Dari Ketiak Hingga Rambut Kemaluan, Ini Cara Bercukur yang Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baik mencukur kumis, ketiak, kaki, ataupun rambut kemaluan, teknik bercukur yang keliru dapat mengakibatkan razor burn hingga infeksi yang menyakitkan. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami cara bercukur yang benar sebelum membabat rambut halus pada area tersebut.

Simak informasi berikut untuk mengetahui tahap-tahapnya.

Cara bercukur yang benar dan minim risiko

Bercukur tidak cukup dengan menyiapkan alat cukur saja. Terdapat beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kulit gatal dan terluka serta mengoptimalkan hasil cukur agar semakin bersih.

Siapkan alat cukur Anda beserta krim cukur, air, dan handuk bersih berbahan lembut. Berikut cara bercukur yang benar dengan risiko minimal:

1. Memilih alat cukur

Penularan hepatitis B melalui alat cukur

Ada dua macam alat cukur yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan, yakni alat cukur standar dan elektrik. Alat cukur standar terbagi menjadi alat cukur disposable (5-7 kali pakai) serta alat cukur yang bisa digunakan berulang kali.

Dilansir dari laman Kids Health, alat cukur elektrik cenderung lebih praktis dan nyaman. Namun, hasilnya tidak sebersih alat cukur standar. Alat cukur standar bisa memberikan hasil cukur yang bersih dan mendekati pangkal rambut, tapi Anda harus lebih teliti.

Cara bercukur yang benar juga ditentukan dari alat cukurnya. Pilihlah alat cukur dengan kepala yang dapat digerakkan dan memiliki sedikitnya 2 mata pisau. Alat cukur sebaiknya juga cukup lentur dan nyaman ketika digenggam.

2. Membasahi dan membersihkan kulit

Sumber: Men’s Journal

Sebelum menempelkan apa pun, bersihkan kulit terlebih dahulu dengan air hangat dan sabun. Air hangat akan membuat kulit lebih rileks dan lembut, serta membuka pori-pori. Dengan begitu, kulit dapat menghadapi gesekan alat cukur dengan lebih baik.

Wajah dan area organ intim memiliki kulit yang sensitif. Jadi, gunakan sabun berbahan lembut yang dikhususkan untuk area tersebut. Sabun akan membersihkan minyak, sel kulit mati, serta kotoran yang dapat menyumbat pori-pori dan mengakibatkan infeksi.

3. Oleskan krim atau gel cukur

mengganti pisau cukur

Untuk bisa bercukur dengan cara yang benar, Anda membutuhkan krim atau gel cukur. Krim dan gel akan membentuk lapisan pelumas antara kulit dan alat cukur. Lapisan ini memudahkan gerak pisau cukur sehingga kulit tidak mendapatkan banyak gesekan.

Selain itu, krim dan gel cukur juga menandai bagian kulit yang sudah dilewati pisau. Jadi, Anda tidak perlu mencukur bagian yang sama berulang kali karena hal ini justru dapat mengakibatkan luka dan iritasi.

Pilihlah krim dan gel cukur yang memberikan sensasi dingin. Oleskan krim atau gel ke arah atas sehingga helai-helai rambut menjauh dari kulit. Cara ini akan membuat hasil cukur lebih bersih, sebab pisau cukur bisa menjangkau pangkal rambut.

4. Cara bercukur yang benar mengikuti arah tumbuhnya rambut

waxing atau mencukur

Kini saatnya bercukur dengan cara yang benar. Tempelkan pisau cukur pada bagian yang ingin Anda bersihkan, lalu tarik secara perlahan dengan gerakan pendek-pendek. Ikuti arah tumbuhnya rambut untuk mencegah luka dan razor burn.

Jangan menekan pisau cukur terlalu keras, tapi jangan pula terlalu lembut. Sentuhan yang pas adalah saat Anda bisa merasakan pisau memotong rambut dan tidak melukai kulit. Jika Anda kurang menekan pisau cukur, rambut masih akan banyak bersisa.

Ada beberapa area kulit yang cukup sulit dicukur, seperti atas bibir, dagu, leher, serta lekuk selangkangan. Saat mencukur area ini, coba tarik kulit sedikit agar permukaannya lebih rata. Jangan lupa, bersihkan pisau cukur dengan air setiap satu cukuran.

5. Bersih-bersih setelah bercukur

Usai bercukur, Anda pun perlu membersihkan alat cukur dengan cara yang benar. Bilas alat cukur dari krim, gel, serta rambut yang menempel dengan air dingin. Biarkan alat cukur mengering dengan sendirinya, lalu simpanlah di tempat yang kering.

Basahi wajah dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori. Bila perlu, Anda dapat menggunakan krim atau losion aftershave untuk melembutkan, melindungi, serta membersihkan kulit dari bakteri.

Bercukur membuat kulit terasa lebih bersih dan terawat. Namun, cara bercukur yang keliru justru dapat menimbulkan masalah kulit baru. Pastikan Anda selalu mengikuti seluruh cara bercukur yang benar untuk melindungi kulit dari risiko tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Terlalu Sering Dicukur, Ini Fungsi Bulu Kemaluan Bagi Kesehatan

Tak ada salahnya mencukur bulu kemaluan, tapi melakukannya terlalu sering dapat menghilangkan fungsi bulu kemaluan itu sendiri. Apa saja fungsinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan 28 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Mencukur Atau Membiarkan Bulu Kemaluan? Kenali Dulu Manfaat dan Bahayanya

Mencukur bulu kemaluan ataupun membiarkannya tumbuh, keduanya memiliki manfaat dan bahaya masing-masing. Lantas, mana yang harus Anda pilih?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 10 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Panduan Cara Mencukur Bulu Kemaluan Pria

Jangan asal-asalan mencukur rambut kemaluan! Supaya hasilnya maksimal, pria wajib simak cara mencukur bulu kemaluan yang benar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Pria, Hidup Sehat 11 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Wanita Mencukur Bulu Kemaluan Secara Rutin?

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan adalah pilihan setiap wanita. Lantas, mana pilihan yang lebih tepat untuk kenyamanan dan kesehatan organ intim?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 6 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah iritasi mencukur ketiak

5 Tips Mencegah Iritasi Pada Ketiak Setelah Bercukur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah ingrown hair

Bagaimana Cara Mencegah Ingrown Hair agar Tidak Semakin Parah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
tumbuh rambut di payudara

Bolehkah Menghilangkan Rambut yang Tumbuh di Payudara?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
sering mencukur jenggot

Seberapa Sering Pria Harus Mencukur Jenggot dan Kumis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit