Tipes alias demam typhoid adalah penyakit endemik yang masih banyak menghantui masyarakat Indonesia. Biasanya ketika Anda dicurigai kena tipes, dokter akan memastikan diagnosisnya lewat tes darah. Namun, ada satu tes darah baru yang mungkin dapat memberikan hasil lebih cepat yaitu tes Tubex. Anda bisa menjalani tes ini di rumah sakit, klinik, atau laboratorium kesehatan. Bagaimana cara tesnya?

Sekilas tentang tipes (demam tifoid)

gejala tipes adalah

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri Salmonella typhi (S. typhi). Tipes biasanya ditularkan lewat makanan atau minuman tidak steril yang sudah terkontaminasi bakteri S. typhi.

Gejala tipes yang umum adalah demam tinggi, letih, lemas, sakit kepala, sakit perut, diare atau sembelit, penurunan berat badan, dan kemunculan ruam berupa bintik-bintik merah di kulit.

Apa itu tes Tubex?

Tubex adalah seperangkat alat uji untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM anti-O9 dalam darah. Antibodi tersebut secara otomatis dihasilkan oleh sistem imun saat tubuh terinfeksi oleh bakteri S. typhi. Jadi apabila tes Tubex mendeteksi adanya antibodi IgM anti-O9 dalam sampel darah Anda, artinya Anda terdiagnosis positif sakit tipes.

Alat uji darah ini diproduksi oleh perusahaan IDL Biotech asal Swedia.

Langkah cara uji Tes Tubex

Tes Tubex hanya bisa dilakukan di klinik, rumah sakit, atau laboratorium. Durasi tesnya cukup cepat, hanya menghabiskan waktu sekitar 10 menit sampai hasil akhirnya bisa diketahui.

Begini kira-kira prosedur tes Tubex di laboratorium:

  1. Teknisi lab akan mengambil darah Anda.
  2. Teknisi akan memasukkan 45μl antigen magnetic particle (Brown regeant) ke dalam masing-masing 6 buah tabung reaksi.
  3. Setelahnya, masukkan 45μl sampel darah pasien ke semua tabung reaksi.
  4. Diamkan selama 2 menit.
  5. Setelah 2 menit, teknisi akan meneteskan 90µl antibody-coated indicator particle (Blue reagent).
  6. Tutup setiap tabung reaksi dengan menggunakan selotip medis khusus yang disediakan bersama perangkat Tubex
  7. Teknisi kemudian akan memiringkan tabung tersebut dan mengocoknya selama 2 menit. Ini bertujuan untuk memperluas hasil reaksi.
  8. Setelah 2 menit, tabung diberdirikan kembali dan diletakkan di atas magnet.
  9. Diamkan dalam keadaan berdiri tegak selama 5 menit. Langkah ini dilakukan untuk memulai proses pengendapan.

Diagnosis positif atau negatif dari demam tifoid dapat dilihat dari warna yang ditampilkan dalam tabung. Hasil tes yang positif umumnya ditandai dengan warna biru, artinya tidak ada perubahan warna pada cairan sampel. Warna biru menunjukkan sampel darah Anda mengandung antibodi IgM anti-O9.

Seberapa efektif tes Tubex?

Tes Tubex termasuk sebuah terobosan baru sehingga penelitian spesifik yang memelajari efektivitasnya untuk mendiagnosis tipes masih sangat terbatas. Namun, rilis media yang diterbitkan oleh perusahaan produsen tes, IDL Biotech, menyebutkan bahwa tes ini memiliki sensitivitas hingga 95% dengan spesifisitas 80%. Apa artinya?

Sensitivitas dan spesifisitas adalah tolak ukur kemampuan sebuah tes skrining untuk bisa membedakan mana individu yang sakit dan yang tidak. Sensitivitas mengacu pada seberapa akurat tes skrining tersebut dalam mengenali penyakit pada orang yang benar-benar menderita penyakit tersebut, dikategorikan sebagai “positif”. Sementara spesifisitas adalah tolak ukur keakuratan tes untuk mengecualikan orang yang benar-benar tidak terjangkit penyakit tersebut, dikategorikan dengan “negatif”.

Sebuah tes skrining dikatakan ideal jika sangat sensitif dan sangat spesifik. Tes yang sangat spesifik dan sangat sensitif berarti hanya ada sangat sedikit hasil negatif/positif palsu, sehingga lebih sedikit kasus penyakit yang salah diagnosis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalan Journal of Medical Microbiology tahun 2008 menyebutkan bahwa tes Tubex mampu mendeteksi 15 galur S. typhi dan 6 galur Salmonella enteritidis.

Mengobati sakit tipes

Jika Anda terbukti positif sakit tipes setelah menjalani tes Tubex, penting untuk segera berobat sebab tipes bisa mengakibatkan komplikasi serius jika terlambat ditangani. Komplikasi tipes yang paling mungkin terjadi adalah perforasi usus, yaitu perlubangan pada dinding usus akibat infeksi parah yang dapat menyebabkan perdarahan dalam. Perforasi usus dapat mulai terjadi dalam beberapa minggu setelah terjangkit tipes.

Untuk mengobati sakit tipes, umumnya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk melawan bakteri Salmonella dalam tubuh Anda. Antibiotik yang umum diresepkan termasuk:

  • Ciprofloxacin (Cipro) adalah obat antibiotik yang umum dipakai  untuk mengobati tipes di Amerika Serikat. Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi yang tidak lagi rentan terhadap antibiotik jenis ini, terutama pada bakteri yang didapat di Asia Tenggara.
  • Azythromycin (Zithromax) adalah obat antibiotik yang khusus ditujukan pada kasus infeksi tipes yang sudah resisten terhadap obat ciprofloxacin.
  • Ceftriaxone adalah obat antibiotik suntik yang umumnya digunakan untuk anak-anak.

Penggunaan antibiotik harus diawasi secara ketat oleh dokter. Mengonsumsi antibiotik sembarangan atau mengubah dosisnya dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri. Selain dengan antibiotik, dokter juga mungkin merekomendasikan operasi jika usus Anda telanjur mengalami luka dan bolong (perforasi).

Sementara berobat, orang yang sakit tipes juga dianjurkan untuk melakukan penyesuaian gaya hidup agar mempercepat proses penyembuhan. Misalnya:

  • Minum air yang banyak. Mencukupi kebutuhan cairan bisa membantu Anda terhindar dari dehidrasi yang disebabkan oleh demam dan diare jangka waktu lama. Usahakan untuk minum air atau kebutuhan cairan tubuh Anda terpenuhi saat sakit tipes. Jika Anda mengalami dehidrasi parah, Anda mungkin perlu menerima cairan melalui infus.
  • Istirahat total. Anda mungkin harus bed rest selama beberapa minggu dulu hingga kondisi tubuh pulih total, karena gejala tipes umumnya akan membuat Anda benar-benar merasa lemas.
  • Makan makanan yang bersih dan bergizi. Pilih makanan yang rendah serat seperti nasi putih, kentang, atau roti tawar, dan hindari makanan berlemak tinggi seperti segala makanan cepat saji, bersantan, dan yang serba digoreng. Pastikan semua makanan dan minuman yang Anda konsumsi selama sedang sakit tipes terjaga kebersihannya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca