Telinga Mendadak Tuli Sebelah, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kadang, salah satu sisi telinga yang kemasukan air atau tersumbat kotoran bisa tuli tiba-tiba. Tapi jika telinga tiba-tiba tuli sebelah tanpa Anda ketahui penyebabnya, jangan remehkan hal ini. Meski pendengaran Anda bisa saja kembali utuh lagi, gangguan pendengaran ini termasuk kondisi darurat yang harus segera diperiksakan ke dokter. Memang, apa yang menyebabkan telinga tuli sebelah tiba-tiba? Apakah kondisi ini bisa disembuhkan?

Telinga bisa tuli tiba-tiba

Telinga dikatakan tuli tiba-tiba ketika telinga kehilangan sebagian kemampuannya untuk mendengar. Artinya, Anda hanya bisa mendengar volume suara yang tidak lebih dari 30 desibel (dB). Sebagai perbandingan, volume suara percakapan biasa berkisar antara 60 dB.

Kondisi ini biasanya memang terjadi pada satu telinga saja. Diketahui jika orang yang terkena gangguan kesehatan ini tidak terlalu banyak, yaitu sekitar 5.000 orang per tahunnya. Kebanyakan, telinga tuli tiba-tiba dialami oleh orang yang telah memasuki usia lebih dari 40 tahunan. Hanya 1 dari 10 kasus tuli tiba-tiba yang terjadi pada kedua telinga. 

Banyak orang yang mengetahui mereka mengalami hal ini ketika mereka bangun pagi dan salah satu telinga mereka tak bisa mendengar apapun. Atau sebagian lagi mengetahuinya ketika mereka sedang sibuk menjalani aktivitas sehari-harinya dan kemudian suara di sekitarnya meredam, seperti terdengar dari kejauhan. Terkadang, ada beberapa gejala lain yang timbul saat seseorang mengalami hal ini, yaitu telinga terasa tertekan, kepala terasa ringan, dan telinga berdenging.

Apa yang menyebabkan telinga tuli sebelah tiba-tiba?

Dalam dunia medis, kondisi telinga tuli sebelah tiba-tiba disebut dengan kehilangan pendengaran sensorineural. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, yaitu:

  • Penyakit infeksi
  • Trauma atau cedera, sering kali pada bagian kepala
  • Penyakit autoimun, seperti sindrom Cogan
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi kemampuan pendengaran
  • Tumor yang tumbuh pada bagian otak yang mengatur kemampuan mendengar
  • Gangguan sistem saraf, seperti multiple sclerosis
  • Gangguan pada telinga dalam

penyebab tuli karena anemia defisiensi besi

Bagaimana mengobati telinga tuli sebelah?

Kebanyakan kasus, orang yang mengalami gangguan kesehatan ini – apalagi yang tidak diketahui jelas penyebabnya – akan diberikan obat kortikosteroid. Obat ini sebenarnya digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan yang menimbulkan gejala peradangan dan pembengkakan. 

Sementara pengobatan tambahan lain akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, tak lupa dilihat juga dari penyebabnya lewat pemeriksaan fisik menyeluruh. Misalnya saja, jika telinga tuli tiba-tiba ini disebabkan oleh infeksi, maka dokter akan meresepkan Anda antibiotik untuk menyembuhkan infeksi tersebut.

Sedangkan kalau Anda diketahui mengonsumsi suatu obat-obatan yang menyebabkan telinga tuli tiba-tiba, maka dokter akan mengganti obat tersebut dengan jenis yang lain. Pengobatan yang diberikan juga dapat berupa pemasangan implan koklea agar pasien dapat mendengar dengan lebih baik.

Apakah telinga tuli sebelah bisa kembali normal?

Pada kebanyakan kasus atau sekitar 32-79% kasus, kemampuan pendengaran akan kembali pulih dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, bagi mereka yang memiliki vertigo, mereka mempunyai peluang yang lebih kecil untuk mendapatkan kemampuan mendengar yang normal kembali. Selain itu, usia juga memengaruhi peluang pasien untuk mendapatkan kemampuan mendengarnya kembali. Semakin muda usia mereka, maka semakin besar peluangnya untuk bisa kembali mendengar dengan normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit