Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu bumbu yang membuat makanan menjadi lebih nikmat adalah garam, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang menyukai makanan yang asin untuk dikonsumsi. Garam adalah salah satu sumber sodium/natrium yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menjaga metabolismenya.

Meskipun begitu, Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi garam secara berlebih. Terlalu banyak makan makanan asin dengan garam itu bahaya dan dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Hal tersebut menyebabkan peningkatkan tekanan darah, yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.

Berapa batas asupan garam dalam sehari?

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengonsumsi garam berlebih. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2009 yakni sebanyak 24,5 persen. Padahal, Menteri Kesehatan telah memberikan batasan konsumsi garam yang dianjurkan per hari yaitu sebanyak 2000 mg natrium/sodium atau 5 g garam (satu sendok teh).

Sayangnya, konsumsi garam berlebih sulit dihindari, mengingat bahwa natrium atau sodium banyak dijumpai pada makanan cepat saji dan makan olahan, seperti kentang goreng, ayam goreng, burger, pizza, dan sebagainya. Bahkan, menurut American Heart Association, sekitar 75 persen natrium/sodium yang Anda konsumsi bukan berasal dari garam dapur, melainkan dari makanan olahan dan cepat saji.

Mengapa banyak orang menyukai makanan yang asin?

Sebuah penelitian di Australia tahun 2011 telah menemukan bahwa otak merespons natrium/sodium yang Anda konsumsi sama seperti ketika otak merespons nikotin. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang yang “kecanduan” makanan asin atau gurih yang tinggi sodium.

Bahaya makanan asin jika Anda memakannya terlalu banyak

Saat tubuh kelebihan garam, ginjal mengalami kesulitan dalam menjaga garam yang berlebih di dalam aliran darah. Garam tersebut akan terakumulasi dalam tubuh, membuat jumlah cairan yang mengelilingi sel dan volume darah meningkat. Akibatnya, darah harus bekerja lebih ekstra untuk jantung dan memberikan tekanan lebih banyak pada pembuluh darah. Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya tekanan darah jantung, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah konsumsi garam berlebih adalah dengan diet rendah garam. 

Dampak konsumsi makanan rendah garam pada tubuh

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi makanan rendah garam memiliki dampak yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam laporan tahun 2003 yang mengumpulkan hasil dari berbagai uji coba penelitian di seluruh dunia, telah dinemukan bahwa mengurangi asupan sodium 1.000 mg sehari dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,5 mmHg pada pasien dengan hipertensi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2007 di British Medical Journal juga menemukan bahwa mengurangi asupan sodium dapat menurunkan penyakit kardiovaskular sebesar 25% sampai 30%

Bagaimana cara menyeimbangkan asupan garam yang terlalu tinggi?

Meskipun telah mengkonsumsi garam berlebih, tetap saja ada orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang menjadi penyebab tingginya tekanan darah tinggi, yaitu kurangnya asupan potassium/kalium dalam tubuh.

Sodium dan potassium/kalium memiliki efek berlawanan pada kesehatan jantung, karena asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun, asupan potassium/kalium yang tinggi justru dapat membantu mengendurkan pembuluh darah dan mengeluarkan natrium sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada tubuh.

Akibatnya, kekurangan potassium/kalium dapat menyebabkan sel memakan natrium/sodium di dalam tubuh. Itu dapat meningkatkan tekanan darah tubuh. Bahkan, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jumlah garam itu biasa. Namun, dengan menambahkan porsi buah dan sayuran yang mengandung potassium/kalium, dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara siginifikan.

Sumber potassium/kalium lainnya yang melimpah adalah pisang, kismis, bayam, susu, kentang yang dipanggang dengan kulit, dan sebagainya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

Tahukah berapa angka tekanan darah normal? Apakah Anda tahu bedanya angka atas dan angka bawah? Simak angka tensi normal berdasarkan usia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Sudah Benarkah Cara Anda Keramas Selama Ini? Cek di Sini!

Walaupun Anda rajin keramas, belum tentu rambut Anda bersih. Berikut ulasan mengenai langkah mencuci rambut dengan benar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

Mudah merasa lelah dan pusing? Bisa jadi gejala kadar hemoglobin atau Hb tinggi. Apa risikonya bagi tubuh? Cari tahu info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi rambut kering

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit