Jangan Disepelekan, Dehidrasi Bisa Sebabkan Kerusakan Organ Berat!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tiga tahun lalu ada berita, seorang pelari di acara half-marathon ambruk di tengah-tengah acara. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata laki-laki berusia 45 tahun ini mengalami dehidrasi akibat kurang minum pada saat berlari di bawah teriknya matahari. Tak cuma pada kasus ini saja, sudah banyak laporan kasus orang meninggal dunia atau ambruk akibat dehidrasi serius. Karena itu, bahaya dehidrasi tidak bisa disepelekan.

Mengenal dehidrasi dan penyebabnya

Dehidrasi adalah kondisi di mana keseimbangan cairan tubuh menjadi negatif, yaitu lebih banyak cairan yang keluar dibandingkan yang masuk. Hal ini menyebabkan Anda kekurangan cairan dan tidak dapat menjalankan fungsi normal tubuh. Jika Anda tidak segera mengganti cairan yang hilang, maka Anda akan jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Kondisi ini akan sangat berbahaya, terutama pada anak-anak yang masih kecil dan orang lanjut usia (lansia).

Dehidrasi dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada anak-anak, biasanya dehidrasi disebabkan oleh diare berat dan muntah-muntah. Sedangkan pada dasarnya lansia memiliki jumlah cairan yang lebih sedikit sehingga lebih rentan mengalami dehidrasi.

Keringat yang berlebihan pada saat olahraga juga dapat menyebabkan dehidrasi. Jika ditambah dengan kondisi lingkungan yang panas dan lembap, maka akan semakin memperbanyak jumlah cairan yang hilang.

Beberapa penyakit tertentu juga dapat menyebabkan kondisi dehidrasi seperti diabetes melitus, penyakit yang ringan seperti infeksi paru, dan luka bakar.

Yang terjadi pada tubuh saat dehidrasi

Keseimbangan cairan negatif yang menyebabkan dehidrasi terjadi karena kurangnya asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan (baik oleh karena diare, keringat, atau urine), serta berpindahnya cairan dalam tubuh (pengumpulan cairan di dalam rongga perut atau rongga paru). Berkurangnya jumlah total cairan tubuh (total body water) menyebabkan berkurangnya volume cairan di dalam sel tubuh dan di pembuluh darah.

Gejala-gejala bahaya dehidrasi akan muncul ketika jumlah cairan di dalam pembuluh darah semakin berkurang sehingga menyebabkan syok hipovolemik dan berakhir pada gagal organ dan kematian. Ketika terjadi syok, aliran darah menuju ke organ akan berkurang sehingga sel-sel tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, organ-organ tubuh menjadi mati.

Ginjal dan otak merupakan contoh organ yang paling sering mengalami gangguan ketika seseorang mengalami dehidrasi yang berat.

Dehidrasi dapat menyebabkan gagal ginjal akut yang apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kerusakan ginjal berat dan berakhir pada gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah setiap minggu.

Ketika dehidrasi menyebabkan kerusakan pada otak, pasien akan mengalami penurunan kesadaran dan kerusakan otak permanen. Hal inilah yang terjadi pada pelari usia 45 tahun yang tadi diceritakan. Dari semua bagian otaknya, hanya menyisakan batang otak yang masih dapat bekerja dengan baik.

Selain itu, keseimbangan elektrolit dapat terganggu ketika terjadi dehidrasi. Bisa terjadi kekurangan atau bahkan kelebihan elektrolit, tergantung dari penyebab dehidrasi. Gangguan keseimbangan elektrolit ini dapat menyebabkan gangguan saraf seperti kejang.

Tanda dan gejala dehidrasi

Orang yang mengalami dehidrasi biasanya akan merasakan rasa haus yang berat, mulut kering, kencing semakin jarang dan warna kencing berwarna cokelat tua dan pekat, serta muncul rasa lemas luar biasa dan pusing.

Pada kondisi yang berat dapat menyebabkan pasien mengalami disorientasi alias linglung, mata menjadi cekung, kulit kering, demam, tekanan darah menurun, laju nadi meningkat, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Cara mencegah bahaya dehidrasi

Pencegahan merupakan hal paling penting untuk dehidrasi. Perhatikan langkah-langkah pencegahan berikut ini, ya.

  • Dengan minum dan makan makanan yang banyak mengandung air seperti buah dan sayur seharusnya cukup untuk mencegah dehidrasi pada sebagian besar orang.
  • Untuk orang-orang yang melakukan aktivitas di cuaca yang sangat panas atau berolahraga harus lebih berhati-hati. Selalu ingat untuk mengembalikan cairan yang hilang dengan minum. Sediakan selalu air minum yang cukup.
  • Untuk anak-anak dan orang tua, karena mereka sangat berisiko mengalami dehidrasi maka harus diperhatikan dengan baik apakah asupan cairan mereka mencukupi atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit