Cara Memakai Masker yang Benar Agar Tidak Menghirup Debu Polusi Udara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menghirup polusi udara bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Memakai masker hidung bisa menjadi cara yang cukup ampuh untuk melindungi diri. Masker hidung juga bisa mencegah penularan kuman penyebab penyakit. Sayangnya, banyak orang yang masih suka keliru saat memakai masker ini. Jadi, bagaimana cara memakai masker yang benar?

Siapa saja yang sebaiknya memakai masker medis ini?

Setiap orang yang berisiko tinggi terpapar debu jalanan saat beraktivitas di luar ruangan sangat disarankan untuk memakai masker hidung. Termasuk juga saat berkendara dengan transportasi umum.

manfaat vitamin b kompleks adalah

Selain itu, masker hidung juga harus dipakai oleh:

  • Orang-orang yang sedang sakit infeksi pernapasan (flu, pneumonia, bronkitis, TBC, dan lainnya)
  • Orang yang merawat pasien dengan infeksi pernapasan.
  • Orang yang mengunjungi klinik atau rumah sakit, termasuk dokter dan perawat yang bekerja di sana.
  • Pekerja yang menangani makanan

Masker ini mampu mencegah Anda menyebarkan tetesan liur atau ingus yang mungkin saja mengandung kuman. Masker wajah juga dapat melindungi Anda dari percikan cairan tubuh orang lain ketika batuk dan bersin.

Bagaimana cara memakai masker hidung yang tepat?

Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker hidung tidak boleh sembarangan. Cara memakai yang keliru bisa sangat meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya masalah. Berikut panduan cara memakai masker hidung alias alias masker bedah yang benar:

  1. Pastikan bahwa ukuran masker pas dengan wajah Anda, tidak kebesaran atau kekecilan.
  2. Selalu cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, sebelum menyentuh masker dan memasangnya.
  3. Cari sisi luar masker. Jika masker Anda memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka, sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit Anda sementara lapisan hijau menghadap ke luar.
  4. Tentukan sisi atas masker, biasanya ditandai dengan adanya garis kawat hidung.
  5. Untuk masker yang menggunakan tali: posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala mendekati ubun-ubun. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.
  6. Untuk masker karet: Anda hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga.
  7. Setelah masker menempel aman di wajah, cubit bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung Anda agar masker lebih tertutup rapat.
  8. Panjangkan lipatan-lipatan masker  kebawah untuk menutup semua bagian yang harus ditutup yakni hidung, mulut, hingga dagu.
  9. Setelah masker terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker apalagi sebelum mencuci tangan.

Masker yang sudah digunakan hanya boleh digunakan sekali pakai. Bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa masker ini hanya efektif digunakan selama 3-4 jam pemakaian atau maksimal 1 hari.

Bagaimana cara melepaskan masker medis dengan tepat?

  1. Sama halnya dengan menggunakan masker, sebelum melepaskan masker seharusnya cuci tangan lebih dahulu.
  2. Saat melepas masker, hindari menyentuh bagian depan masker karena bagian itulah yang dipenuhi oleh kuman yang menempel dari luar. Hanya sentuh bagian tali atau karet pengaitnya.
  3. Untuk melepaskan masker karet, pegang kedua karet yang menempel di telinga, lepaskan dari telinga dan buang ke tempat sampah.
  4. Untuk melepas masker tali, pertama buka tali bagian bawahnya, selanjutnya lepaskan tali bagian atas.
  5. Langsung buang ke tempat sampah tanpa menyentuh bagian depan masker.
  6. Setelah melepas masker dan membuangnya di tempat sampah, sebiaknya cuci tangan atau gunakan hand sanitizer.
  7. Jika masker sudah rusak atau terlihat kotor, segera ganti masker tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Debu di Dalam Rumah Bisa Picu Resistensi Antibiotik

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa debu yang berada di dalam ruangan bisa berpotensi memicu resisten pada antibiotik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Manfaat Masker Teh Hijau untuk Kulit Bersih, Mulus, dan Sehat

Selain dikonsumsi, teh hijau ternyata bisa diolah menjadi masker wajah yang baik untuk kesehatan kulit. Apa saja ya manfaat masker teh hijau?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Kecantikan 20 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Overnight Mask

Belakangan ini, overnight mask tengah digandrungi karena pemakaiannya yang dirasa lebih praktis. Lalu, bagaimana dengan manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Kecantikan 1 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Penggunaan Masker yang Benar untuk Mencegah Infeksi Coronavirus

Masker dipastikan bisa mengurangi risiko penularan infeksi coronavirus. Namun masker seperti apa yang lebih efektif? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 25 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis masker

Memilih Jenis Masker yang Paling Efektif Menangkal Virus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
iritasi karena masker

Tips Cegah Iritasi Akibat Pemakaian Masker Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
membuat masker kain untuk coronavirus

Bisakah Masker Kain Buatan Sendiri Memperlambat Penyebaran Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2020 . Waktu baca 5 menit