Mencegah dan Mengatasi Kejang Epilepsi Saat Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bila kejang epilepsi kumat di siang hari saat Anda beraktivitas, mungkin masih ada orang-orang di sekitar Anda yang bisa membantu. Akan tetapi, sebagian orang justru mengalami kejang epilepsi di malam hari, yaitu ketika tidur. Kejang saat tidur biasanya tidak disadari oleh pengidapnya sendiri sehingga bisa membahayakan. Untuk itu, Anda wajib mempelajari seluk-beluk kejang epilepsi saat tidur berikut ini.  

Tanda-tanda kejang saat tidur

Biasanya Anda baru tahu kalau semalam kejang setelah pasangan, orangtua, atau anggota keluarga Anda memberi tahu. Bisa juga Anda bangun dengan kondisi rahang dan otot-otot badan kaku serta pegal.

Kalau kejangnya cukup serius, Anda mungkin jatuh dari tempat tidur atau menyenggol barang-barang di samping tempat tidur. Hal-hal tersebut bisa menandakan kalau semalam Anda kumat.

Tanda-tanda lainnya yaitu mengantuk seharian padahal Anda merasa sudah tidur cukup. Anda pun jadi sulit berkonsentrasi, mengingat, atau berpikir karena semalam sebenarnya Anda kurang tidur.

Memahami siklus munculnya kejang epilepsi saat tidur

Ada pengidap epilepsi yang kejangnya hanya akan kumat di malam hari saat tidur, tapi ada juga yang bisa kejang di siang dan malam hari. Menurut Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, bila 90 persen episode kejang terjadi di malam hari saat Anda tidur, itu berarti Anda mengidap kondisi bernama kejang nokturnal (nocturnal seizure).

Ketika Anda terlelap, otak akan memasuki sebuah siklus tidur yang terdiri dari beberapa tahap. Tahapan tersebut dimulai dari setengah sadar, tidur ayam, tidur nyenyak, sampai akhirnya rapid eye movement (REM). Siklus ini akan berputar terus sebanyak tiga sampai empat kali dalam semalam.

Dari berbagai laporan, saat-saat paling rentan muncul kejang adalah ketika memasuki tahap setengah tidur, tidur ayam, dan saat Anda sudah mau bangun. Namun, perlu diingat bahwa kejang saat tidur juga bisa terjadi waktu Anda tidur siang, tak cuma saat tidur di malam hari saja.

Mengapa bisa kejang saat tidur?

Ketika seseorang terjaga di siang hari, misalnya, gelombang otak berada dalam kondisi yang relatif stabil. Akan tetapi, saat Anda tidur gelombang otak malah jadi lebih sibuk karena harus masuk ke berbagai tahap tidur hanya dalam jeda waktu satu sampai dua jam.

Akibat meningkatnya aktivitas gelombang otak di malam hari, sinyal elektrik yang bertugas mengirimkan perintah bagi otot, saraf, dan bagian tubuh lainnya jadi kacau. Inilah yang akhirnya menyebabkan kejang.

Mencegah kejang di malam hari

Bila Anda curiga Anda sering kejang saat tidur, segera periksa ke dokter saraf. Dokter mungkin memberi resep obat antiepilepsi dengan dosis atau jenis yang lebih kuat untuk diminum di malam hari. Kalau saat ini Anda sudah rutin minum obat antiepilepsi, dokter mungkin mengubah dosisnya jadi lebih ringan di siang hari.

Kurang tidur juga akan memicu serangan kejang epilepsi. Maka, pastikan Anda selalu tidur cukup setiap hari. Selain itu, Anda wajib menghindari berbagai pemicu epilepsi lainnya seperti stres berlebihan.

Jika kejang saat tidur sudah sangat mengganggu dan pengobatan dari dokter tidak mempan mengatasinya, dokter mungkin menganjurkan operasi. Operasi biasanya jadi cara yang manjur dalam menghentikan serangan kejang saat tidur sehingga Anda jadi bisa tidur nyenyak lagi seperti biasa.  

Tips agar tetap aman saat tidur di malam hari

Bagi Anda yang pernah atau sering mengalami kejang saat tidur, simak baik-baik panduan menjaga keselamatan di malam hari berikut ini. Pasalnya, saat kejang Anda mungkin saja mengalami cedera serius.

1. Pilih kasur yang rendah. Hindari kasur tingkat dan kasur yang terlalu tinggi.

2. Jangan pakai bantal terlalu banyak atau terlalu tinggi. Ini akan meningkatkan risiko tercekik atau terbekap ketika kejang kumat. Sebaiknya pakai bantal yang agak rendah dan kaku.

3. Jauhkan meja atau benda lainnya dari tempat tidur. Supaya tidak tersenggol atau terbentur, jangan letakkan barang-barang atau pecah-belah di dekat tempat tidur.

4. Pasang karpet puzzle atau matras di sisi tempat tidur. Untuk menghindari cedera kalau jatuh, sediakan karpet empuk di lantai. Bila anak masih sangat kecil, Anda juga bisa memasang railing (pagar pengaman) di tepi tempat tidur.

5. Pakai headboard. Agar kepala tidak membentur dinding, pasang headboard atau papan di ujung kepala tempat tidur yang terbuat dari bantalan empuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit