Otot pegal linu adalah cedera yang akrab bagi siapa pun yang berolahraga secara teratur. Otot paha, khususnya, menghasilkan banyak tenaga, sehingga mereka juga dikenakan banyak kerusakan. Salah satunya adalah cedera paha ligamen krusiatum.

Dengan nama yang begitu sulit dieja, ternyata penanganan cedera otot paha yang satu ini termasuk mudah. Baca terus untuk cari tahu lebih lanjut

Apa itu ligamen krusiatum?

Ligamen krusiatum adalah sepasang jaringan ikat yang berfungsi untuk melekatkan tulang paha dengan tulang kering. Nama krusiatum sendiri diambil dari bahasa Latin “crux” yang dalam bahasa Inggris disebut “cross” atau menyilang oleh karena bentuk sepasang ligamen itu yang menyilang satu sama lain. Ligamen krusiatum terdiri dari ligamen krusiatum anterior dan ligamen krusiatum posterior.

Apa fungsi dari ligamen krusiatum?

Ligamen krusiatum merupakan 2 dari 4 ligamen yang berfungsi untuk menstabilkan persendian lutut saat bergerak sehingga tidak mudah bergeser. Selain ligamen krusiatum, terdapat pula ligamen kolateral medial dan lateral. Ligamen krusiatum anterior berfungsi untuk menjaga tulang kering agar tidak bergeser ke depan, sedangkan ligamen krusiatum posterior berfungsi menjaga tulang kering tidak bergeser ke belakang.

Apa yang menyebabkan cedera paha setelah berolahraga?

Cedera ligamen krusiatum anterior disebabkan oleh karena cedera olahraga, baik secara kontak maupun tanpa kontak.

Tanda dan gejala cedera paha setelah berolahraga

Untuk mendiagnosis cedera paha ligamen krusiatum anterior, dokter biasanya akan menanyakan mengenai mekanisme cederanya— apakah kontak atau non-kontak. Mekanisme cedera non-kontak biasanya berkaitan dengan perubahan arah lari secara mendadak atau ketika mendarat setelah melompat. Pasien akan mendengar suara “Pop!” pada lutut dan biasanya tidak bisa melanjutkan olahraga karena nyeri, bengkak, dan lutut yang tidak stabil. Dalam beberapa jam akan terbentuk hemarthrosis. Sedangkan pada cedera kontak biasanya berkaitan dengan cedera yang lebih luas.

Pada pemeriksaan fisik dapat dilakukan beberapa manuver seperti:

  • Lachman test
  • Pivot shift test
  • Anterior drawer test

Bagaimana cara mengobati cedera paha setelah berolahraga?

Sebagai penangangan darurat, yang harus pertama kali dilakukan adalah mengurangi nyeri dan bengkak dengan prinsip RICE (rest, ice, compress,dan elevation) dan pemberian obat pereda nyeri seperti acetaminophen dan ibuprofen. Istirahatkan lutut dengan menggunakan alat bantu seperti kruk untuk sementara waktu.

Setelah penanganan pertama, langkah perawatan selanjutnya tergantung dari tingkat dan jenis cederanya, mulai dari program rehabilitasi atau menjalani pembedahan untuk merekonstruksi ligamen paha yang mengalami kerusakan.

Cedera paha (ligamen krusiatum) harus diperiksakan ke dokter untuk diagnosis akurat

Untuk melihat struktur ligamen yang rusak akibat cedera paha dapat digunakan pemeriksaan MRI, arthrogram, atau rontgen. MRI merupakan teknik pemindaian yang paling sensitif (90-98%) dan dapat menemukan adanya robekan pada ligamen krusiatum anterior.

Dengan rontgen, dokter dapat menemukan adanya fraktur Segond pada anteroposterior, yaitu fraktur avulsi kapsul lateral, dimana merupakan tanda tidak langsung adanya cedera ligamen krusiatum anterior. Sedangkan, sinar X posisi lateral dapat ditemukan fraktur lateral notch yang berada di kondilus femoralis lateral. Temuan ini sering didapatkan pada cedera ligamen krusiatum anterior kronik disebabkan oleh subluksasi anterior dari dasar tibialis lateral.

Secara umum, arthrogram telah digantikan oleh MRI dan arthrogram harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dalam melakukan double-contrast arthrography.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca