Awas, Ini Serangkaian Gejala Cacingan yang Bisa Dialami Orang Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cacingan adalah penyakit infeksi cacing atau parasit yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus. Ternyata, tidak hanya anak-anak yang bisa mengalami cacingan. Orang dewasa pun masih bisa mengalami infeksi cacingan. Sudah tahu belum apa saja gejala cacingan pada orang dewasa? Ini dia berbagai gejala cacingan pada orang dewasa, berdasarkan jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh.

Gejala cacingan akibat cacing gelang

Cacing askariasis atau cacing gelang adalah infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricodes. Ascaris termasuk parasit dalam tubuh manusia dari jenis roundworms. Cacing ini seringnya berada pada lingkungan yang tidak bersih dan tinggal di wilayah yang beriklim hangat.

Infeksi awal dari cacing ini biasanya tidak ada gejalanya. Gejala akan muncul seiring pertumbuhan cacing yang semakin berkembang. Terdapat dua gejala yang dapat terjadi, tergantung ke bagian tubuh mana cacing itu menginfeksi. Organ tubuh yang biasa diserang adalah paru-paru dan usus.

Gejala yang akan muncul saat terjadi infeksi cacing gelang di paru-paru yaitu:

  • Batuk-batuk
  • Napas terasa semakin pendek
  • Ada darah di dalam mukus
  • Dada terasa tidak nyaman
  • Demam

Gejala yang akan muncul saat cacing ini menyerang bagian usus adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Penurunan berat badan
  • Selera makan menurun
  • Penyumbatan usus sehingga perut bisa terasa nyeri dan terjadi muntah parah

Gejala cacingan akibat cacing tambang 

Cacing tambang termasuk parasit jenis hookworm yang akan masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk telur atau larva yang berada pada tempat yang terkontaminasi feses. Kotoran bekas feses ini bisa ditemukan di mana-mana, mulai dari semak-semak, kebun, atau lapangan. Kebiasaan bertelanjang kaki (nyeker) dan menginjak-tempat-tempat terkontaminasi akan sangat memudahkan larva atau telur cacing tambang masuk ke kulit.

Saat masuk pertama kali menembus kulit, larva cacing akan membuat gatal dan muncullah ruam. Selanjutnya orang akan mengalami diare setelah merasa gatal dan ruam sebagai akibat dari pertumbuhan parasit ini di dalam usus.

Gejala lain yang akan muncul adalah:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Anemia
  • Demam
  • Perut nyeri
  • Ada darah ketika buang air besar

Gejala cacingan akibat cacing kremi 

Cacing kremi merupakan cacing yang berukuran sangat kecil, pipih, berwarna putih yang akan menginfeksi bagian sistem pencernaan manusia. Cacing kremi termasuk dalam kelompok parasit pinworm.

Orang dewasa memang lebih jarang mengalami infeksi cacing kremi. Dewasa yang paling berisiko mengalami infeksi cacing kremi adalah anggota keluarga atau perawat yang mengurus anak yang sedang terinfeksi cacing kremi. Jika perawat anak ini terkontaminasi cacing kremi, ia berisiko juga menularkan cacing ini pada pasangannya saat berhubungan seksual.

Gejala-gejala cacing kremi yang perlu diwaspadai antara lain adalah:

  • Sering gatal di bagian anus, gatalnya terasa sangat kuat. Apalagi saat di malam hari. Pada malam hari, spesies betina cacing ini akan menetaskan telur-telurnya di bagian anus.
  • Tidur gelisah sebab bagian rektum (anus) terasa tidak nyaman
  • Nyeri, ruam, atau iritasi di kulit sekitar anus
  • Adanya cacing kremi di feses
  • Ditemukan cacing di daerah anus

Gejala cacingan akibat cacing pita 

Cacing pita adalah salah satu jenis parasit dari kelompok tapeworm. Cacing pita akan menginfeksi usus manusia. Cacing pita tidak dapat hidup bebas di alam, cacing ini membutuhkan inang untuk bernaung, yakni di tubuh binatang atau di tubuh manusia.

Biasanya telur cacing ini memasuki tubuh manusia karena makan daging mentah atau setengah matang. Namun, infeksi juga bisa terjadi akibat kontak antara manusia dengan feses binatang dan air yang sudah tercemar.

Saat awal cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia, tidak ada gejala cacingan yang muncul. Meski demikian, lama-lama pertumbuhan telur cacing di dalam tubuh akan menimbulkan berbagai gejala seperti:

  • Sakit perut
  • Muntah dan mual
  • Merasa lemas
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan selera makan
  • Kesulitan tidur, diduga akibat gejala-gejalanya
  • Pusing
  • Bisa kejang pada kasus yang parah
  • Kekurangan vitamin B12 pada beberapa kasus

Gejala cacingan akibat cacing cambuk 

Cacing cambuk, salah satu jenis parasit dari kelompok whipworms, seringnya terdapat di lingkungan beriklim hangat dan lembap yang tidak bersih. Tanah di wilayah ini berisiko terkontaminasi dengan feses.

Jika orang pada wilayah ini mengonsumsi buah dan sayur yang masih terkontaminasi tanah sebab belum dicuci bersih, belum dikupas, dan belum dimasak, maka sangat berisiko cacing ini masuk ke dalam tubuh.

Pada awalnya, orang yang terinfeksi ringan biasanya tidak mengalami gejala atau tanda apa pun. Jika semakin parah, orang yang mengalami infeksi berat karena cacing ini akan mengalami gangguan buang air besar.

Buang air besar terasa sakit dan bercampur lendir, air, dan darah. Feses akan berbau tajam, berbeda dengan bau feses pada umumnya. Selain itu, gejala umum lainnya antara lain:

  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Berat badan turun secara tidak terduga

Bila Anda mengalami gejala-gejala yang sudah dijabarkan di atas atau Anda mencurigai gejala cacingan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Deteksi penyakit sedini mungkin bisa membantu pengobatan agar ampuh sekaligus mencegah komplikasi dari infeksi cacing.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit