Awas! Jangan Minum Obat Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Paracetamol atau yang juga sering disebut sebagai acetaminofen, adalah obat bebas yang sering digunakan banyak orang untuk meredakan demam dan nyeri. Paracetamol termasuk obat penghilang rasa sakit dan obat batuk dan flu. Obat ini sepenuhnya aman jika digunakan sesuai anjuran, dan hampir semua orang memilikinya di rumah. Namun, jika Anda mencampur paracetamol dan alkohol, misalnya dengan minum alkohol sesaat sebelum atau sesudah minum obat paracetamol, ada efek samping berbahaya yang mungkin terjadi.

Apa yang akan terjadi kalau paracetamol dan alkohol tercampur dalam tubuh?

Meskipun paracetamol dianggap aman untuk penggunaan pada umumnya, obat ini bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki kecanduan alkohol atau yang minum alkohol secara rutin. Kombinasi paracetamol dan alkohol menempatkan Anda pada risiko overdosis meskipun Anda sudah mengikuti dosis anjuran yang aman. Maka dari itu, banyak produsen obat meminta konsumen yang mengonsumsi lebih dari 2 minuman beralkohol per harinya untuk berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakan paracetamol.

Gagal hati akibat interaksi alkohol

Paracetamol dan alkohol yang tercampur dalam tubuh bisa berakibat pada komplikasi mematikan, yang salah satunya adalah sindrom alkohol-acetaminophen. Tanpa pengobatan tepat waktu, sindrom alkohol-acetaminophen bisa menyebabkan gagal hati akut.

Tubuh melepaskan protein yang disebut transaminase untuk membantu mendukung metabolisme hati. Orang dengan sindrom alkohol-acetaminophen memiliki kadar serum transaminase yang besar. Ini menandakan bahwa hati bekerja jauh lebih keras untuk memproses acetaminophen dan alkohol. Kerja yang berat ini tidak dapat ditanggung oleh hati.

Selain itu, sementara alkohol dimetabolisme, enzim beracun dilepaskan. Sindrom alkohol-acetaminophen mempercepat laju metabolisme alkohol, yang pada akhirnya mempercepat pelepasan racun. Racun ini menumpuk di hati, menyebabkan kondisi yang disebut hepatoksisitas, dan pada akhirnya gagal hati dan kerusakan hati.

Kapan boleh minum alkohol lagi setelah minum obat paracetamol?

Sebelum menggunakan paracetamol, Anda harus mempertimbangkan tingkat konsumsi alkohol dan kondisi hati Anda. Orang yang rutin minum alkohol untuk waktu lama, bahkan dalam jumlah yang tidak berlebihan, mungkin tidak memiliki kadar glutathione (enzim yang bertanggung jawab untuk proses detoks) yang memadai. Berkurangnya glutathione berkontribusi pada peningkatan risiko gangguan hati, bahkan dengan dosis kecil parasetamol.

Bagaimana paracetamol dan alkohol berinteraksi satu sama lainnya tergantung pada usia, berat badan, dan kondisi kesehatan masing-masing pengguna. Hati sering kali memerlukan hingga 5 hari untuk sepenuhnya menyingkirkan alkohol. Waktu yang diperlukan untuk menyingkirkan paracetamol bahkan bisa lebih lama lagi. Akibatnya, akan lebih baik untuk menunggu minimal lima hari setelah minum minuman beralkohol, sebelum menggunakan paracetamol.

Selain itu, Anda juga harus menunggu minimal satu minggu setelah dosis terakhir paracetamol Anda sebelum mulai minum alkohol kembali. Pengguna alkohol jangka panjang harus menghindari minum alkohol jika mereka ingin minum paracetamol. Atau, Anda bisa mempertimbangkan untuk minum obat lainnya. Paracetamol tidak boleh digunakan untuk mengobati sakit kepala akibat alkohol atau hangover.

Jika Anda memiliki masalah minum alkohol atau gangguan hati, selalu konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum meminum paracetamol untuk menghindari komplikasi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan mungkin sudah biasa. Lantas, bagaimana dengan rela tidak makan karena ingin minum alkohol atau disebut drunkorexia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit