Apakah Saya Butuh Vaksin Rabies? Kapan Harus Melakukannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit rabies atau yang lebih dikenal sebagai penyakit anjing gila memang bisa mematikan. Virus rabies ini berpindah ketika seseorang tergigit oleh hewan yang telah terjangkit virus tersebut sebelumnya. Pada awalnya, penyakit rabies tidak menunjukkan gejala yang parah, tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian. Supaya terbebas dari virus tersebut, Anda bisa mengandalkan vaksin rabies.

Sebenarnya, siapa saja yang memerlukan vaksin rabies ini? Apakah baru diberikan vaksin setelah digigit hewan yang terinfeksi, ataukah harus sebelumnya?

Siapa saja yang butuh vaksin rabies?

anjing rabies

Sebenarnya, vaksin ini bisa dilakukan oleh siapapun. Namun memang, orang yang dianjurkan untuk melakukan vaksin rabies adalah orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus tersebut.

Kelompok orang tersebut adalah dokter hewan, peternak hewan, pekerja laboratorium atau peneliti yang berhubungan dengan hewan, dan profesi lain yang melakukan kontak langsung dengan hewan.

Jika memang Anda salah satu orang yang berisiko terinfeksi virus rabies, sebaiknya segera lakukan vaksin. Pasalnya, infeksi virus rabies telah menyebabkan setidaknya 10 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya, menurut data Badan Kesehatan Dunia.

Lalu, kapan harus vaksin rabies?

Ada dua jenis vaksin rabies yang tersedia, yaitu vaksin untuk mencegah dan vaksin yang diberikan setelah seseorang terkena virus. Selain tujuan yang berbeda, keduanya dibedakan dari dosis yang diberikan.

Vaksin untuk mencegah rabies

Untuk mencegah rabies, ada 3 dosis vaksin yang harus diberikan, yaitu:

  • Dosis 1 : Diberikan sesuai jadwal perjanjian dengan dokter.
  • Dosis 2: 7 hari setelah dosis 1 diberikan
  • Dosis 3: Diberikan 21 hari atau 28 hari setelah dosis 1

Bila Anda salah satu orang yang berisiko sangat tinggi terserang virus rabies, maka dosis akan ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dan rekomendasi dokter.

Vaksin setelah terinfeksi virus

Vaksin juga dibutuhkan setelah seseorang terkena virus rabies. Hal ini ditujukan supaya virus tak makin menyebar dan menimbulkan komplikasi lain. Tentu saja, keputusan vaksin akan diberikan atau tidak tergantung dengan kebutuhan dan anjuran dokter.

Biasanya, seseorang yang sudah terkena virus rabies dan belum pernah divaksinasi, harus mendapatkan 4 dosis vaksin rabies, dengan ketentuan:

  • Dosis segera: ini diberikan langsung setelah Anda dinyatakan terkena rabies. Selain itu, diberikan juga┬ásuntikan Rabies Immune Globulin.
  • Dosis tambahan: diberikan pada hari ketiga, ketujuh, dan ke-14 dari dosis segera yang diberikan.

Bagi seseorang yang sebelumnya sudah menjalani vaksinasi rabies memerlukan dua dosis vaksin rabies, yaitu:

  • Dosis segera: diberikan segera setelah terdeteksi rabies
  • Dosis tambahan: diberikan pada hari ketiga setelah dosis segera diberikan.

Tidak diperlukan pemberian obat suntikan Rabies Immune Globulin bagi orang yang sudah pernah divaksin rabies.

Apakah ada efek samping dari vaksin rabies?

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Setelah melakukan vaksin, biasanya muncul beberapa efek samping ringan seperti:

  • Nyeri, bengkak, kemerahan di area kulit yang divaksin
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Otot terasa sakit
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Bintik-bintik gatal pada kulit

Tentu saja melakukan vaksin rabies jauh lebih aman ketimbang melihat efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin. Apalagi, penyakit rabies ini cukup berbahaya dan serius. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak boleh mendapatkan vaksin ini, yaitu alergi terhadap obat vaksin, memiliki HIV/AIDS atau penyakit kanker, serta sedang mengonsumsi obat penurun sistem imun.

Jika memang hal tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter sebelum melakukan vaksin rabies.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

Banyak orangtua menganggap vaksinasi hanya perlu bagi bayi dan balita saja. Padahal, ada sejumlah imunisasi untuk remaja yang tak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Vaksin HiB mulai diberikan saat bayi berusia dua bulan. Apa manfaat dari imunisasi Haemophilus influenza tipe B (HiB) dan efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 25 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Vaksin konvensional tak cukup efektif mencegah penularan berbagai penyakit baru. Vaksinasi modern kini mengandalkan teknologi vaksin terbaru, yakni mRNA.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Ketahui Manfaat, Jenis, dan Efek Samping Imunisasi DPT pada Anak

Imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) termasuk ke dalam vaksin yang wajib diberikan pada anak. Ini penjelasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 5 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
terlambat imunisasi

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
imunisasi yang harus diulang

Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit