Memahami Gejala dan 4 Cara Mengatasi Keringat Dingin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setiap manusia memiliki dua hingga empat juta kelenjar keringat di sekujur tubuhnya. Kelenjar keringat dibedakan menurut jenisnya; kelenjar eccrine dan apokrin. Keringat yang lebih dulu mengucur dari bagian atas paha dan ketiak menjadi pertanda awal dari munculnya keringat dingin. Lalu, tahukah Anda bagaimana cara mengatasi keringat dingin? Cari tahu jawabannya di dalam artikel berikut.

Memahami gejala munculnya keringat dingin

Sebelum mempelajari cara mengatasi keringat dingin, Anda perlu memahami gejala dari kondisi ini. Umumnya, keringat dingin muncul atau terjadi sebagai bentuk respon tubuh terhadap ancaman yang berasal dari luar tubuh. Saat itu, tubuh merasa stres hingga mengeluarkan keringat dingin.

Keringat dingin biasanya muncul hanya di area-area tertentu saja, misalnya di telapak tangan, ketiak, atau di telapak kaki. Berbeda dengan keringat pada umumnya yang bisa terjadi di sekujur tubuh. Keringat dingin juga tidak disebabkan oleh suhu tubuh yang terlalu panas atau olahraga terlalu berat, seperti keringat biasa.

Keringat dingin juga bisa terjadi pada pagi, siang, sore, hingga malam hari. Tergantung pada kapan pemicu keringat dingin pada tubuh Anda terjadi. Berbeda dengan night sweats yang hanya bisa terjadi pada malam hari atau saat Anda tidur.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi pemicu munculnya keringat dingin, di antaranya adalah syok, infeksi tertentu, vertigo, stres, kecemasan, migrain, hipoksia, serangan jantung, hipoglikemia, dan masih banyak lagi. Keringat dingin biasanya juga disertai dengan gejala lain, tergantung dari penyebabnya.

Gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan keringat dingin adalah jantung yang berdetak lebih keras, deru napas yang lebih kencang, kelenjar keringat terbuka, lepasnya hormon endorfin, dan kurangnya aliran darah menuju ke sistem pencernaan sehingga menyebabkan produksi saliva berkurang dan mulut menjadi kering.

Jika Anda sudah memahami gejala yang terjadi saat Anda mengalami keringat dingin, Anda juga harus memahami bagaimana cara mengatasinya.

4 cara mengatasi keringat dingin

Sebenarnya, jika ingin mengatasi keringat dingin, Anda harus mencari tahu penyebab dari kondisi ini. Dengan mengatasi penyebabnya, kemungkinan besar keringat dingin juga akan ikut teratasi. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengurangi risiko terjadi keringat dingin. Simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Penggunaan obat-obatan

Untuk mengatasi keringat dingin, Anda bisa menggunakan obat-obatan tertentu yang berkaitan dengan penyebab munculnya keringat tersebut. Obat-obatan yang mungkin bisa Anda gunakan di antaranya adalah:

  • Nerve blockers. Obat-obatan ini bisa Anda gunakan untuk menghalangi saraf Anda memberi sinyal kepada otak agar memproduksi keringat.
  • Antidepresan. Obat ini mungkin bisa Anda gunakan untuk mengatasi penyebab keringat dingin seperti gangguan kecemasan.

Namun, sebelum Anda menggunakan obat-obatan untuk mengatasi keringat dingin, pastikan bahwa Anda sudah yakin penyebab dari keringat dingin yang Anda alami. Selain itu, lebih baik berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai kondisi Anda, dan obat-obatan apa yang sebaiknya Anda gunakan.

2. Olahraga

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin adalah memperbanyak olahraga. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat dan dapat membantu Anda mengurangi rasa stres, seperti yoga dan jenis olahraga relaksasi lainnya.

Yoga, meditasi, dan olahraga relaksasi bisa sangat membantu untuk mengurangi rasa stres dan kecemasan sehingga Anda bisa lebih tenang dan rileks. Lakukan kegiatan ini secara rutin agar risiko mengalami kondisi ini pun berkurang.

3. Terapkan pola makan sehat

Pada beberapa orang, makanan dan minuman tertentu bisa memicu tubuh menghasilkan lebih banyak keringat. Hal ini juga bisa terjadi saat Anda mengalami keringat dingin.

Jika Anda ingin mengatasi gejala keringat dingin ini, Anda sebaiknya mengurangi asupan kafein yang memang berpotensi meningkatkan produksi keringat.

Lebih baik, jaga asupan air mineral Anda sepanjang hari agar Anda terhindar dari dehidrasi. Mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga bisa membantu Anda mencegah Anda mengalami keringat dingin.

4. Menjaga kebersihan tubuh

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keringat dingin adalah menjaga kebersihan tubuh. Melakukannya dapat menghindarkan Anda dari risiko bau badan akibat berkeringat terus menerus.

Salah satu cara menjaga kebersihan adalah mandi dengan sabun antibakteri yang dapat membantu Anda mengurangi bau badan yang disebabkan oleh produksi keringat dingin yang berlebih.

Pastikan juga area tubuh yang rentan dengan keringat dingin tetap kering sehingga mengurangi jumlah munculnya bakteri yang menyebabkan bau badan serta mengurangi rasa tidak nyaman akibat keringat dingin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Pentingnya kecerdasan emosional saat bekeja dapat mempengaruhi kemapuan Anda dalam menjaga hubungan sesama teman kerja hingga kesuksesan dalam berkarir.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Psikologi 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28 April 2020 . Waktu baca 6 menit