Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Kandung Kemih?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Kanker adalah penyakit yang berasal dari pertumbuhan sel abnormal yang dapat terjadi di berbagai organ tubuh, termasuk kandung kemih. Kanker kandung kemih cenderung unik karena seberapa banyak air yang Anda konsumsi juga dapat menentukan risiko seseorang  untuk mengalaminya. Selain mematikan, jenis kanker ini juga dapat mengancam organ reproduksi.

Mengenal kanker kandung kemih

Kandung kemih adalah suatu organ yang berbentuk kantong yang dilengkapi dengan dinding dengan otot yang fleksibel, dan berfungsi menampung urin sebelum dikeluarkan oleh tubuh. Adanya pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal yang menjadi kanker pada organ kandung kemih adalah permulaan terjadinya kanker kandung kemih. Sel kanker pada kandung kemih juga cenderung mudah tumbuh kembali, namun setiap perkembangan sel kanker baik kambuh maupun baru cenderung sulit untuk dideteksi.

Gejala kanker kandung kemih

Sebagian besar kasus kanker kandung kemih terdiagnosis saat sudah menjadi lebih serius dan menyebar. Segeralah lakukan pemeriksaan saat Anda mengalami beberapa gejala awal kanker kandung kemih, di antaranya:

  • Perubahan warna pada urin menjadi oranye, pink, atau kemerahan karena adanya darah pada urin, dengan frekuensi sering atau beberapa kali dalam hitungan minggu atau bulan.
  • Mengalami gangguan saat buang air kecil seperti rasa nyeri atau aliran urin lemah.
  • Merasa ingin buang air kecil meskipun kandung kemih belum terasa penuh.

Sedangkan jika sudah menjadi lebih parah, penderita kanker mungkin juga akan mengalami gejala berikut:

  • Tidak dapat buang air kecil
  • Mengalami nyeri pinggang namun hanya pada salah satu bagian, kiri atau kanan
  • Hilangnya nafsu makan dan berat badan turun drastis
  • Mengalami kelelahan disertai rasa lemas
  • Terjadi pembengkakan pada kaki
  • Rasa nyeri pada bagian tulang

Kanker kandung kemih memiliki berbagai gejala yang sama dengan gangguan kesehatan lainnya. Namun, mewaspadai berbagai gejala adalah hal terpenting dalam menangani kanker sejak dini. Segera konsultasikan ke dokter Anda jika mengalami berbagai gejala tersebut.

Seberapa umumkah penyakit kanker kandung kemih di Indonesia?

Berdasarkan data statistik kanker milik WHO pada tahun 2012, angka kejadian kanker kandung kemih di Indonesia sebesar 2,3 per 100 penduduk. Meskipun demikian, angka kejadian kanker kandung kemih pada laki-laki di Indonesia sebesar 4,1 per 100 individu sedangkan pada perempuan hanya sekitar 0,8 per 100 individu. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia jumlah laki-laki yang mengalami kanker kandung kemih lebih tinggi lima kali lipat dibandingkan perempuan.

Bagaimana kanker kandung kemih dapat terjadi?

Sebagian besar sel abnormal yang dapat menjadi kanker kandung kemih mulai tumbuh pada bagian dalam dinding kandung kemih. Seiring dengan berjalannya waktu, kanker pada kandung kemih dapat menyebar ke dalam maupun keluar dari kandung kemih dan mengenai jaringan atau organ di sekitarnya, terutama saluran urin (ureter).  Meskipun sel kanker pada kandung kemih juga ada yang tidak menyebar atau hanya berada di lapisan dalam dinding kandung kemih.

Faktor pemicu yang membuat Anda berisiko kanker kandung kemih

Seperti jenis kanker pada umumnya, terdapat faktor risiko  kanker kandung kemih yang dapat diubah dan tidak diubah.

Faktor risiko yang dapat diubah:

Merokok. Paparan berbagai zat racun pada rokok dapat memicu perkembangan sel kanker. Perokok memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami kanker kandung kemih dibanding individu bukan perokok. Merokok adalah faktor risiko yang sangat kuat terhadap kanker kandung kemih, setidaknya 50% dari kelompok perempuan maupun laki-laki yang merokok mengalami kanker kandung kemih.

Paparan zat kimia. Hal ini sangat mungkin dialami pekerja di pabrik yang memiliki zat kimia benzidine dan betanaphthylamine seperti pada industri ban, tekstil, pabrik cat dan tempat percetakan. Pekerja sebagai pelukis, masinis, penata rambut, dan supir truk juga lebih berisiko mengalami kanker kandung kemih.

Paparan bahan obat. Penggunaan obat diabetes yang mengandung pioglitazone lebih dari setahun dan konsumsi suplemen makan yang mengandung aristolochic meningkatkan risiko kanker kandung kemih.

Pencemaran logam pada air minum. Logam Arsenik adalah jenis logam yang berbahaya bagi tubuh dan adanya logam ini dalam air terjadi akibat kontaminasi limbah. Meminum air yang mengandung logam Arsenik dapat menyebabkan kerusakan pada kandung kemih yang berakibat kanker.

Tidak mengonsumsi cukup air putih. Kondisi kandung kemih yang kosong atau sangat sedikit air terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan bahan kimia dalam kandung kemih, dan kondisi ini dapat berbahaya bagi kandung kemih. Individu yang memenuhi kecukupan air putih harian cenderung memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker kandung kemih.

Faktor risiko yang tidak dapat diubah

Usia dan jenis kelamin. Seperti kanker pada umumnya, usia lebih lanjut berisiko terkena kanker kandung kemih. Dari segi jenis kelamin, laki-laki lebih berisiko dibandingkan perempuan untuk mengalami kanker kandung kemih.

Pernah mengalami kanker kandung kemih. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sel kanker kandung kemih dapat tumbuh kembali dengan mudah. Kondisi ini juga mungkin disebabkan karena kanker juga cenderung lebih cepat menyebar terutama pada bagian uretra dan menyebabkan kanker tumbuh kembali pada beberapa waktu berikutnya setelah sel kanker hilang.

Iritasi dan infeksi kandung kemih kronis. Iritasi kandung kemih dalam waktu yang lama menyebabkan terjadinya kanker pada kandung kemih, namun belum diketahui secara pasti mekanisme penyebabnya. Penyakit infeksi cacing Schistosomia dapat memicu kerusakan pada kandung kemih dan memicu kanker.

Cacat bawaan. Anatomi kandung kemih yang tidak sempurna menyebabkan adanya sambungan antara kandung kemih dengan pusar ataupun dinding perut. Seiring dengan berjalannya waktu, sambungan abnormal dapat menjadi perkembangan sel abnormal dan menjadi kanker sehingga dapat menyerang kandung kemih.

Genetik dan riwayat penyakit keluarga. Kanker kandung kemih dapat diturunkan dalam satu keluarga, sehingga adanya anggota keluarga dengan hubungan darah yang dekat menderita kanker kandung kemih dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Beberapa kondisi genetik yang menyebabkan kanker kandung kemih juga disebabkan adanya interaksi dengan paparan zat kimia, sehingga merokok dapat meningkatkan risiko individu dengan kondisi genetic tersebut mengalami kanker kandung kemih.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker kandung kemih?

Pencegahan perkembangan penyakit kanker sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyebaran sel kanker. Lakukan upaya hidup sehat dengan mengonsumsi banyak air minum, sayuran dan buah saat terjadi perubahan saat membuang air kecil. Periksakanlah diri Anda jika mengalami berbagai perubahan saat mengalami berbagai gejala awal seperti yang telah disebutkan di atas. Jika tidak ada tanda infeksi atau gangguan saluran urin, konsultasikan ke dokter Anda untuk pemeriksaan lanjutan kanker kandung kemih. Penanganan operasi dan kemoterapi serta pengawasan penyebaran sel kanker diperlukan untuk mencegah kanker kandung kemih tumbuh kembali.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . 4 menit baca

Apa Itu Kanker Hati?

DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . 1 menit baca

Apa Itu Kanker Paru?

DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . 1 menit baca

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Studi menunjukkan bahwa nanas memiliki manfaat untuk menghambat sel kanker. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 13/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 1 menit baca
pengobatan kanker ginjal

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020 . 5 menit baca