Apakah Saya Butuh Vaksin Rabies? Kapan Harus Melakukannya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Penyakit rabies atau yang lebih dikenal sebagai penyakit anjing gila memang bisa mematikan. Virus rabies ini berpindah ketika seseorang tergigit oleh hewan yang telah terjangkit virus tersebut sebelumnya. Pada awalnya, penyakit rabies tidak menunjukkan gejala yang parah, tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian. Supaya terbebas dari virus tersebut, Anda bisa mengandalkan vaksin rabies.

Sebenarnya, siapa saja yang memerlukan vaksin rabies ini? Apakah baru diberikan vaksin setelah digigit hewan yang terinfeksi, ataukah harus sebelumnya?

Siapa saja yang butuh vaksin rabies?

anjing rabies

Sebenarnya, vaksin ini bisa dilakukan oleh siapapun. Namun memang, orang yang dianjurkan untuk melakukan vaksin rabies adalah orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus tersebut.

Kelompok orang tersebut adalah dokter hewan, peternak hewan, pekerja laboratorium atau peneliti yang berhubungan dengan hewan, dan profesi lain yang melakukan kontak langsung dengan hewan.

Jika memang Anda salah satu orang yang berisiko terinfeksi virus rabies, sebaiknya segera lakukan vaksin. Pasalnya, infeksi virus rabies telah menyebabkan setidaknya 10 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya, menurut data Badan Kesehatan Dunia.

Lalu, kapan harus vaksin rabies?

Ada dua jenis vaksin rabies yang tersedia, yaitu vaksin untuk mencegah dan vaksin yang diberikan setelah seseorang terkena virus. Selain tujuan yang berbeda, keduanya dibedakan dari dosis yang diberikan.

Vaksin untuk mencegah rabies

Untuk mencegah rabies, ada 3 dosis vaksin yang harus diberikan, yaitu:

  • Dosis 1 : Diberikan sesuai jadwal perjanjian dengan dokter.
  • Dosis 2: 7 hari setelah dosis 1 diberikan
  • Dosis 3: Diberikan 21 hari atau 28 hari setelah dosis 1

Bila Anda salah satu orang yang berisiko sangat tinggi terserang virus rabies, maka dosis akan ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dan rekomendasi dokter.

Vaksin setelah terinfeksi virus

Vaksin juga dibutuhkan setelah seseorang terkena virus rabies. Hal ini ditujukan supaya virus tak makin menyebar dan menimbulkan komplikasi lain. Tentu saja, keputusan vaksin akan diberikan atau tidak tergantung dengan kebutuhan dan anjuran dokter.

Biasanya, seseorang yang sudah terkena virus rabies dan belum pernah divaksinasi, harus mendapatkan 4 dosis vaksin rabies, dengan ketentuan:

  • Dosis segera: ini diberikan langsung setelah Anda dinyatakan terkena rabies. Selain itu, diberikan juga suntikan Rabies Immune Globulin.
  • Dosis tambahan: diberikan pada hari ketiga, ketujuh, dan ke-14 dari dosis segera yang diberikan.

Bagi seseorang yang sebelumnya sudah menjalani vaksinasi rabies memerlukan dua dosis vaksin rabies, yaitu:

  • Dosis segera: diberikan segera setelah terdeteksi rabies
  • Dosis tambahan: diberikan pada hari ketiga setelah dosis segera diberikan.

Tidak diperlukan pemberian obat suntikan Rabies Immune Globulin bagi orang yang sudah pernah divaksin rabies.

Apakah ada efek samping dari vaksin rabies?

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Setelah melakukan vaksin, biasanya muncul beberapa efek samping ringan seperti:

  • Nyeri, bengkak, kemerahan di area kulit yang divaksin
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Otot terasa sakit
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Bintik-bintik gatal pada kulit

Tentu saja melakukan vaksin rabies jauh lebih aman ketimbang melihat efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin. Apalagi, penyakit rabies ini cukup berbahaya dan serius. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak boleh mendapatkan vaksin ini, yaitu alergi terhadap obat vaksin, memiliki HIV/AIDS atau penyakit kanker, serta sedang mengonsumsi obat penurun sistem imun.

Jika memang hal tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter sebelum melakukan vaksin rabies.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Terhindar dari Rabies, Terapkan 4 Langkah Pencegahan Ini

Rabies adalah penyakit mematikan yang bisa menyebakan koma hingga kematian. Yuk, kenali cara mencegah rabies yang muncul dari gigitan dan cakaran hewan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Psstt… Hewan Peliharaan Kesayangan Bisa Ketularan Penyakit dari Anda!

Tak disangka ternyata kucing dan anjing di rumah juga bisa ketularan penyakit dari manusia. Kok bisa hewan peliharaan sakit gara-gara kita?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Apa Bedanya Campak dan Campak Jerman?

Campak dan campak Jerman sering dianggap sebagai penyakit yang sama. Meski terlihat mirip, tapi tetap ada perbedaan antara kedua penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

3 Jenis Vaksin yang Tidak Boleh Didapat Orang Dengan Alergi Telur

Beberapa vaksin dibuat dengan protein telur sehingga bisa bikin alergi kambuh. Apa saja vaksin yang perlu dihindari orang-orang yang punya alergi telur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
vaksin torch adalah

Apa Itu Vaksin TORCH dan Seberapa Penting untuk Didapatkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2019
telat imunisasi anak

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2019