Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu orang yang suka memanaskan makanan di microwave? Kepraktisan dan hemat waktu adalah dua hal yang menjadi alasan utama menggunakan microwave untuk memanaskan makanan. Sebagian orang mungkin memiliki kebiasaan mengambil makanan dari lemari pendingin kemudian langsung memasaknya ke microwave. Dalam waktu tiga menit saja, makanan itu sudah siap disantap. Tapi, apakah benar, memanaskan makanan dengan plastik di microwave aman? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal berbagai jenis wadah plastik

Pernahkah Anda mendengar soal memanaskan makanan menggunakan wadah plastik dalam microwave bisa menyebabkan kanker? Hmmm… Sebenarnya berita ini tidak sepenuhnya benar. Bahan plastik yang biasanya digunakan sebagai wadah untuk memanaskan makanan ternyata tidak mengandung dioksin. Hal ini dikarenakan dioksin hanya muncul ketika sampah, plastik, logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya dibakar.

Jadi, selama Anda tidak membakar makanan Anda dalam microwave, maka Anda tidak akan terpapar dioksin. Namun, tetap amankah memanaskan makanan dalam plastik di microwave?

Pada dasarnya tidak ada substansi tunggal yang disebut “plastik”, karena istilah tersebut mencakup banyak bahan yang terbuat dari berbagai senyawa organik dan anorganik. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis wadah plastik yang ada di pasaran. Jadi plastik yang beredar di pasaran di bagi menjadi tiga jenis yang tergantung pada kegunaannya, yaitu:

  • Plastik yang dirancang untuk produk rumah tangga
  • Plastik yang digunakan untuk menyimpaan persediaan alat berkebun
  • Plastik yang memang secara khusus dibuat untuk menyimpan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Nah, perusahaan yang membuat produk wadah penyimpanan makanan tentunya menggunakan bahan yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memproduksi wadah penyimpanan makanan yang bisa dipanaskan. Jadi tidak semua bahan kimia yang digunakan untuk membuat wadah plastik itu sama.

Kandungan bahan kimia dalam wadah penyimpanan makanan

Ada beberapa zat kimia yang ditambahkan ke dalam plastik wadah penyimpanan makanan untuk membentuk dan menstabilkannya bahan kimia di dalamnya. Namun, umumnya ada dua komponen dalam plastik yang Anda waspadai, yaitu bisphenol-A (BPA) yang ditambahkan untuk membuat plastik menjadi bening dan keras, serta phthalates yang ditambahkan untuk membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel.

Zat BPA dan phthalates sering diyakini sebagai “pengganggu sistem endokrin”, yang mana ke dua zat ini bisa mengganggu fungsi normal hormon manusia dan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan BPA dan phthalates bisa saja berpindah ke makanan saat di panaskan, apalagi pada makanan berlemak seperti daging dan keju.

Selain itu jika paparan BPA terkena pada ibu hamil maka akan menyebabkan gangguan selama kehamilan. Itu sebabnya Badan Pengawasan obat dan Makanan Amerika (FDA) melarang penggunaan BPA pada produk bayi dan ibu hamil.

Sebelum memproduksi wadah penyimpanan makanan yang bisa dipanaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengharuskan produsen wadah plastik untuk mengujinya terlebih dahulu menggunakan tes yang memenuhi standar dan spesifikasi FDA. Kemudian hasil uji data ditinjau lagi sebelum FDA menyetujui bahwa wadah tersebut aman untuk digunakan dalam microwave.

Beberapa tes ini dilakukan untuk mengukur migrasi bahan kimia pada beberapa suhu panas, yang mana untuk mengetahui ketahanan wadah plastik tersebut selama digunakan. Dan hanya wadah plastik yang lulus tes tersebut, dapat menampilkan label “microwave-safe”, atau kata-kata yang menyatakan bahwa mereka telah disetujui untuk digunakan dalam microwave.

Jadi, apakah aman memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave?

Umumnya label “microwave-safe” hanya menginformasikan bahwa wadah tersebut tidak akan meleleh saat masuk ke dalam microwave. Tetapi belum tentu mereka benar-benar aman untuk berada dalam suhu yang panas. Terlebih saat ini banyak perusahaan yang memang mengaku memproduksi produk yang bebas BPA, namun pada kenyataannya tetap memasukan unsur kimia pengganti yang ternyata sama bahayanya.

Untuk mencegah berbagai bahaya akibat penggunaan wadah plastik, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan microwave:

  • Sebaiknya panasnya makanan menggunakan wadah keramik atau kaca yang memang bisa digunakan di oven microwave
  • Selain itu, jangan gunakan wadah plastik berlabel “microwave-safe” yang sudah tergores dan warnanya telah berubah. Pasalnya bagian tersebut bisa memaparkan kandungan kimia ke dalam makanan.
  • Gunakan termometer makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut telah mencapai suhu memasak yang aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit