13 Tips Lancar Berkomunikasi dengan Orang Tuli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/12/2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda orang yang mendengar, seberapa sering Anda bertemu dengan lawan bicara yang Tuli? Bagaimana jika suatu saat Anda bertemu dengan orang Tuli dan harus berkomunikasi? Jangan bingung, ada beberapa cara berkomunikasi dengan orang Tuli jika Anda tidak menguasai bahasa isyarat. Yuk, simak ulasannya di bawah ini agar Anda turut menjadi orang yang ramah disabilitas.

Sebaiknya sebut Tuli, bukan tunarungu

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa tertulis Tuli di sini, bukannya tunarungu. Bukankah tunarungu lebih sopan? Tunggu dulu.

Tunarungu sering digunakan untuk menggambarkan orang-orang dengan tingkat gangguan pendengaran mulai dari yang ringan sampai yang lebih berat, termasuk orang yang tuli dan orang yang sulit dengar (hard of hearing).

Menurut University of Washington, banyak orang Tuli lebih memilih dipanggil “Tuli” karena mereka menganggap ini lebih positif daripada istilah tunarungu yang bersifat defisit atau ada sesuatu yang salah atau rusak sehingga membuat mereka memiliki kekurangan dan harus diperbaiki jika memungkinkan.

Menurut The State of Queensland Government, sebutan Tuli merupakan sebuah identitas budaya, di mana salah satu budaya adalah cara mereka berkomunikasi yang berbeda dari orang dengar. Penyebutan Tuli menggunakan kuruf T kapital menandakan identitas seseorang, seperti halnya nama.

Dalam hasil liputan pada laman Liputan6.com dengan penyandang Tuli di Indonesia, Adhi Kusuma Bharotoes di pusat kebudayaan Amerika Serikat @america, Adhi mengatakan bahwa kata tunarungu merupakan istilah kedokteran yang muncul berkaitan dengan adanya hubungan kerusakan fisik. Kata tunarungu membuat teman-teman Tuli seperti terpisah dari kehidupan masyarakat normal. Oleh sebab itu, Adhi mendorong penggunaan kata Tuli untuk lebih sering digunakan.

pakai alat bantu dengar

Lalu bagaimana cara berkomunikasi dengan orang Tuli?

1. Kunci perhatian mereka

Untuk mendapatkan perhatian dari lawan bicara Anda yang Tuli, panggil dengan lambaian tangan atau dengan menyentuh lengan atau bahu mereka secara perlahan. Jangan terlalu agresif. 

2. Berhadapan satu sama lain

Orang yang Tuli perlu melihat wajah lawan bicaranya dengan jelas untuk mendapatkan penjelasan dari ekspresi wajah dan membaca bibir. Pertahankan ketinggian yang sama dengan lawan bicara Anda. Misalnya duduklah jika orang tersebut duduk atau berdirilah jika ia berdiri, dan gunakan kontak mata.

Hindari melakukan hal lain saat berkomunikasi seperti menggigit-gigit pensil, menggunakan masker, menggigit bibir, atau menutupi wajah atau mulut dengan tangan.

3. Atur jarak Anda dengan lawan bicara

Pertimbangkan jarak antara lawan bicara Anda yang Tuli dengan diri Anda sendiri. Hal ini akan memengaruhi pendengaran dan proses pembacaan bibir. Jangan terlalu jauh, jangan terlalu dekat. Berdiri dalam jarak kurang lebih satu meter dari orang tersebut sudah cukup ideal.

4. Optimalkan pencahayaan

Pencahayaan yang baik membantu lawan bicara Anda yang Tuli bisa membaca bibir dan melihat ekspresi Anda dengan jelas. Hindari efek backlight atau siluet, misalnya dengan tidak berbicara membelakangi jendela besar di siang hari. Pastikan tempat Anda bicara dengan orang Tuli cukup terang.

5. Beri tahu konteks serta kata kuncinya

Agar lancar berkomunikasi dengan orang Tuli, beri tahu lawan bicara Anda apa yang akan Anda bicarakan sebelum memulai percakapan. Ini supaya lawan bicara Anda lebih terbayang dan mudah mengikuti arah percakapan.

6. Gunakan gerakan bibir normal

Anda tidak perlu terlalu membesar-besarkan setiap kata, dan jangan bergumam atau bicara terlalu cepat. Hal ini akan membuat sulit dalam membaca bibir. Ingat, pada dasarnya membaca bibir adalah keterampilan yang sangat sulit dikuasai dan kemahirannya bervariasi pada setiap orang.

Menurut The State of Queensland Government (Queensland Health), pemahaman dari membaca bibir sebesar 30-40% sisanya adalah menebak. Kemampuan membaca bibir tergantung pada seberapa mengerti lawan bicara Anda dengan kosakata dan struktur kalimat yang Anda berikan.

Tidak semua orang Tuli juga memiliki kemampuan membaca bibir yang sama, jika orang tersebut tampaknya memiliki kesulitan untuk memahami, cobalah untuk mengulang kembali pesan Anda dengan cara atau kalimat yang berbeda daripada mengulangnya sama persis.

7. Volume bicara

Bicaralah pada volume normal. Jangan berteriak, apalagi jika lawan bicara Anda menggunakan ABD (alat bantu dengar). Teriakan Anda membuat lawan bicara Anda yang Tuli merasa sakit atau tidak nyaman.

Ini sama halnya dengan pencahayaan yang terlalu terang yang datang persis di depan mata Anda, akan membuat mata sakit dan tidak nyaman bukan? Itu yang akan dirasakan telinga lawan bicara Anda yang Tuli. Selain itu, berteriak pada saat berkomunikasi dengan orang Tuli juga membuat Anda terlihat agresif dan kurang sopan.

8. Gunakan isyarat dan ekspresi

Jika Anda tidak menguasai bahasa isyarat, tunjukkan bahasa tubuh atau isyarat sederhana. Contohnya jika ingin menyampaikan kata “makan”, peragakan orang makan pada umumnya. Selanjutnya, tunjukkan ekspresi saat menjelaskan maksud Anda. Tunjukan dengan wajah Anda jika ada sesuatu yang menyakitkan, menakutkan, atau saat semua baik-baik saja.

Jangan malu menggunakan ekspresi ketika berkomunikasi. Ingat, pembicara yang penyampaiannya hidup akan selalu lebih menarik untuk dilihat.

9. Jangan bicara berbondong-bondong

Jika Anda dan teman Anda menemui orang Tuli, cukup bicara dari satu orang saja atau secara bergantian. Jika semuanya berbicara dalam waktu yang sama, ini hanya akan membuat lawan bicara Anda semakin bingung dan tidak bisa fokus melihat ke satu wajah.

10. Bersikap sopan

Jika ada telepon berdering, atau ketokan pintu, jangan langsung meninggalkan lawan bicara Anda begitu saja. Katakan permisi dan beri tahu jika Anda akan menjawab telepon dahulu atau membukakan pintu. Jangan mengabaikan tiba-tiba dan membuat lawan bicara Anda menunggu tanpa diberi penjelasan.

11. Ketika ada juru bahasa, tetap bicara dan kontak mata dengan lawan bicara Anda

Jika Anda menemui orang Tuli yang membawa juru bahasa, tetaplah bicara langsung menghadap kepada orang Tuli tersebut, bukan kepada juru bahasanya. Selain itu, gunakan kata “saya” dan “kamu” atau “Anda” saat berkomunikasi melalui juru bahasa, bukan malah mengatakan, “Tolong sampaikan padanya,” atau, “Dia mengerti atau tidak?” pada juru bahasanya. 

12. Ulangi dan tulis poin-poin penting

Jika memungkinkan ada secarik kertas, tulis pesan-pesan pokok untuk membantu berkomunikasi dengan orang Tulis seperti tentang tanggal, waktu, dosis pengobatan, dan lain sebagainya yang menjadi poin penting pembicaraan Anda.

13. Pastikan lawan bicara Anda sudah paham

Mintalah umpan balik untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman saat berkomunikasi dengan orang Tuli. Anda bisa langsung bertanya apakah kata-kata Anda tadi sudah jelas atau belum, sama seperti ketika Anda bicara dengan orang yang mendengar. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit