Cara Mencegah Gagal Jantung Setelah Anda Kena Serangan Jantung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Seseorang yang pernah mengalami serangan jantung biasanya akan mengalami sejumlah kerusakan pada otot jantungnya. Kerusakan otot pada jantung ini bisa meningkatkan risiko untuk mengalami gagal jantung. Nah, mencegah gagal jantung adalah bagian paling penting setelah Anda mengalami serangan jantung. Bagaimana cara mencegah gagal jantung? Ini jawabannya.

Mengapa orang yang pernah kena serangan jantung rentan mengalami gagal jantung?

Pasien serangan jantung akan lebih berisiko tinggi untuk mengalami gagal jantung, bahkan sering kali hanya dalam beberapa jam atau hari pertama setelah serangan jantung. Meskipun kerusakan otot jantung hanya dalam skala sedang, risiko gagal jantung masih sangat besar. Pengobatan atau terapi setelah serangan jantung dan mengubah gaya hidup dari yang tidak sehat menjadi gaya hidup sehat sangat penting untuk mencegah timbulnya gagal jantung.

Gagal jantung yang terjadi setelah serangan jantung sangat bergantung pada bagaimana otot jantung yang tidak rusak merespon. Setelah Anda mengalami serangan jantung, otot jantung Anda yang sehat akan ‘meregang’ dan mengambil alih beban kerja otot yang rusak. Peregangan ini menyebabkan pembesaran jantung, proses ini biasa disebut dengan remodeling jantung.

Peregangan ini membantu otot jantung yang tidak rusak untuk berkontraksi lebih kuat dan memungkinkan melakukan lebih banyak pekerjaan. Secara sederhana, otot jantung ‘berperilaku’ seperti karet gelang. Semakin Anda meregangkannya, semakin keras dan semakin banyak ‘jepretan’ yang dimilikinya. Namun, jika Anda terlalu banyak menggunakan karet gelang, atau terus meregangkannya secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, karet gelang akan kehilangan ‘jepretan’ dan menjadi mulur atau lemah. Hal yang sama juga akan terjadi pada otot jantung.

Peregangan otot jantung akan menyebabkan otot jantung melemah sehingga meningkatkan risiko gagal jantung. Remodeling jantung hanya bisa membantu jantung untuk bekerja lebih baik sementara waktu karena berisiko gagal jantung. Jika remodeling jantung dapat dicegah atau dibatasi maka risiko gagal jantung akan berkurang.

Cara menilai remodeling jantung yang terjadi setelah serangan

Memperkirakan berapa banyak remodeling jantung terjadi adalah bagian paling penting untuk menilai kinerja otot jantung setelah terjadinya serangan. Untuk memeriksakan hal ini, Anda bisa melakukan Multigated Acquisition (MUGA) scan atau ekokardiogram. Dua metode ini digunakan untuk melihat kinerja ventrikel kiri jantung.

Untuk memperkirakan jumlah kerusakan otot jantung yang disebabkan oleh serangan biasanya diukur dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri atau yang lebih dikenal dengan Left Ventricle Ejection Fraction (LVEF). LVEF adalah persentase darah yang dikeluarkan oleh ventrikel kiri dengan setiap denyut jantung.

Pembesaran jantung karena remodeling menyebabkan fraksi ejeksi ventrikel kiri menurun. Jika LVEF kurang dari 40 % (normal 55 % atau lebih tinggi) maka kerusakan otot yang terjadi cukup signifikan. Semakin rendah LVEF, semakin besar kerusakan dan hal ini meningkatkan risiko gagal jantung.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah gagal jantung?

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada dua obat yang secara signifikan bisa mengurangi remodeling jantung setelah serangan sekaligus mencegah gagal jantung, yaitu obat penghambat reseptor beta (Beta Blocker) dan penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE).

Beta blocker bekerja dengan menghalangi reseptor beta yang terdapat pada sel-sel tubuh. Salah satu fungsi reseptor beta adalah meingkatkan kontraktilitas otot jantung. Beta blocker juga mengurangi risiko kematian mendadak pada pasien setelah serangan jantung serta mencegah dan bahkan ‘membatalkan’ remodeling jantung setelah serangan. Beta blocker yang paling sering diresepkan setelah serangan adalah tenormin (atenolol) dan lopressor (metoprolol).

Sedangkan penghambat ACE secara signifikan mengurangi risiko gagal jantung dengan cara mencegah remodeling pada ventrikel kiri jantung. Tidak hanya itu penghambat ACE juga mengurangi risiko serangan jantung berulang, stroke, dan kematian mendadak.

Penghambat ACE yang paling sering digunakan setelah serangan jantung adalah vasotec (enalapril) dan capoten (kaptopril). Tidak hanya obat yang bisa mencegah Anda untuk mengalami gagal jantung. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gagal jantung, di antaranya:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan membatasi asupan garam, lemak, dan gula. Contoh-contoh makanan sehat adalah buah dan sayur, makanan berprotein tinggi (misalnya ikan, daging, atau kacang), makanan yang mengandung zat tepung (misalnya beras, kentang, atau roti), dan makanan yang terbuat dari bahan susu atau bahan olahan susu.
  • Menjaga berat badan dengan berolahraga secara rutin.
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman keras.
  • Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas sehat.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca