Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Cegah Iritasi Akibat Pemakaian Masker Sehari-hari

Tips Cegah Iritasi Akibat Pemakaian Masker Sehari-hari

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pada awal penyebaran virus penyebab COVID-19, penggunaan masker belum menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Namun, setelah ditemukan banyaknya kasus dan penyebarannya yang tak selalu menunjukkan gejala terlebih dahulu, WHO pun mulai menekankan urgensi untuk memakai masker setiap keluar rumah demi perlindungan dari penyakit ini.

Sayangnya, penggunaan masker secara rutin terkadang bisa menimbulkan masalah iritasi pada kulit. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Mencegah iritasi akibat penggunaan masker sehari-hari

Bagi Anda yang tetap bekerja atau harus melakukan aktivitas di luar ruangan, ada berbagai protokol kesehatan yang harus tetap diikuti, salah satunya adalah menggunakan masker. Namun di sisi lain, pemakaian masker setiap hari ternyata malah dapat menyebabkan risiko terkena iritasi, terutama pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif.

Hal ini bisa terjadi karena setiap memakai masker, pergesekan kulit dan masker akan terus terjadi. Pergesekan itulah yang nantinya akan menyebabkan lapisan kulit terluar yang berperan sebagai pelindung dari partikel atau kotoran mengalami kerusakan, mengekspos kulit pada alergen.

Selain itu, masker juga menghambat aliran udara ke wajah. Ketika seseorang bernafas atau berkeringat, kelembaban tersebut akan menumpuk dalam masker dan terus terperangkap di wajah. Tingkat kelembaban yang berlebih dapat berujung pada tumbuhnya purging jerawat.

Agar tidak menimbulkan masalah untuk kulit, lakukan beberapa pencegahan berikut ini.

1. Pilih produk perawatan kulit yang tepat

berapa lama skin care menunjukkan hasil

Cara pertama yang harus Anda lakukan untuk mencegah iritasi kulit karena pemakaian masker adalah dengan memilih perawatan kulit yang sesuai dengan kulit Anda.

Jika kulit Anda cenderung kering, beberapa masalah seperti kulit gatal atau kulit mengelupas biasanya kerap dialami. Oleh karena itu, hindari produk yang mengandung alkohol agar tidak menimbulkan rasa menyengat dan merusak lapisan kulit.

Sebelum memakai masker, oleskan wajah dengan pelembab, tapi perlu diingat untuk tidak memilih pelembab berbahan dasar air karena malah akan membuat kulit makin kering. Pilih pelembab untuk kulit kering dengan kandungan ceramide atau gliserin dan asam hialuronat.

Lain halnya jika kulit Anda termasuk jenis yang berminyak. Hindari produk perawatan kulit atau make up yang berbahan dasar minyak atau memiliki tekstur yang kental seperti foundation. Pilih produk yang juga non-komedogenik, produk yang tidak akan membuat pori-pori tersumbat.

Jangan gunakan produk dengan bulir scrub yang terlalu keras. Hindari juga pembersih yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida.

cegah iritasi masker sehari-hari covid-19

2. Cuci masker secara rutin

Selain melindungi Anda dari penyakit, memakai masker yang bersih juga akan mengurangi risiko Anda terkena iritasi. Dengan alasan inilah penggunaan masker sekali pakai mungkin akan lebih efisien.

Namun, seperti yang telah diketahui, persediaan masker sekali pakai seperti masker medis sudah semakin menipis dan sulit untuk ditemukan di tengah pandemi. Masker berbahan kain pun akhirnya menjadi pilihan.

Agar masker tetap bersih dan tidak menimbulkan masalah, cucilah masker secara rutin. Saat mencuci, sebaiknya Anda tidak menggunakan deterjen yang mengandung parfum atau wewangian karena dapat menyebabkan iritasi.

3. Memilih masker kain yang sesuai

Tak hanya soal kebersihan masker yang harus dijaga, jika Anda ingin menggunakan masker kain, Anda juga harus memilih bahan yang tepat.

Untuk mencegah kulit dari masalah jerawat, sebaiknya hindari masker dengan bahan polyester karena bahan ini dapat menjebak keringat. Pilihlah bahan yang dapat menyerap keringat seperti kapas. Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, masker yang dipilih haruslah berbahan lembut.

Bila membuat masker sendiri, Anda juga bisa menjahit bahan lembut sebagai lapisan bagian dalam masker yang akan menempel dengan kulit Anda.

Jika iritasi karena masker terjadi, bagaimana penanganannya?

Terkadang, iritasi yang muncul juga bisa disebabkan oleh sebuah kondisi bernama dermatitis kontak, di mana Anda memiliki alergi pada bahan tertentu yang terkandung pada masker. Jika reaksinya ringan, Anda mungkin masih bisa mengatasinya sendiri di rumah.

Bila reaksi yang muncul berupa rasa gatal, Anda bisa membersihkan wajah dengan pembersih yang berbahan lembut, setelah itu oleskan dengan krim yang mengandung steroid topikal seperti 1% hydrocortisone.

Ketika masker yang Anda kenakan menimbulkan luka di daerah hidung atau belakang telinga, tempelkan plester hidrogel kental yang akan membantu menyembuhkan bekas luka. Bisa juga menggunakan krim berbahan silicon atau zinc oksida untuk mengurangi efek gesekan dan mencegah kulit kering.

Bisakah Masker Kain Buatan Sendiri Memperlambat Penyebaran Coronavirus?

Selain menggunakan produk luar, cara yang juga dapat Anda lakukan adalah minum obat alergi seperti antihistamin. Biasanya obat bisa diminum sebanyak dua kali dalam sehari hingga gejala berkurang atau hilang.

Namun, bila iritasi yang terjadi karena pemakaian masker sudah menimbulkan efek seperti pembengkakan pada wajah atau ruam yang lebih parah, lebih baik segera pergi ke dokter atau ahli dermatologi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Contact dermatitis: Diagnosis & treatment. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/contact-dermatitis/treatment

Dusang, K. (2020). Avoid face irritation, acne while wearing masks. Retrieved 27 May 2020, from https://www.bcm.edu/news/skin-and-hair/avoid-face-irritation-acne-while-wearing-mask

Face masks, gloves, and protecting your skin. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/covid-19/2020/04/face-masks-gloves-and-protecting-your-skin/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x