Mengatasi Keloid, Bekas Luka yang Mengganggu Penampilan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ketika kulit Anda terluka, akan terbentuk jaringan parut di atas luka untuk membantu memperbaiki dan melindungi kulit yang mengalami kerusakan. Pada beberapa kasus, jaringan parut ini tumbuh secara berlebihan, membentuk jaringan halus dan keras yang Anda kenal dengan keloid.

Keloid dapat berukuran lebih besar dari luka asalnya. Biasanya keloid dapat muncul pada luka di dada, bahu, cuping telinga, dan pipi. Namun, tentu saja keloid dapat muncul pada bagian tubuh manapun. Walau keloid tidak berbahaya, namun bagi sebagian orang terutama wanita tentu saja munculnya bekas luka ini mengganggu penampilan.

Seperti apa keloid itu?

Berikut adalah beberapa ciri keloid:

  • Terlokalisir pada suatu area kulit dengan warna seperti kulit, merah muda, atau kemerahan.
  • Berupa bagian yang menonjol pada kulit.
  • Biasanya terus tumbuh semakin besar seiring dengan berjalannya waktu.
  • Kadang dapat terasa gatal.

Keloid biasanya berbentuk lebih besar dari luka asal. Bekas luka ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan hingga benar-benar terbentuk sempurna.

Walau dapat terasa gatal, namun biasanya bekas luka ini tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Anda mungkin dapat merasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan mengalami iritasi dari baju yang menggesek keloid Anda. Pada kasus yang jarang, Anda dapat mengalami keloid yang cukup banyak pada tubuh Anda. Ketika hal ini terjadi, jaringan keloid yang mengeras mungkin saja membatasi pergerakan Anda.

BACA JUGA: Cara Menghilangkan Bekas Luka Pada Wajah

Keloid lebih banyak menimbulkan masalah penampilan dibanding kesehatan. Anda mungkin akan merasa terganggu dengan keloid yang besar dan berada pada tempat yang mudah terlihat orang, seperti wajah atau telinga. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat keloid Anda lebih gelap daripada kulit sekitar Anda, membuatnya semakin jelas terlihat. Anda dapat melindungi bekas luka Anda ketika berada di bawah sinar matahari untuk mencegah perubahan warna.

Apa yang menyebabkan munculnya keloid?

Kebanyakan luka pada kulit dapat menyebabkan keloid, seperti:

  • bekas jerawat
  • luka bakar
  • bekas cacar
  • luka tindik
  • luka gores
  • luka bekas operasi
  • luka bekas vaksin

Menurut American Ostepathic College of Dermatology, kira-kira 10% populasi masyarakat mengalami keloid, dengan kemungkinan terjadi pada pria dan wanita sama besar. Orang-orang berkulit hitam memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami keloid.

BACA JUGA: 9 Bahan Alami untuk Menghilangkan Bekas Cacar

Selain itu, faktor risiko lain untuk terjadinya keloid antara lain:

  • keturunan Asia
  • keturunan Latin
  • hamil
  • berusia kurang dari 30 tahun

Keloid memiliki faktor genetik, yang berarti jika orangtua Anda memiliki keloid, maka Anda kemungkinan besar juga dapat mengalaminya. Sebuah penelitan menunjukkan bahwa sebuah gen yang bernama AHNAK memainkan peran untuk menentukan apakah seseorang dapat mengalami keloid atau tidak. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang memiliki gen AHNAK akan lebih mungkin mengalami keloid daripada mereka yang tidak.

Jika Anda mengetahui bahwa Anda memiliki faktor risiko mengalami keloid, maka Anda dapat menghindari tindikan, operasi yang tidak perlu, atau tattoo.

Kapan harus ke dokter?

Keloid biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus, namun jika keloid tersebut terus bertambah besar, atau Anda mengalami gejala lain, dan ingin mengangkatnya, Anda mungkin harus berkonsultasi pada dokter. Keloid merupakan jaringan jinak, namun pertumbuhan yang tidak terkontrol dapat menjadi tanda keganasan.

Setelah mendiagnosis keloid melalui pemeriksaan fisik, dokter Anda mungkin akan menyarankan biopsi menyingkirkan kondisi lain. Biopsi berarti mengambil sebagian kecil jaringan keloid dan memeriksanya untuk memastikan ada tidaknya sel ganas.

Bagaimana cara mengatasi keloid?

Keloid merupakan hasil dari usaha tubuh memperbaiki dirinya. Jadi, jika Anda membuang keloid, akan terdapat kemungkinan jaringan tersebut akan tumbuh lagi, bahkan dalam ukuran yang lebih besar. Metode lain yang dapat digunakan jika Anda ingin menyingkirkan keloid Anda antara lain:

  • injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • penggunaan minyak pelembab untuk menjaga agar jaringan tetap lunak
  • penggunaan gel silikon setelah terjadinya luka
  • membekukan jaringan untuk membunuh sel-sel kulit
  • terapi laser untuk mengurangi jaringan parut
  • radiasi untuk mengecilkan keloid

BACA JUGA: Cara Mencegah Munculnya Bekas Jerawat

Dokter biasanya akan menyarankan terapi yang tidak invasif sebagai terapi awal, seperti menggunakan silikon, injeksi, atau obat pada pembalut luka. Semua terapi ini membutuhkan penggunaan yang sering dan hati-hati agar hasilnya dapat terlihat.

Jika keloid sangat besar, dokter mungkin akan menganjurkan metode operasi. Namun, menurut Dermatology Online Journal, kemungkinan bagi keloid tersebut untuk muncul kembali sangat besar, oleh karena itu dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani suntik steroid setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan tersebut.

Kesimpulan

Walau jarang menyebabkan kondisi yang serius, keloid dapat mengganggu penampilan. Pengobatan untuk keloid biasanya sulit dan tidak selalu efektif. Oleh karena itu, jika Anda memiliki faktor risiko keloid, penting bagi Anda untuk mencegah terjadinya luka pada kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

    Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Psoriasis Gutata

    Psoriasis guttata (gutata) adalah psoriasis yang menyebabkan bintik-bintik merah menyebar luas pada kulit. Ketahui penyebab dan pengobatannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

    Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Seks dengan Lampu Menyala

    6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Psoriasis eritroderma

    Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    Psoriasis pustulosa atau pustular

    Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    psoriasis inversa

    Psoriasis Inversa

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit