5 Obat Diuretik Alami Ini untuk Mengatasi Tubuh Bengkak Akibat Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/08/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami bengkak di bagian tubuh akibat penumpukan cairan? Kondisi itu disebut dengan edema, yaitu cairan tubuh yang berkumpul pada suatu bagian tubuh yang akhirnya mengakibatkan bengkak. Tumpukan berat air ini mungkin terjadi pada Anda yang aktivitasnya duduk atau berdiri saja selama seharian. Tetapi, kondisi ini juga sering dialami oleh orang yang mengalami tekanan darah tinggi, gangguan fungsi ginjal, hati, dan jantung.

Bila Anda ke dokter, biasanya dokter akan memberikan obat diuretik yang mampu mengatasi berat air yang menumpuk. Namun, Anda juga dapat mengandalkan beberapa obat diuretik alami dari beberapa tanaman berikut ini.

Berbagai obat diuretik alami yang bisa mengurangi penumpukan cairan

1. Teh hijau

Selama ini teh hijau terkenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi dan disebut-sebut ampuh untuk membakar simpanan lemak di dalam tubuh. Ternyata, tak hanya itu saja fungsi dari teh hijau. Menurut International Scholarly Research Notices, mengonsumsi teh hijau dalam jumlah banyak atau sedikit pun dapat memberikan efek diuretik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa minum secangkir teh hijau, dapat membuat Anda kencing terus-terusan.

2. Teh hitam

Teh hitam juga bisa meningkatkan produksi urin. Sama seperti teh hijau, teh hitam memiliki kandungan kafein yang memang memiliki efek diuretik. Namun, menurut European Journal of Clinical Nutrition, kafein yang ada di dalam teh ini tak terlalu banyak, sehingga untuk menimbulkan efek diuretik, Ada harus mengonsumsi setidaknya 6-7 gelas teh.

3. Peterseli

Tidak hanya untuk membuat penampilan makanan lebih menarik saja, peterseli dianggap sebagai salah satu obat diuretik alami yang dapat membantu timbunan berat air Anda berkurang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology yang melakukan penelitian pada pasien dengan gangguan ginjal, peterseli dapat meningkatkan jumlah urin dalam satu hari.  

teh herbal pelangsing tubuh

4. Tanaman kembang sepatu

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Ethnopharmacol, menyatakan bahwa ekstrak tanaman ini dapat membantu fungsi kerja ginjal sehingga meningkatkan produksi urin dan mencegah edema. Tanaman ini biasanya dibuat untuk campuran teh. 

5. Paku ekor kuda

Telah banyak produk teh yang menggunakan tanaman herbal ini sebagai bahan dasarnya. Obat diuretik alami yang berbentuk seperti daun pakis ini, tak hanya diracik sebagai teh, namun juga diambil ekstraknya untuk dijadikan obat herbal. Paku ekor kuda mengandung hydrochlorothiazide yang dianggap sebagai zat diuretik.

Apa yang harus diperhatikan ketika menggunakan obat diuretik alami?

Semua tanaman herbal tersebut memang bisa dijadikan obat diuretik alami, namun dalam penggunaannya, tetap saja Anda harus berkonsultasi pada dokter yang menangani Anda. bila Anda memutuskan untuk menggunakan obat diuretik ini, pastikan bahwa tak ada efek samping pada kesehatan Anda.

Bila Anda bingung, memilih obat diuretik mana yang harus Anda gunakan, maka jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau tim medis yang menangani Ada.

Mengurangi konsumsi garam dan makanan yang mengandung natrium

Berat air akan kembali tertimbun dan membuat salah satu bagian tubuh Anda bengkak, jika tak menghentikan penyebab kondisi ini. Salah satu faktor mengapa Anda mengalami edema adalah tingkat konsumsi natrium yang tinggi.

Natrium banyak terdapat di dalam garam dan makanan atau minuman kemasan. Terlalu banyak mengonsumsi makana tersebut akan membuat tubuh Anda menahan air lebih banyak, sehingga tubuh menjadi bengkak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit