6 Pantangan Makanan dan Minuman Bagi Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Penyakit jantung dapat menyebabkan komplikasi parah mengancam jiwa. Oleh karena itu, orang yang mengalami gejala penyakit kardiovaskuler ini harus mendapatkan perawatan dokter segera. Nah, agar gejalanya tidak kambuh, pasien harus minum obat. Selain itu, menghindari pantangan makanan yang dapat memperparah penyakit jantung. Lantas, apa saja makanan dan minuman yang dilarang untuk pengidap penyakit jantung? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Makanan dan minuman yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

Penyakit jantung tidak dapat sembuhkan, tapi gejalanya bisa dikendalikan dengan pengobatan. Mulai dari minum obat seperti heparin hingga menjalani prosedur medis, seperti angioplasti.

Tidak hanya itu, pasien penyakit jantung harus cermat memilih makanan dan minuman. Mereka harus meningkatkan konsumsi makanan yang menyehatkan jantung, contohnya buah dan sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan kaya omega 3.

Sebaliknya, jika pasien masih bandel mengonsumsi makanan dan minuman yang dilarang untuk penyakit jantung, pengobatan jadi tidak efektif.

Jika Anda didiagnosis berbagai jenis penyakit jantung, seperti aterosklerosis aritmia, daftar makanan pantangan yang wajib dihindari, meliputi:

1. Makanan tinggi lemak dan kolesterol

Penyebab sakit jantung yang paling umum adalah penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah arteri oleh plak. Pada orang yang sehat, pembuluh darah ini menjadi jalur mengalirnya darah kaya oksigen ke jantung.

Akan tetapi, pada orang dengan penyakit jantung, jalur tersebut menjadi lebih sempit karena plak. Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar.

Plak pada arteri ini terbentuk oleh lemak dan kolesterol dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Jika makanan tinggi lemak dan kolesterol sering dikonsumi, risiko penyakit jantung akan semakin besar.

Bila pasien penyakit kardiovaskuler mengonsumsi makanan ini, kondisi jantung dan pembuluh darah akan semakin memburuk. Itulah sebabnya, jenis makanan ini menjadi pantangan bagi penderita penyakit jantung.

Contoh makanan yang dilarang untuk pengidap penyakit jantung ini adalah pizza, burger, daging dengan lemaknya, dan berbagai makanan yang digoreng.

2. Daging olahan

Sumber protein hewani memang baik untuk jantung. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini dari daging sapi. Akan tetapi, bukan daging sapi olahan, seperti sosis, kornet, atau daging asap.

Jenis daging ini mengalami proses pengolahan yang biasanya ditambahkan pengawet. Bahan pengawet daging yang sering digunakan adalah nitrit dan garam.

Orang dengan masalah pada jantung diharuskan mengurangi asupan garam. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, garam dapat menaikkan tekanan darah dan mengurangi aliran darah kaya oksigen ke jantung.

Bila tekanan darah sudah tinggi, jantung akan mendapat banyak tekanan dan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pada pasien penyakit kardiovaskuler, pembuluh arteri bisa rusak dan akhirnya menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Ketimbang mengonsumsi makanan yang dilarang untuk penderita penyakit jantung ini, Anda lebih baik memilih masakan daging sapi segar yang disisihkan lemaknya.

3. Mayonaise dan margarin yang tinggi lemak trans

Sebagai pelengkap dan penyedap rasa, mayonaise sering kali ditambahkan untuk makanan. Sebut saja burger, salad, dan makanan junk food lainnya. Meskipun enak, ternyata penderita penyakit jantung harus menghindari makanan ini.

Konsumsi mayonaise dan margarine yang mengandung lemak trans dikhawatirkan memicu kenaikan kolesterol dan memperburuk penyakit kardiovaskular. Sebagai ganti mayonaise, Anda bisa menggunakan yogurt rendah lemak tanpa rasa. Gunakan yogurt ini sebagai topping untuk salad sehat Anda.

Anda juga bisa mengganti mayonaise ini dengan minyak zaitun, yakni minyak yang sehat untuk jantung. Akan tetapi, penggunaan minyak zaitun juga harus dibatasi.

4. Camilan dan makanan asin

Membatasi asupan garam menjadi salah satu aturan diet pada pasien penyakit kardiovaskuler. Jadi, tidak diragukan lagi jika camilan asin, seperti makaroni gurih atau keripik kentang menjadi makanan yang dilarang untuk pengidap penyakit jantung.

Anda bisa mengganti camilan ini dengan makanan yang lebih sehat, seperti pisang, apel, atau yogurt dengan topping kacang almond atau stroberi.

Kemudian, pastikan masakan yang Anda olah tidak ditambahkan banyak garam. Coba tambahkan rempah-rempah agar makanan tetap lezat dan menggugah selera.

5. Makanan tinggi gula

Obesitas adalah faktor risiko penyakit kardiovaskuler sekaligus memperparah kondisinya. Maka itu, dokter akan meminta pasien penyakit jantung untuk menjaga berat badannya tetap terkendali; tidak terlalu gendut maupun kurus.

Agar berat badan tidak berlebihan, konsumsi makanan tinggi gula harus dihindari. Apalagi dikonsumsi terlalu sering. Contoh makanan tinggi gula yang menjadi pantangan untuk pasien penyakit jantung adalah manisan buah kering, permen, kue-kue manis, dan es krim.

Anda lebih baik mengonsumsi yogurt rendah lemak tanpa rasa, buah-buahan segar, atau kacang almond tanpa penambah rasa.

6. Soda dan soft drink

Tidak hanya makanan, ada juga minuman yang dilarang dikonsumsi untuk pasien penyakit jantung, yaitu soda dan soft drink. Jenis minuman ini diketahui tinggi gula sehingga dikhawatirkan membuat asupan kalori per hari jadi berlebihan.

Pengidap penyakit kardiovaskular perlu membatasi asupan kalori agar berat badannya selalu terkendali. Jika asupan kalori berlebihan ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik, berat badan akan bertambah. Kondisi ini bisa memperburuk kondisi jantung.

Di samping tinggi gula, baik soda maupun soft drink tidak mengandung banyak nutrisi. Akan lebih baik, Anda mengutamakan minum air putih dan menambahkan jus buah atau infused water sebagai variasi.

Menentukan makanan yang aman untuk penyakit jantung mungkin tidak mudah bagi Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Lakukan konsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis jantung atau ahli gizi yang menangani kondisi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Duduk terlalu lama memang tidak baik efeknya untuk kesehatan, tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko penyakit jantung?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
pantangan darah tinggi

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020