Stop Buang Sampah Sembarangan! Patuhi 3 Aturan Buang Sampah Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebersihan merupakan salah satu kunci kesehatan yang utama. Sayangnya, masih banyak orang yang lalai menjaga kebersihan diri dan lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan. Padahal tanpa disadari, ada berbagai bahaya yang mengintai karena sembarangan buang sampah.

Akibat buang sampah sembarangan

Mengutip dari Badan Litbang Kemendagri, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan masih tergolong rendah. Hanya 20 persen dari total masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya terhadap kesehatan. Artinya dari sekitar 262 juta orang Indonesia, kurang lebih hanya 52 juta orang yang benar-benar peduli dan menerapkan cara membuang sampah yang tepat.

Padahal selain membuat lingkungan tempat tinggal tampak kotor dan kumuh, buang sampah sembarangan juga dapat menimbulkan beragam bahaya kesehatan.

1. Pencemaran tanah

Sumber: Flickr

Tumpukan sampah yang berserakan di jalanan bukanlah pemandangan baru lagi buat orang Indonesia. Namun sadar atau tidak, kebiasaan buruk ini dapat membawa petaka bagi kesehatan tubuh. Ambil contoh sampah botol air minum plastik. Ketika terurai di dalam tanah botol plastik ini akan melepaskan DEHA, bahan kimia yang diduga dapat mengakibatkan kontaminasi saat terurai.

Zat tersebut berisiko menjadi karsinogen yang bisa mengakibatkan masalah pada organ reproduksi, gangguan hati, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, sampah sisa makanan juga tak kalah berperan dalam mencemarkan lingkungan dan kesehatan. Sebab biasanya, sampah sisa makanan berada dalam kondisi lembap sehingga mudah membusuk dan menjadi tempat ideal bagi kuman untuk berkembang biak.

Apalagi jika sampah tersebut dihampiri oleh binatang seperti lalat, kecoa, dan tikus, yang kemudian masuk ke dalam rumah lalu bersentuhan dengan makanan maupun peralatan makan. Atau tanpa sengaja, tangan Anda bersentuhan langsung dengan binatang tersebut atau kotorannya.

Terlebih jika kemudian Anda makan atau minum tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Kuman pun akan masuk ke dalam tubuh hingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit seperti salmonellosis, hepatitis A, cacingan, dan lain sebagainya.

2. Pencemaran air

Sumber: National Geographic

Pencemaran air merupakan salah satu isu darurat di Indonesia. Dalang utama dari pencemaran air sebagian besar adalah sampah rumah tangga, limbah cucian piring dan baju, kotoran hewan, residu pestisida dan minyak, hingga kontaminasi obat-obatan medis.

Mengutip Kompas, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan hampir 68 persen mutu air sungai di 33 provinsi di Indonesia sudah masuk status tercemar berat.

Konsumsi jangka panjang dari air beracun ini menunjukkan dampak nyata pada kesehatan manusia. Beberapa penyakit yang terkait dengan pembuangan sampah di perairan adalah kolera, diare, disentri, hepatitis A, infeksi kulit, dan keracunan timbal.

Terlebih bukan hanya manusia saja yang menanggung akibatnya. Jika Anda terbiasa membuang sampah di kali, laut, sungai, atau perairan lainnya, kebiasaan ini juga akan ikut mengancam keselamatan semua habitat dan ekosistem di dalamnya.

Ironisnya, tidak sedikit hewan air yang pada akhirnya memakan sampah buangan masyarakat. Padahal, hewan air seperti ikan, kerang, cumi-cumi, dan lainnya, merupakan salah satu makanan manusia. Secara tidak langsung, manusia pun turut memakan sampah tersebut.

3. Pencemaran udara

Demi alasan kepraktisan, banyak orang yang lebih memilih untuk membakar sampah rumah tangga ketimbang membuangnya. Padahal, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah tidak hanya dapat terhirup langsung oleh Anda, tapi juga akan menempel pada benda, tanah, dan tanaman di sekitarnya.

Anda mungkin saja terpapar zat kimia yang berasal dari asap pembakaran tersebut ketika memakan buah, sayuran, atau menyentuh benda-benda yang terkena asap tersebut. Bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh akan mengakibatkan batuk, sesak napas, sakit kepala, dan infeksi mata.

Dalam tingkat yang lebih parah, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit paru-paru, jantung gangguan saraf, hingga kanker.

Cara tepat untuk membuang sampah

buang sampah sembarangan

Perhatikan beberapa langkah buang sampah berikut ini agar tidak mencemari lingkungan:

1. Kenali jenis sampah

Tidak semua sampah itu sama, melainkan terbagi menjadi beberapa jenis seperti sampah organik, anorganik, dan B3. Sampah organik yang biasanya berisikan sampah yang mudah membusuk dan terurai, seperti daun dan sisa makanan.

Sementara sampah anorganik terdiri sampah yang tidak mudah terurai, seperti plastik, karet, botol air mineral, dan lainnya. Terakhir, sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang biasanya berisikan cairan pembersih rumah tangga, deterjen, racun tikus, semir sepatu, pengharum ruangan, oli, dan lainnya.

2. Pisahkan sampah sesuai jenisnya

Sebelum membuang sampah di rumah, sebaiknya kelompokkan sampah sesuai dengan jenisnya. Maka itu, tidak ada salahnya menyediakan beberapa tempah sampah untuk menampung sampah yang berbeda. Cara ini akan lebih mempermudah Anda untuk menetukan apakah akan mendaur ulang, atau membuangnya ke tempat pembuangan akhir.

3. Salurkan sampah pada tempat yang sesuai

Setelah dipilah-pilah, sekarang Anda bisa lebih mudah untuk memutuskan apakah ingin mendaur ulang atau membuang sampah tersebut. Misalnya untuk sampah anorganik bisa didaur ulang, sampahB3 dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) atau khusus, sementara sampah organik bisa dibuang atau didaur ulang menjadi pupuk kompos.

Tips memilah-milah sampah untuk didaur ulang

Jika sebelumnya Anda lebih terbiasa untuk buang sampah ke TPA, kini tidak ada salahnya untuk membawanya ke tempat daur ulang sampah agar lebih bermanfaat bagi lingkungan. Namun sebelumnya, sebaiknya pahami cara memilah sampah yang tepat terlebih dahulu.

Pertama, sebaiknya sisihkan barang yang masih layak didaur ulang, seperti kelompok alumunium (kaleng minuman, bingkai jendela, alumuniun foil, dll); kelompok kertas (koran, kardus, dan karton bekas); kelompok kaca (botol dan gelas minum); kelompok besi, tembaga, kuningan, dan logam (badan mobil, peralatan listrik, sepeda, kawat tembaga, kran air, dan mesin kuningan).

Kedua, carilah tempat daur ulang yang sesuai dengan sampah yang Anda miliki. Bila Anda memiliki sampah organik yang ingin didaur ulang, pastikan sampah tersebut masih dalam kondisi cukup baik. Entah itu berupa sampah sayuran, kulit buah, daun, maupun kotoran hewan ternak. Sampah tersebut biasanya akan diolah menjadi pupuk alami yang berguna untuk pertanian.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca