Mengatasi Keloid, Bekas Luka yang Mengganggu Penampilan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/01/2020
Bagikan sekarang

Ketika kulit Anda terluka, akan terbentuk jaringan parut di atas luka untuk membantu memperbaiki dan melindungi kulit yang mengalami kerusakan. Pada beberapa kasus, jaringan parut ini tumbuh secara berlebihan, membentuk jaringan halus dan keras yang Anda kenal dengan keloid.

Keloid dapat berukuran lebih besar dari luka asalnya. Biasanya keloid dapat muncul pada luka di dada, bahu, cuping telinga, dan pipi. Namun, tentu saja keloid dapat muncul pada bagian tubuh manapun. Walau keloid tidak berbahaya, namun bagi sebagian orang terutama wanita tentu saja munculnya bekas luka ini mengganggu penampilan.

Seperti apa keloid itu?

Berikut adalah beberapa ciri keloid:

  • Terlokalisir pada suatu area kulit dengan warna seperti kulit, merah muda, atau kemerahan.
  • Berupa bagian yang menonjol pada kulit.
  • Biasanya terus tumbuh semakin besar seiring dengan berjalannya waktu.
  • Kadang dapat terasa gatal.

Keloid biasanya berbentuk lebih besar dari luka asal. Bekas luka ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan hingga benar-benar terbentuk sempurna.

Walau dapat terasa gatal, namun biasanya bekas luka ini tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Anda mungkin dapat merasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan mengalami iritasi dari baju yang menggesek keloid Anda. Pada kasus yang jarang, Anda dapat mengalami keloid yang cukup banyak pada tubuh Anda. Ketika hal ini terjadi, jaringan keloid yang mengeras mungkin saja membatasi pergerakan Anda.

BACA JUGA: Cara Menghilangkan Bekas Luka Pada Wajah

Keloid lebih banyak menimbulkan masalah penampilan dibanding kesehatan. Anda mungkin akan merasa terganggu dengan keloid yang besar dan berada pada tempat yang mudah terlihat orang, seperti wajah atau telinga. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat keloid Anda lebih gelap daripada kulit sekitar Anda, membuatnya semakin jelas terlihat. Anda dapat melindungi bekas luka Anda ketika berada di bawah sinar matahari untuk mencegah perubahan warna.

Apa yang menyebabkan munculnya keloid?

Kebanyakan luka pada kulit dapat menyebabkan keloid, seperti:

  • bekas jerawat
  • luka bakar
  • bekas cacar
  • luka tindik
  • luka gores
  • luka bekas operasi
  • luka bekas vaksin

Menurut American Ostepathic College of Dermatology, kira-kira 10% populasi masyarakat mengalami keloid, dengan kemungkinan terjadi pada pria dan wanita sama besar. Orang-orang berkulit hitam memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami keloid.

BACA JUGA: 9 Bahan Alami untuk Menghilangkan Bekas Cacar

Selain itu, faktor risiko lain untuk terjadinya keloid antara lain:

  • keturunan Asia
  • keturunan Latin
  • hamil
  • berusia kurang dari 30 tahun

Keloid memiliki faktor genetik, yang berarti jika orangtua Anda memiliki keloid, maka Anda kemungkinan besar juga dapat mengalaminya. Sebuah penelitan menunjukkan bahwa sebuah gen yang bernama AHNAK memainkan peran untuk menentukan apakah seseorang dapat mengalami keloid atau tidak. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang memiliki gen AHNAK akan lebih mungkin mengalami keloid daripada mereka yang tidak.

Jika Anda mengetahui bahwa Anda memiliki faktor risiko mengalami keloid, maka Anda dapat menghindari tindikan, operasi yang tidak perlu, atau tattoo.

Kapan harus ke dokter?

Keloid biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus, namun jika keloid tersebut terus bertambah besar, atau Anda mengalami gejala lain, dan ingin mengangkatnya, Anda mungkin harus berkonsultasi pada dokter. Keloid merupakan jaringan jinak, namun pertumbuhan yang tidak terkontrol dapat menjadi tanda keganasan.

Setelah mendiagnosis keloid melalui pemeriksaan fisik, dokter Anda mungkin akan menyarankan biopsi menyingkirkan kondisi lain. Biopsi berarti mengambil sebagian kecil jaringan keloid dan memeriksanya untuk memastikan ada tidaknya sel ganas.

Bagaimana cara mengatasi keloid?

Keloid merupakan hasil dari usaha tubuh memperbaiki dirinya. Jadi, jika Anda membuang keloid, akan terdapat kemungkinan jaringan tersebut akan tumbuh lagi, bahkan dalam ukuran yang lebih besar. Metode lain yang dapat digunakan jika Anda ingin menyingkirkan keloid Anda antara lain:

  • injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • penggunaan minyak pelembab untuk menjaga agar jaringan tetap lunak
  • penggunaan gel silikon setelah terjadinya luka
  • membekukan jaringan untuk membunuh sel-sel kulit
  • terapi laser untuk mengurangi jaringan parut
  • radiasi untuk mengecilkan keloid

BACA JUGA: Cara Mencegah Munculnya Bekas Jerawat

Dokter biasanya akan menyarankan terapi yang tidak invasif sebagai terapi awal, seperti menggunakan silikon, injeksi, atau obat pada pembalut luka. Semua terapi ini membutuhkan penggunaan yang sering dan hati-hati agar hasilnya dapat terlihat.

Jika keloid sangat besar, dokter mungkin akan menganjurkan metode operasi. Namun, menurut Dermatology Online Journal, kemungkinan bagi keloid tersebut untuk muncul kembali sangat besar, oleh karena itu dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani suntik steroid setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan tersebut.

Kesimpulan

Walau jarang menyebabkan kondisi yang serius, keloid dapat mengganggu penampilan. Pengobatan untuk keloid biasanya sulit dan tidak selalu efektif. Oleh karena itu, jika Anda memiliki faktor risiko keloid, penting bagi Anda untuk mencegah terjadinya luka pada kulit.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

    Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Direkomendasikan untuk Anda

    gatal karena kulit kering

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    warna rambut

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020