Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu orang yang suka memanaskan makanan di microwave? Kepraktisan dan hemat waktu adalah dua hal yang menjadi alasan utama menggunakan microwave untuk memanaskan makanan. Sebagian orang mungkin memiliki kebiasaan mengambil makanan dari lemari pendingin kemudian langsung memasaknya ke microwave. Dalam waktu tiga menit saja, makanan itu sudah siap disantap. Tapi, apakah benar, memanaskan makanan dengan plastik di microwave aman? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal berbagai jenis wadah plastik

Pernahkah Anda mendengar soal memanaskan makanan menggunakan wadah plastik dalam microwave bisa menyebabkan kanker? Hmmm… Sebenarnya berita ini tidak sepenuhnya benar. Bahan plastik yang biasanya digunakan sebagai wadah untuk memanaskan makanan ternyata tidak mengandung dioksin. Hal ini dikarenakan dioksin hanya muncul ketika sampah, plastik, logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya dibakar.

Jadi, selama Anda tidak membakar makanan Anda dalam microwave, maka Anda tidak akan terpapar dioksin. Namun, tetap amankah memanaskan makanan dalam plastik di microwave?

Pada dasarnya tidak ada substansi tunggal yang disebut “plastik”, karena istilah tersebut mencakup banyak bahan yang terbuat dari berbagai senyawa organik dan anorganik. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis wadah plastik yang ada di pasaran. Jadi plastik yang beredar di pasaran di bagi menjadi tiga jenis yang tergantung pada kegunaannya, yaitu:

  • Plastik yang dirancang untuk produk rumah tangga
  • Plastik yang digunakan untuk menyimpaan persediaan alat berkebun
  • Plastik yang memang secara khusus dibuat untuk menyimpan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Nah, perusahaan yang membuat produk wadah penyimpanan makanan tentunya menggunakan bahan yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memproduksi wadah penyimpanan makanan yang bisa dipanaskan. Jadi tidak semua bahan kimia yang digunakan untuk membuat wadah plastik itu sama.

Kandungan bahan kimia dalam wadah penyimpanan makanan

Ada beberapa zat kimia yang ditambahkan ke dalam plastik wadah penyimpanan makanan untuk membentuk dan menstabilkannya bahan kimia di dalamnya. Namun, umumnya ada dua komponen dalam plastik yang Anda waspadai, yaitu bisphenol-A (BPA) yang ditambahkan untuk membuat plastik menjadi bening dan keras, serta phthalates yang ditambahkan untuk membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel.

Zat BPA dan phthalates sering diyakini sebagai “pengganggu sistem endokrin”, yang mana ke dua zat ini bisa mengganggu fungsi normal hormon manusia dan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan BPA dan phthalates bisa saja berpindah ke makanan saat di panaskan, apalagi pada makanan berlemak seperti daging dan keju.

Selain itu jika paparan BPA terkena pada ibu hamil maka akan menyebabkan gangguan selama kehamilan. Itu sebabnya Badan Pengawasan obat dan Makanan Amerika (FDA) melarang penggunaan BPA pada produk bayi dan ibu hamil.

Sebelum memproduksi wadah penyimpanan makanan yang bisa dipanaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengharuskan produsen wadah plastik untuk mengujinya terlebih dahulu menggunakan tes yang memenuhi standar dan spesifikasi FDA. Kemudian hasil uji data ditinjau lagi sebelum FDA menyetujui bahwa wadah tersebut aman untuk digunakan dalam microwave.

Beberapa tes ini dilakukan untuk mengukur migrasi bahan kimia pada beberapa suhu panas, yang mana untuk mengetahui ketahanan wadah plastik tersebut selama digunakan. Dan hanya wadah plastik yang lulus tes tersebut, dapat menampilkan label “microwave-safe”, atau kata-kata yang menyatakan bahwa mereka telah disetujui untuk digunakan dalam microwave.

Jadi, apakah aman memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave?

Umumnya label “microwave-safe” hanya menginformasikan bahwa wadah tersebut tidak akan meleleh saat masuk ke dalam microwave. Tetapi belum tentu mereka benar-benar aman untuk berada dalam suhu yang panas. Terlebih saat ini banyak perusahaan yang memang mengaku memproduksi produk yang bebas BPA, namun pada kenyataannya tetap memasukan unsur kimia pengganti yang ternyata sama bahayanya.

Untuk mencegah berbagai bahaya akibat penggunaan wadah plastik, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan microwave:

  • Sebaiknya panasnya makanan menggunakan wadah keramik atau kaca yang memang bisa digunakan di oven microwave
  • Selain itu, jangan gunakan wadah plastik berlabel “microwave-safe” yang sudah tergores dan warnanya telah berubah. Pasalnya bagian tersebut bisa memaparkan kandungan kimia ke dalam makanan.
  • Gunakan termometer makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut telah mencapai suhu memasak yang aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

Untuk memastikan mata anak terus sehat hingga ia dewasa nanti, kesehatan matanya harus dijaga sejak ia masih kecil. Bagaimana orangtua bisa membantu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wadah Makanan dari Styrofoam Bisa Menyebabkan Kanker?

Anda mungkin sudah pernah mendengar bahaya styrofoam sebagai wadah makanan, namun apakah ini benar? Bagaimana caranya agar aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Semua Informasi Penting yang Harus Anda Tahu Tentang Golongan Darah O

Golongan darah O sering disebut sebagai golongan darah universal karena katanya bisa menyumbang darah ke semua orang. Eits, tunggu dulu!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan Anda

Tak hanya berguna bagi yang membutuhkan, Anda juga bisa mendapatkan manfaat donor darah sebagai pendonor, salah satunya panjang umur. Selain itu, apa lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hb tinggi

Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit
memperbaiki pola tidur terbangun tengah malam

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagaimana Mengatasi Bau Badan Yang Muncul Tiba-Tiba?

Mengatasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Hormon Estrogen Rendah Pada Wanita, Apa Tanda dan Gejalanya?

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit