Lumbago, sakit pinggang, atau nyeri pinggang merupakan hal dan kondisi yang sama. Sakit pinggang paling umum dirasakan orang segala usia, dari remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang muncul setelah mengangkat barang berat, terlalu lama duduk, atau terlalu lama berdiri. Namun ternyata, tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa hilang dengan sendirinya.

Gejala sakit pinggang yang harus diwaspadai

Gejala sakit pinggang bisa muncul ketika pinggang Anda cedera. Anda mungkin akan merasakan sensasi seperti kesetrum atau panas, rasa sakit nyeri, kesemutan dan bahkan kaku di sekitar pinggang.

Pada awalnya pinggang hanya terasa pegal, tapi lama kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri tegak. Sakit pinggang ini biasanya terjadi karena adanya otot menegang sehabis melakukan pekerjaan berat. Rasa sakit dapat ringan atau bisa jadi serius sampai Anda tidak bisa bergerak.

Gejala yang Anda rasakan biasanya tergantung pada apa penyebab sakit pinggang yang Anda alami. Anda mungkin juga merasakan sakit sampai ke kaki, pinggul, atau telapak kaki yang jadi melemah. Namun, penyebab sakit pinggang yang sering terjadi adalah karena otot atau ligamen terkilir akibat meregang atau bergerak erlebihan.

Apa penyebab sakit pinggang?

Kondisi sakit pinggang biasanya disebabkan karena Anda mengangkat benda berat dengan posisi tubuh yang tidak tepat, memutar tubuh,dan punya postur tubuh yang buruk. Jika gangguan ini tak ditangani dengan cepat maka bisa menyebabkan cedera saat olahraga. Otot yang terkilir dapat terjadi secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara perlahan karena gerakan yang berulang. Berikut penyebab nyeri pinggang yang umum:

  • Gerakan tiba-tiba bisa menyebabkan nyeri pinggang belakang
  • Lemak
  • Postur tubuh yang buruk
  • Lemah otot dan sakit perut
  • Banyak orang sakit setelah duduk terlalu lama
  • Mencoba untuk mengambil sesuatu

Selain itu, kelainan bawaan pada tulang belakang serta kondisi medis tertentu seperti saraf kejepit, radang sendi panggul, osteoporosis, stenosis tulang belakang, spondilolistesis serta obesitas juga bisa jadi penyebab sakit pinggang.Gejala biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu pengobatan atau bisa juga memerlukan pengobatan kronis dan berkepanjangan.

Nyeri pinggang karena pegal bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak kunjung pulih dalam 72 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan menjadi tanda kondisi serius lainnya.

Selain itu, sakit pinggan tidak hanya dirasakan di bagian belakang saja. Ada yang mengalami sakit pinggang kanan dan sakit pinggang kiri. Apakah keduanya sama, atau berbeda penyebabnya?

Penyebab sakit pinggang kiri

Rasa sakit pinggang kiri bisa saja menjadi tanda dari masalah kesehatan tertentu dan hal ini cukup berbahaya. Apalagi jika Anda tidak hanya sekali saja mengalaminya. Berikut adalah masalah kesehatan yang mungkin menjadi penyebab dari rasa sakit di pinggang kiri Anda:

1. Irritable bowel syndrome (IBS)

Kondisi IBS adalah gangguan pada fungsi sistem pencernaan, terutama usus besar. Seseorang yang mengalami irritable bowel syndrome akan mengalami buang air besar yang sangat sering, diare, hingga menimbulkan rasa sakit di bagian perut dan pinggang.

Kondisi medis ini terjadi akibat beberapa penyebab, seperti depresi, perubahan hormon selama haid, infeksi saluran pencernaan, sedang menggunakan obat-obatan tertentu, dan genetik.

Mengubah pola makan serta memilih bahan makanan yang sehat adalah salah satu cara untuk menghindari IBS yang berdampak pada sakit pinggang di bagian kiri.

2. Sakit batu ginjal

Ginjal terletak di bagian kiri dan kanan di antara pinggang tubuh. Bila Anda merasakan sakit jika Anda merasa sakit pinggang kiri, bisa saja karena adanya masalah pada ginjal kiri Anda. Salah satu masalah ginjal yang menimbulkan rasa sakit adalah batu ginjal.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, batu ginjal adalah salah satu penyakit menyebabkan rasa sakit pinggang kiri yang cukup parah. Batu yang ada di ginjal sebenarnya berasal dari zat-zat kimia yang seharusnya terbuang oleh tubuh, namun malah mengendap dan mengeras. Bisa jadi pemicunya adalah kebiasaan Anda yang tidak minum cukup air putih.

Bila memang Anda mengalami batu ginjal, biasanya tidak hanya merasakan sakit pinggang saja, namun urin berdarah dan mengalami mual serta muntah-muntah.

3. Otot kram

Otot pinggang yang kram dan menegang bisa juga menimbulkan rasa sakit. Posisi membungkuk atau memutar badan adalah salah satu gerakan yang bisa menyebabkan otot pinggang Anda menegang dan kejang.

Ketika terlalu sering digunakan dan melakukan gerakan yang salah, maka bukan tidak mungkin otot pinggang Anda menjadi tegang, kemudian robek akibat dipaksakan untuk bergerak. Robeknya otot membuat rasa sakit pinggang kiri timbul jika terjadi pada pinggang bagian kiri. Biasanya rasa sakit yang dirasakan bisa menjalar hingga ke bokong dan paha.

Penyebab sakit pinggang kanan

sakit pinggang sacroiliitis

Ada banyak kemungkinan sumber sakit pinggang kanan, salah satunya masalah pada organ di daerah abdomen, pinggang, atau bagian pelvis. Sakit dan nyeri tersebut bisa juga disebabkan  oleh adanya peradangan masalah pada organ dalam atau mungkin infeksi. Berikut merupakan hal yang menyebabkan sakit pinggang kanan:

1. Gejala sakit ginjal

Sama dengan masalah sakit pinggang kiri, sakit pinggang kanan bisa menjadi adanya tanda sakit ginjal. Gejala sakit ginjal yang terjadi biasanya berupa adanya batu ginjal, infeksi saluran kencing dengan komplikasi ginjal, dan sakit ginjal memiliki ciri-ciri yang sama. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri pada bawah pinggang, bisa terjadi di bagian kanan maupun kiri.

Gejala sakit ginjal ini biasanya disertai rasa sakit saat kencing dan muntah. Sakit saat buang air kecil ini, biasanya terjadi akibat batu (kristal) ginjal yang bergerak melalui ureter dan akhirnya masuk ke dalam saluran kencing manusia.

2. Otot pinggang menegang

Penyebab paling sering dari sakit pinggang kanan ini sering diakibatkan oleh otot di pinggang yang menegang. Otot tegang bisa disebabkan pula oleh hal yang berbeda. Contohnya antara lain, saat Anda mengangkat sesuatu yang tidak dalam posisi tubuh yang benar, salah bergerak, atau salah melakukan gerakan olahraga. Beberapa contoh tersebut sangat memungkinkan Anda untuk mengalami nyeri atau sakit pinggang kanan.

3. Penyakit degeneratif tulang belakang

Penyakit yang terjadi pada tulang belakang manusia ini biasanya terjadi saat cakram di daerah lumbar (tulang belakang) mulai terurai akibat hancur. Mungkin, Anda juga pernah mengenalnya dengan nama “pengapuran” tulang.

Biasanya banyak terjadi pada orang berusia lanjut atau kadang disebabkan oleh obesitas.Untuk obesitas, pengapuran tulang akan terjadi ketika semakin besar tekanan pada sendi. Tak menutup kemungkinan, semakin mudah pula sendi akan menjadi lebih rapuh dan menyebabkan sakit pinggang kanan.

4. Lumbar disc syndrome

Kondisi sakit pinggang kanan ini sering disebabkan oleh postur tubuh yang tidak benar  ketika mengangkat beban. Akibatnya, bisa mengurangi fungsi diskus tulang rawan bagian belakang tubuh.

Ketika celah diskus tulang rawan menyempit lalu tulang akan terdorong, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang atau saraf punggung bagian kanan atau kiri. Jika satu saraf  terganggu, punggung atau pinggang akan terasa kesemutan, mati rasa dan bahkan mudah sakit.

Adakah obat sakit pinggang yang ampuh?

minum obat kusta
Doctor’s hands holding two pills and a glass of water

Obat sakit pinggang bisa digunakan tergantung dari gejala dan penyebab yang ditimbulkan. Selain itu, di samping diberikan obat resep atau anjuran obat alami, Anda mungkin juga membutuhkan beberapa perawatan fisik atau terapi lain untuk menyembuhkan sakit pinggang yang Anda alami.

Berbagai pengobatan ini umumnya hanya untuk mengurangi rasa sakit, bukan menghilangkan sumber nyeri yang mendasarinya. Berikut ini beberapa obat sakit pinggang yang diresepkan dokter dan yang alami:

Obat sakit pinggang dengan resep dokter

1. Obat anti nyeri

Obat-obatan NSAID atau obat anti peradangan seperti ibuprofen atau natrium naproksen dapat meredakan sakit pinggang. Beberapa obat pereda nyer ini dapat Anda temukan dengan mudah di toko obat tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan.

Menggunakan obat anti nyeri secara berlebihan ini dapat menyebabkan efek samping yang serius. Bila dalam dosis umum tidak ampuh atau mempan, dokter mungkin akan memberikan obat resep dengan dosis yang lebih tinggi.

2. Penghilang rasa sakit topikal

Jika Anda mengalami sakit pinggang tapi tidak terlalu parah rasa nyerinya, Anda menggunakan obat penghilang rasa sakit topikal. Contoh, Anda dapat menggunakan koyo atau balsem di daerah yang terasa nyeri.

Obat penghilang rasa sakit jenis ini bisa dengan mudah Anda temukan di warung atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter.

3. Relaksan otot

Selain obat anti nyeri, dokter mungkin juga akan meresepkan relaksan otot sebagai obat sakit pinggang jika kondisi Anda tidak membaik. Relaksan otot biasanya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk sakit pinggang yang berhubungan dengan kejang otot.

Obat ini bekerja terpusat pada ota untuk memberitahu otak Anda agar mengendurkan otot-otot  yang kaku. Beberapa obat relaksan otot yang umum termasuk baclofen, cyclobenzaprine(Flexeril ®) dan eperison (Myonal ®).

4. Obat antidepresan

Antidepresan biasanya digunakan untuk mengobati depresi. Meski begitu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati sakit dengan mengubah senyawa kimia dalam otak, khususnya serotonin dan norepinefrin.

Senyawa kimia otak ini telah terbukti mempengaruhi reseptor nyeri serta reseptor mood. Orang dengan kondisi nyeri kronis yang tidak merespon pengobatan lain dapat menggunakan obat ini untuk mengontrol rasa sakit. Salah satunya yang dapat meredakan sakit atau nyeri pada pinggang.

5. Opioid

Opioid penghilang rasa sakit lebih kuat yang umumnya digunakan untuk nyeri yang lebih parah. Obat ini memerlukan resep dari dokter dan pemantauan berkala. Opoid bekerja dengan menghalangi reseptor rasa sakit di otak. Hal ini juga dapat mempengaruhi detak jantung dan pernafasan. Beberapa contoh opioid antara lain morfin, fentanyl, oksikodon, dan kodein.

Adakah obat sakit pinggang alami?

1. Capsaicin

Capsaicin merupakan senyawa yang terkandung dalam cabai, paprika atau bumbu dapur lainnya yang memiliki cita rasa pedas. Senyawa ini bekerja dengan mengurangi zat alami tertentu dalam tubuh, yang mana membantu meloloskan sinyal rasa sakit ke otak.

Di dunia kedokteran, capcaisin dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif yang digunakan untuk membantu mengobati sakit ringan dan nyeri otot atau sendi, misalnya arthritis, sakit pinggang, atau keseleo. Obat ini juga dapat digunakan sebagai obat tradisional sakit pinggang dan nyeri saraf.

2. Jahe

Meskipun studi lebih lanjut diperlukan, namun penelitian terbaru menyebutkan jika ekstrak jahe dapat membantu mengatasi nyeri sendi dan otot karena mengandung phytochemical. Phytochemical sendiri adalah senyawa yang membantu menghentikan peradangan, sehingga dapat dijadikan obat tradisional sakit pinggang.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa pasien yang secara teratur diberikan jahe mengalami perbaikan yang signifikan dalam rasa sakit, bengkak, dan rasa kaku.

3. Kunyit

Tidak seperti jenis tumbuhan lainnya, National Center for Complementary and Alternative Medicine telah menemukan bahwa kunyit dapat bekerja terbaik dalam memerangi nyeri sendi ketika diambil secara efektif.

Kandungan kurkumin dalam kunyit dipercaya sebagai antiperadangan yang baik untuk mengurangi nyeri sendi. Penggunaan kunyit dengan dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Itu sebabnya,silakan konsultasi ke ahli herbal atau dokter Anda sebelum menggunakan kunyit sebagai obat tradisional sakit pinggang.

4. Kompres dingin atau panas

Jangan meremehkan kompres dingin atau panas sebagai obat sakit pinggang herbal. Pasalnya, cara ini efektif untuk membantu proses penyembuhan sakit pinggang.

Dilansir dari WebMD, E. Anne Reicherter, PhD, PT, DPT, seorang profesor di University of Maryland School of Medicine mengatakan bahwa pemberian kompres dingin selama (1-2 hari) hari setelah cedera dapat mengurangi peradangan. Setelah 48 jam, Anda dapat beralih ke kompres panas, balsem atau obat topikal salep jika Anda menyukainya.

Baik itu kompres panas ataupun dingin, penting untuk memberikan jeda setidaknya 20 menit supaya kulit Anda dapat beristirahat. Jika setelah melakukan kompres nyeri masih berlanjut, segera konsultasi ke dokter.

5. Berendam air hangat

Saat Anda berendam air hangat, saraf dan otot yang menegang akan mengendur sehingga membuat Anda jadi lebih rileks. Tidak hanya itu, berendam air hangat juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan merangsang produksi hormon dopamin untuk melawan stres dalam tubuh. Itu sebabnya, berendam air hangat dapat menjadi obat sakit pinggang herbal.

Untuk obat tradisional sakit pinggang, mandi 2-3 jam sebelum tidur bisa jadi pilihan terbaik. Pertimbangkan menggunakan bantal mandi untuk menyangga punggung dan pinggang Anda saat berendam air hangat.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca