Dari Ketiak Hingga Rambut Kemaluan, Ini Cara Bercukur yang Benar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Baik mencukur kumis, ketiak, kaki, ataupun rambut kemaluan, teknik bercukur yang keliru dapat mengakibatkan razor burn hingga infeksi yang menyakitkan. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami cara bercukur yang benar sebelum membabat rambut halus pada area tersebut.

Simak informasi berikut untuk mengetahui tahap-tahapnya.

Cara bercukur yang benar dan minim risiko

Bercukur tidak cukup dengan menyiapkan alat cukur saja. Terdapat beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kulit gatal dan terluka serta mengoptimalkan hasil cukur agar semakin bersih.

Siapkan alat cukur Anda beserta krim cukur, air, dan handuk bersih berbahan lembut. Berikut cara bercukur yang benar dengan risiko minimal:

1. Memilih alat cukur

Penularan hepatitis B melalui alat cukur

Ada dua macam alat cukur yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan, yakni alat cukur standar dan elektrik. Alat cukur standar terbagi menjadi alat cukur disposable (5-7 kali pakai) serta alat cukur yang bisa digunakan berulang kali.

Dilansir dari laman Kids Health, alat cukur elektrik cenderung lebih praktis dan nyaman. Namun, hasilnya tidak sebersih alat cukur standar. Alat cukur standar bisa memberikan hasil cukur yang bersih dan mendekati pangkal rambut, tapi Anda harus lebih teliti.

Cara bercukur yang benar juga ditentukan dari alat cukurnya. Pilihlah alat cukur dengan kepala yang dapat digerakkan dan memiliki sedikitnya 2 mata pisau. Alat cukur sebaiknya juga cukup lentur dan nyaman ketika digenggam.

2. Membasahi dan membersihkan kulit

Sumber: Men’s Journal

Sebelum menempelkan apa pun, bersihkan kulit terlebih dahulu dengan air hangat dan sabun. Air hangat akan membuat kulit lebih rileks dan lembut, serta membuka pori-pori. Dengan begitu, kulit dapat menghadapi gesekan alat cukur dengan lebih baik.

Wajah dan area organ intim memiliki kulit yang sensitif. Jadi, gunakan sabun berbahan lembut yang dikhususkan untuk area tersebut. Sabun akan membersihkan minyak, sel kulit mati, serta kotoran yang dapat menyumbat pori-pori dan mengakibatkan infeksi.

3. Oleskan krim atau gel cukur

mengganti pisau cukur

Untuk bisa bercukur dengan cara yang benar, Anda membutuhkan krim atau gel cukur. Krim dan gel akan membentuk lapisan pelumas antara kulit dan alat cukur. Lapisan ini memudahkan gerak pisau cukur sehingga kulit tidak mendapatkan banyak gesekan.

Selain itu, krim dan gel cukur juga menandai bagian kulit yang sudah dilewati pisau. Jadi, Anda tidak perlu mencukur bagian yang sama berulang kali karena hal ini justru dapat mengakibatkan luka dan iritasi.

Pilihlah krim dan gel cukur yang memberikan sensasi dingin. Oleskan krim atau gel ke arah atas sehingga helai-helai rambut menjauh dari kulit. Cara ini akan membuat hasil cukur lebih bersih, sebab pisau cukur bisa menjangkau pangkal rambut.

4. Cara bercukur yang benar mengikuti arah tumbuhnya rambut

waxing atau mencukur

Kini saatnya bercukur dengan cara yang benar. Tempelkan pisau cukur pada bagian yang ingin Anda bersihkan, lalu tarik secara perlahan dengan gerakan pendek-pendek. Ikuti arah tumbuhnya rambut untuk mencegah luka dan razor burn.

Jangan menekan pisau cukur terlalu keras, tapi jangan pula terlalu lembut. Sentuhan yang pas adalah saat Anda bisa merasakan pisau memotong rambut dan tidak melukai kulit. Jika Anda kurang menekan pisau cukur, rambut masih akan banyak bersisa.

Ada beberapa area kulit yang cukup sulit dicukur, seperti atas bibir, dagu, leher, serta lekuk selangkangan. Saat mencukur area ini, coba tarik kulit sedikit agar permukaannya lebih rata. Jangan lupa, bersihkan pisau cukur dengan air setiap satu cukuran.

5. Bersih-bersih setelah bercukur

Usai bercukur, Anda pun perlu membersihkan alat cukur dengan cara yang benar. Bilas alat cukur dari krim, gel, serta rambut yang menempel dengan air dingin. Biarkan alat cukur mengering dengan sendirinya, lalu simpanlah di tempat yang kering.

Basahi wajah dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori. Bila perlu, Anda dapat menggunakan krim atau losion aftershave untuk melembutkan, melindungi, serta membersihkan kulit dari bakteri.

Bercukur membuat kulit terasa lebih bersih dan terawat. Namun, cara bercukur yang keliru justru dapat menimbulkan masalah kulit baru. Pastikan Anda selalu mengikuti seluruh cara bercukur yang benar untuk melindungi kulit dari risiko tersebut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 6, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca