Ganja atau Alkohol, Mana yang Lebih Berbahaya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pertanyaan mengenai lebih bahaya mana antara ganja atau alkohol masih sering diperdebatkan. Pola penggunaan antara ganja dan alkohol yang sering digunakan dalam jangka panjang membuat keduanya sangat sulit dibandingkan. Efek bahaya konsumsi alkohol maupun ganja, sama-sama baru akan menunjukkan efek kesehatan dalam jangka panjang. Jadi, lebih bahaya ganja atau alkohol? Ini jawabannya.

Ada 10 zat yang lebih berbahaya dari ganja

Ganja (Cannabis sativa) atau disebut juga marijuana merupakan tanaman budidaya yang sering disalahgunakan. Daun ganja mengandung senyawa tetrahidrokanabinol atau yang sering disingkat THC yang memiliki efek psikoaktif atau dapat mempengaruhi saraf otak dan kondisi kejiwaan.

Efek yang paling khas saat mengisap daun ganja adalah euforia atau gembira hingga tertawa tanpa sebab, lalu diikuti dengan halusinasi atau melihat hal-hal yang tidak nyata.

Karena efeknya langsung memicu perubahan perilaku, ganja selalu dilihat sebagai sesuatu yang sangat berbahaya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan asal Jerman dan Kanada setidaknya mencatat ada 10 zat yang lebih mematikan dibandingkan ganja, termasuk beberapa zat yang legal, seperti alkohol dan nikotin, yang terkandung dalam sebatang rokok.

Menurut penelitian, lebih bahaya ganja atau alkohol?

Bahaya ganja atau alkohol hingga saat ini masih sering diperdebatkan. Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Scentific Report menuliskan bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih 100 kali lebih berbahaya dibandingkan menggunakan ganja.

Menurut studi ini, risiko ganja masih jauh lebih rendah dibandingkan alkohol. Dalam studi tersebut, para peneliti menghitung risiko kesehatan masing-masing obat dengan melihat ukuran yang disebut margin paparan (MOE) yang menjadi rasio untuk perbandingan jumlah obat yang dibutuhkan untuk membunuh seseorang. Cara menghitungnya sederhana, bila rasio MOE rendah, obat tersebut mematikan.

Saat diuji, tetrahydrocannabinol (THC), bahan aktif dalam ganja, memiliki MOE lebih dari 100. Ini berarti tidak sesuai kriteria “membunuh” MOE. Sebaliknya, rasio MOE dari alkohol, heroin, kokain, dan nikotin berada di angka 10. Sebuah angka rasio yang cukup untuk mencabut nyawa seseorang.

Sedangkan zat lain, seperti MDMA, methamphetamine, metadon (narkotik yang sering digunakan pengobatan medis selain heroin), amfetamin (stimulan untuk obat narkolepsi dan hiperaktif), dan diazepam, sedikit berisiko. Sebab, rasio MOE dari obat-obatan tersebut berada di antara 10 sampai 100.

Meski begitu, rasio MOE ini masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan. Alasannya, rasio MOE didasarkan pada data hewan. Karena itu, tidak etis jika menyandingkannya dengan manusia.

Efek ganja yang dikonsumsi berlebihan sama dengan overdosis alkohol

Penggunaan alkohol memang lebih banyak dipantau, ada 88.000 kematian per tahun akibat terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Meskipun efek kematian pada penggunaan ganja tidak ada angka pasti, namun bukan berarti zat ini tidak berbahaya. Penelitian efek ganja bagi kesehatan masih terus diteliti.

Menurut Ruben Baler, seorang ilmuwan kesehatan di National Institute on Drug Abuse, dampak dari penggunaan ganja jauh lebih halus. Ganja mempengaruhi sistem kardiovaskular serta meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Jika ganja dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dalam satu waktu, efeknya sama seperti overdosis alkohol.

Menurut Direktur Divisi Metabolisme dan Efek Kesehatan di Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme Amerika Serikat, Gary Murray, ganja dapat mempengaruhi kesehatan dengan cara tidak langsung.

Karena ganja dapat merusak koordinasi dan keseimbangan, ada risiko menyakiti diri sendiri, terutama jika seseorang mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan konsentrasi.

Perdebatan bahaya ganja atau alkohol masih terus berlangsung. Namun, Anda harus ingat baik ganja yang kepemilikannya ilegal di Indonesia ataupun alkohol berpotensi besar membahayakan kesehatan Anda.

Baca Juga:

Sumber