Gaya Hidup Seperti Apa yang Meningkatkan Risiko Terkena Kanker?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Semua orang tahu jika kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan. Meski begitu, bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah. Beragam imbauan untuk menerapkan gaya hidup sehat sudah sering terpampang dan terdengar di mana-mana. Tujuannya hanya satu, agar mengurangi risiko terkena kanker. Bahkan, sebuah penelitian menyebutkan sebanyak lebih dari 40 persen kanker disebabkan karena faktor gaya hidup. Lantas, gaya hidup apa saja yang jadi pemicu kanker? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan kanker

Menurut sebuah laporan yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, diketahui jika merokok menjadi penyebab terbesar, sekitar 23%, untuk kanker di kalangan pria, sementara untuk wanita angkanya mencapai 15,6%.

Sedangkan pola makan yang tidak sehat, seperti jarang mengonsumsi sayuran segar atau buah, menjadi penyebab terbesar kedua penyakit kanker di kalangan pria. Untuk wanita penyebab terbesar kedua adalah kelebihan berat badan. 

Berdasarkan hasil tersebut, para peneliti mengungkapkan jika berdasarkan dari referensi bukti-bukti yang ada, jelas bahwa 40% kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang sebenarnya bisa dicegah. Pasalnya, kanker bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba. Proses perkembangannya bisa berkembang selama bertahun-tahun dan tidak pernah instan. Itu sebabnya, pada dasarnya setiap orang bisa menekan faktor risikonya, terlepas dia memiliki faktor genetis kanker atau tidak.

Mutasi gen secara acak menjadi penyebab terbesar kanker

Penelitian yang dilakukan John Hopkins University menemukan, 65%  kasus kanker pada orang dewasa dipicu mutasi gen yang menyerang orang secara acak, dan akhirnya menimbulkan tumor. Sedangkan kasus kanker lainnya disebabkan oleh kombinasi dari mutasi gen, faktor lingkungan, dan keturunan.  Dengan kata lain, kasus tumor terbanyak adalah karena faktor ketidakberuntungan.

Penelitian ini dimulai dari keingintahuan peneliti mengapa ada jaringan tubuh, misalnya di usus kecil dan pankreas yang memiliki risiko kanker lebih tinggi dibanding yang lainnya. Jadi mereka melacak jumlah divisi sel induk yang ada di 31 jenis jaringan, membandingkannya dengan risiko kanker sepanjang hidup di jaringan yang sama. Kesimpulan yang mereka dapatkan adalah semakin tinggi jumlah pembelahan sel jaringan, semakin tinggi tingkat risiko kanker.

Artinya, semakin banyak pembelahan sel yang terjadi , semakin besar terjadi risiko mutasi acak dan semakin ganas perkembangan kanker.

Mengurangi risiko kanker dengan perubahan gaya hidup

Meski ada 22 jenis kanker sangat berhubungan dengan faktor mutasi gen, ada sembilan jenis lainnya yang lebih terkait oleh pola hidup. Sembilan jenis kanker itu di antaranya adalah, kanker kulit, leher, kepala, kolon dan rektum (usus besar dan anus), dan kanker paru-paru.

Kesembilan jenis kanker tersebut, selain berkaitan erat dengan pola hidup, juga ada hubungannya dengan faktor keturunan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat diperlukan untuk dapat mendeteksi keberadaan kanker sejak dini, sebelum berkembang membahayakan nyawa.

Pasalnya, angka mutasi akan lebih tinggi pada mereka yang terkena paparan racun karena melakukan gaya hidup yang tidak sehat. Sedangkan angka mutasi diketahui lebih rendah pada mereka yang rutin menerapkan pola hidup sehat. Bahkan dalam sebuah studi menunjukkan, pemicu gen kanker menjadi tidak aktif dan penekan gen kanker menjadi aktif pada mereka yang berpola hidup sehat.

Kesimpulan

Kesimpulannya, kanker adalah hasil gabungan berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, dan mutasi gen secara acak. Karena ada beberapa jenis kanker yang menawarkan peluang lebih besar bagi Anda untuk mengurangi faktor risiko genetik, menjalankan pola hidup sehat merupakan langkah yang sangat bijak.

Direktur Penelitian Kanker Inggris, Dr Harpal Kumar pun mengatakan hal yang sama, gaya hidup yang sehat memang tidak bisa menjadi jaminan penuh bahwa seseorang tidak akan terkena kanker. Namun, berdasarkan dari berbagai hasil penelitian menggarisbawahi bahwa dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat, risiko terkena kanker bisa dikurangi.

Menurut saran American Cancer Society, merubah pola hidup sehat yang sederhana bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker dengan beberapa cara, misalnya, perbanyak sayur dan buah segar, rutin berolahraga, menghindari sinar UV matahari dengan tabir surya, dan yang terpenting berhentilah merokok.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Prevalensi kanker paru di Indonesia semakin meningkat selama 15 tahun terakhir dengan rokok sebagai faktor risiko utamanya. Mengapa demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Apa Itu Kanker Hati?

DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah ...

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

protein untuk penderita kanker

4 Manfaat Penting Protein bagi Penderita Kanker

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
penyebab neuroblastoma pada anak

Mengapa Neuroblastoma (Jenis Kanker Saraf) Bisa Terjadi pada Anak-Anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/03/2020
makanan pencegah kanker serviks

3 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020