Pantangan Makanan bagi Penderita Divertikulitis (Radang Kantung Usus Besar)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Divertikulitis adalah penyakit peradangan parah pada kantung usus besar (divertikula). Penyakit ini terjadi saat bagian lemah dari dinding usus besar tertekan, lalu membentuk kantung kecil dan meradang. Seperti penyakit pencernaan lainnya, ada makanan yang bisa memperparah gejala divertikulitis sehingga menjadi pantangan bagi penderitanya.

Sebelum meradang, kantung-kantung pada usus besar biasanya tidak memicu gejala apa pun. Begitu terjadi peradangan, penderita dapat mengalami keluhan berupa sakit perut, demam, mual dan muntah, serta diare. Mengonsumsi makanan yang salah bisa membuat gejala divertikulitis semakin parah atau memperburuk peradangan.

Pantangan makanan penderita divertikulitis

sumber: MNN

Penyebab divertikulitis belum diketahui secara pasti sehingga tidak ada daftar khusus berisikan jenis makanan yang betul-betul harus Anda hindari. Meski begitu, ada baiknya Anda membatasi jenis makanan berikut untuk mencegah timbulnya keluhan:

1. Makanan dari kategori FODMAP

Makanan dalam kategori FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols) memiliki karbohidrat yang struktur kimianya berantai pendek. Makanan ini bisa menghasilkan gas pemicu kembung, nyeri, dan diare. 

Contoh makanan FODMAP antara lain:

  • Apel, pir, persik, dan buah kering.
  • Bawang bombai dan bawang putih.
  • Acar, kimchi, dan sauerkraut (kol asam).
  • Susu, yogurt, dan keju.
  • Kembang kol dan brussel sprout.
  • Kacang polong dan legum (chickpea, lentil, dan kacang kedelai).

Beberapa penelitian telah membuktikan manfaat membatasi makanan FODMAP pada penyakit terkait kantung usus besar, terutama irritable bowel syndrome dan divertikulitis. Pola makan ini bahkan dinilai dapat mengurangi risiko kedua penyakit tersebut.

2. Terlalu banyak serat

Makanan berserat sebenarnya baik bagi penderita divertikulitis, tapi terlalu banyak serat justru menjadi pantangan. Ini disebabkan karena serat membuat feses menjadi lebih berisi. Serat juga dapat meningkatkan gerak peristaltik dan kontraksi otot usus besar.

Keduanya bisa menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman, terutama saat kantung usus besar Anda sedang mengalami peradangan. Berikut makanan tinggi serat yang perlu Anda batasi:

  • Sayuran: wortel, bit, brokoli, dan brussel sprout.
  • Buah: Stroberi, alpukat, pisang, dan raspberry.
  • Bulir utuh: oat, quinoa, biji chia, dan beras merah.
  • Kacang merah, kacang hitam, edamame, dan sebagian besar polong-polongan.

Agar kebutuhan serat tetap tercukupi, pilihlah makanan berserat dengan jumlah serat yang tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa menunggu gejala radang membaik sebelum mengonsumsi makanan berserat tinggi.

3. Daging merah

makan daging merah

Menurut satu penelitian dalam The American Journal of Gastroenterology, banyak makan daging tanpa diimbangi olahraga dan asupan serat dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Gaya hidup yang sehat justru mengurangi risikonya hingga 50 persen.

Penelitian lain di Amerika juga menemukan hasil yang sama, terutama pada konsumsi daging merah yang belum diolah. Para peneliti menyarankan untuk mengurangi daging merah dan menggantinya dengan daging ayam atau ikan.

Akan tetapi, makanan ini tidak selalu jadi pantangan bagi penderita divertikulitis. Anda tetap boleh mengonsumsi daging, tapi tidak lebih dari satu potong (51 gram) sehari. Imbangi pula dengan aktivitas fisik, menjaga berat badan, dan tidak merokok.

4. Makanan tinggi gula dan lemak

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa makanan tinggi gula dan lemak mungkin bisa meningkatkan risiko penyakit divertikulitis. Keduanya juga dapat memicu peradangan pada tubuh sehingga membuat gejala bertambah parah.

Oleh sebab itu, penderita divertikulitis disarankan membatasi makanan berikut:

  • Junk food
  • Makanan yang digoreng dengan cara deep fry
  • Daging merah tinggi lemak
  • Susu full-fat dan produk sejenisnya
  • Tepung, roti, atau pasta dari gandum rafinasi

Perhatikan apa yang Anda konsumsi

Selain menghindari pantangan makanan, penderita divertikulitis juga perlu cermat saat meminum obat. Obat NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) terutama ibuprofen, aspirin, dan naproxen mungkin dapat memicu perdarahan pada kantung usus besar

Anda juga harus minum cukup air supaya tidak mengalami sembelit. Ketika sembelit, feses menjadi lebih padat dan keras. Gerakan feses pada usus besar bisa saja melukai kantung usus besar sehingga memperparah nyeri dan peradangan.

Hindari merokok, lakukan aktivitas fisik secara rutin, dan jagalah berat badan Anda agar tetap ideal. Langkah-langkah tersebut tidak cuma bermanfaat untuk meringankan gejala divertikulitis, tapi juga akan menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Faktor Risiko Anda Terkena Divertikulitis

Divertikulitis adalah peradangan yang bisa menyebabkan lapisan usus besar bolong dan berdarah. Apa saja penyebab divertikulitis dan faktor risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/09/2019 . Waktu baca 7 menit

Waspada Penyebab dan Gejala Radang Usus Besar (Bukan Cuma Sakit Perut!)

Radang usus besar perlu segera diobati agar tidak menimbulkan rasa sakit yang menyiksa. Yuk, kenali penyebab dan gejala radang usus besar di ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Makan Makanan Berserat Bikin Bayi Sembelit, Mitos Atau Fakta?

Ada mitos yang beredar di masyarakat mengatakan bayi tidak boleh dulu makan makanan berserat untuk MPASI-nya karena justru bikin bayi sembelit. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gangguan Pencernaan, Sembelit (Konstipasi), Health Centers 14/01/2019 . Waktu baca 3 menit

5 Perawatan Rumahan untuk Memulihkan Gejala Radang Usus Besar

Selain dengan rutin minum obat, mengobati penyakit radang usus besar juga dapat dilakukan di rumah lewat cara-cara alami. Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit
serat untuk bayi

Kenali Pentingnya Asupan Serat Bagi Bayi dan Kebutuhan Idealnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/03/2020 . Waktu baca 7 menit
asupan serat

Memenuhi Asupan Serat Harian Tanpa Alami Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/01/2020 . Waktu baca 4 menit
anak sakit perut

5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 11/12/2019 . Waktu baca 5 menit