur nyenyak perjalanan jauh

Tips Tidur Nyenyak Selama Perjalanan Jarak Jauh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
susah tidur selama pandemi COVID-19

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit
mencegah mimpi basah saat puasa

3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020 . Waktu baca 5 menit