Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.  Sel darah putih ini dapat membantu tubuh Anda melawan bakteri, virus, dan racun lain yang membuat Anda sakit. Jika kadar limfosit Anda tinggi, bisa jadi hal itu menandakan bahwa imun tubuh Anda lemah dan kemungkinan Anda sedang terserang penyakit.

Apa itu limfosit?

Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang dibuat di sumsum tulang. Jenis sel darah putih ini dapat ditemukan di darah dan jaringan limfa.

Sel darah putih ini bekerja untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap zat asing, seperti bakteri, virus, dan bahkan sel kanker. Kadar sel darah putih yang normal menandakan bahwa kesehatan Anda baik-baik saja. Akan tetapi, apabila kadar sel darah putih, khususnya limfosit yang tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa Anda sedang terinfeksi virus atau bahkan terkena penyakit tertentu.

Jenis dan fungsi limfosit

Ada dua jenis sel darah limfosit, biasanya disebut sebagai sel B dan sel T. Kedua jenis sel ini berasal dari sel induk di sumsum tulang. Dari sana, beberapa sel berjalan menuju thymus. Sel yang berjalan menuju thymus disebut dengan sel T, sementara yang tetap berdiam dalam sumsum tulang disebut dengan sel B.

Fungsi sel B adalah membuat antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan zat asing yang dikenal sebagai antigen. Setiap sel B diatur untuk membuat satu antibodi spesifik yang jika dipertemukan dengan antigen yang tidak cocok, seperti virus atau bakteri, sel B akan menghancurkan antigen tersebut.

Sementara itu, tugas sel T adalah membantu tubuh membunuh sel-sel kanker dan mengendalikan respons imun terhadap zat-zat asing. Sel T membunuh sel kanker dan mengendalikan respons imun terhadap zat-zat asing dengan cara menghancurkan sel-sel tubuh yang telah diambil alih oleh virus atau sel tubuh yang telah menjadi kanker. 

Selain kedua jenis sel limfosit tersebut, masih ada satu jenis lagi. Sel ketiga limfosit ini dikenal sebagai pembunuh alami atau sel NK. Sel ini berasal dari tempat yang sama dengan sel B dan T. Sel NK merespons beberapa zat asing dengan cepat dan mengkhususkan diri dalam membunuh sel kanker dan sel lain yang sudah terinfeksi virus.

Apa yang terjadi bila kadar limfosit tinggi?

Limfositosis adalah suatu kondisi di mana kadar limfosit dalam darah menjadi tinggi. Normalnya, limfosit normal orang dewasa adalah 3.000 dalam mikroliter darah. Sedangkan pada anak-anak, jumlahnya berbeda-beda bergantung usia mereka. Biasanya, jumlah normal limfosit pada anak-anak sebanyak 9.000 limfosit per mikroliter. Takaran normal sel darah putih ini umumnya juga punya tolak ukur yang berbeda di masing-masing laboratorium.

Kadar limfosit tinggi umumnya menandakan ada yang masalah dengan sistem kekebalan tubuh Anda. Biasanya kondisi ini ditemukan pada orang yang terkena kanker darah atau infeksi kronis. Dokter Anda mungkin perlu melakukan tes lain untuk menentukan dan mengetahui apa yang terjadi dengan sistem kekebalan tubuh Anda,

Beberapa penyebabnya sel darah putih jenis ini menjadi tinggi antara lain:

  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus
  • Kanker darah atau sistem limfatik
  • Gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan lanjut (kronis)

Penyebab lainnya adalah:

  • Leukemia limfositik akut
  • Leukemia limfositik kronis
  • Infeksi Cytomegalovirus (CMV)
  • HIV/AIDS
  • Mononukleosis
  • Infeksi virus lainnya
  • Tuberkulosis
  • Vasculitis (peradangan pembuluh darah)
  • Batuk rejan

Membaca hasil tes sel T dan sel B

Pada saat melakukan screening atau tes limfosit, akan terlihat seberapa banyak jumlah sel T dan sel B di dalam darah. Hasilnya dapat menunjukkan jumlah sel normal atau jumlah sel abnormal. Jika ditemukan banyak sel abnormal, kemungkinan menunjukkan adanya gejala penyakit. Dalam hal ini, dokter kemungkinan akan meminta tes lain untuk memastikan diagnosis penyakit terkait darah dan kekebalan imun Anda.

Apabila jumlah sel T di atas kisaran normal, kemungkinan dapat menunjukkan salah satu kondisi berikut:

  • Penyakit menular seksual, seperti sifilis
  • Infeksi virus seperti mononukleosis infeksi
  • Infeksi yang disebabkan oleh parasit, seperti toksoplasmosis
  • Tuberculosis, penyakit yang memengaruhi paru-paru dan organ lainnya
  • Kanker sel darah putih
  • Kanker darah dari di sumsum tulang

Apabila jumlah sel B di atas kisaran normal, kemungkinan dapat menunjukkan salah satu dari kondisi berikut:

  • Leukemia limfositik kronis
  • Multiple myeloma
  • Penyakit genetik yang dikenal sebagai sindrom DiGeorge
  • Sejenis kanker yang disebut Waldenstrom macroglobulinemia

Apabila jumlah sel T di bawah kisaran normal, kemungkinan dapat menunjukkan salah satu dari kondisi berikut:

  • Penyakit bawaan sejak lahir
  • Penyakit defisiensi sel T yang didapat, seperti HIV, yang dapat berkembang menjadi AIDS atau HTLV-1
  • Kanker

Apabila jumlah sel B di bawah kisaran normal, kemungkinan dapat menunjukkan salah satu dari kondisi berikut:

  • Leukemia limfoblastik akut
  • HIV atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh

Diet yang bisa Anda lakukan bila limfosit tinggi

Untuk mengatasi kadar limfosit tinggi, umumnya dokter akan mengobati sesuai penyakit yang Anda alami. Apabila Anda mengalami gejala infeksi virus dan bakteri umumnya dokter akan memberikan obat antibiotik. Apabila terkena kanker, umumnya dokter akan memberikan obat dan kemoterapi.

Diet antioksidan

Orang yang terkena kanker darah umumnya membutuhkan diet makanan yang mengandung antioksidan. Itu sebabnya, selain menjalani pengobatan secara rutin, diet antioksidan juga direkomendasikan bagi penderita kanker. Orang yang terkena kanker darah umumnya membutuhkan makanan yang tinggi antioksidan. Antioksidan membantu membasmi radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh Anda.

Makanan tinggi antioksidan juga mampu membantu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Anda bisa mendapatkan kandungan antioksidan lewat buah-buahan dan sayuran. Beberapa buah dan sayur yang kaya akan antioksidan di antaranya alpukat, sayuran hijau, wortel, raspberry, buah jeruk, anggur, kangkung, jamur, dan tomat.

Makanan lain yang dapat membantu melawan kanker termasuk makanan yang terbuat kedelai, ubi jalar, kacang, biji rami, dan rempah-rempah seperti rosemary, bawang putih, dan kunyit.

Diet antiperadangan

Bila didiagnosis mengalami peradangan di tubuh akibat kadar sel darah putih yang tinggi, kemungkinan dokter akan menyarankan diet antiperadangan.

Diet antiperadangan dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mampu membantu mengurangi peradangan. Terdapat beberapa makanan yang mengurangi peradangan, salah satunya adalah asam lemak omega-3.  Asam lemak omega-3, yang ditemukan dalam minyak ikan berlemak, dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh Anda.

Selain itu, minum atau memasak menggunakan minyak zaitun juga dapat membantu mengurangi peradangan. Minyak zaitun mengandung sejenis antioksidan yang disebut polifenol, yang membantu mengurangi atau mencegah peradangan. Selama ingin menyembuhkan adanya peradangan di tubuh Anda, hindari makanan yang tinggi lemak jenuh atau lemak trans. Anda juga harus menghindari gula dan makanan manis lain karena mereka dapat membuat peradangan menjadi lebih buruk.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca