Memahami Stimming, Saat Anak Dengan Autisme Mengulang Gerakan Tertentu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Autisme, yang punya nama lengkap autism spectrum disorder (ASD)adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan berperilaku. Mereka yang memiliki autisme cenderung menunjukkan perilaku stimming. Apa itu stimming pada autisme? Berikut penjelasannya. 

Apa itu stimming?

Stimming, seperti yang dilansir dari situs kesehatan Verrywell,com dan Healthline, adalah singkatan dari self-stimulating behavior alias perilaku yang sengaja dilakukan untuk memberikan rangsangan pada indra tertentu. Perilaku stimming ini mengacu pada gerakan tubuh, menggerakan benda, dan mengeluarkan kata-kata atau kalimat secara berulang. Perilaku ini biasa terjadi pada seseorang yang memiliki autisme. Stimming sendiri bisa mencakup semua indra termasuk penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, pengecapan, serta keseimbangan dan gerakan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stimming bisa merangsang saraf dan memberikan respon kesenangan dari pelepasan senyawa kimia tertentu yang ada di otak, senyawa ini disebut dengan beta-endorfin. Beta-endorfin dalam sistem saraf pusat bertanggung jawab untuk memproduksi dopamin yang diketahui dapat meningkatkan sensasi kenikmatan.

Teori lain menyebutkan bahwa stimming bisa membantu merangsang sistem sensorik. Ada pendapat juga yang mengatakan bahwa stimming pada autisme memiliki efek menenangkan dan memberikan kenyamanan. Stimming pada autisme terjadi saat mereka merasakan suatu emosi seperti kegembiraan, kebahagiaan, kebosanan, stres, ketakutan, dan kegelisahan.

Seperti apa perilaku stimming pada autisme?

Berikut perilaku stimming pada austisme yang sering dilakukan:

  • Menggigit kuku
  • Memainkan rambut dengan cara membuat gerakan memutar menggunakan jari
  • Menggemeretakkan buku-buku jari atau persendian
  • Mengetuk-ngetukkan jari ke meja atau permukaan benda apa pun
  • Mengetukkan pensil
  • Menggoyangkan kaki
  • Bersiul
  • Menjentikkan jari
  • Melompat dan berputar-putar
  • Mondar-mandir atau berjalan jinjit
  • Menarik rambut
  • Mengulangi kata atau kalimat tertentu
  • Menggosok atau menggaruk kulit
  • Berkedip berulang-ulang
  • Suka menatap lampu atau benda yang berputar seperti kipas
  • Menjilat, menggosok, atau membelai benda tertentu
  • Mengendus orang atau benda
  • Mengatur ulang benda tertentu, misalnya sendok dan garpu di meja makan

Mereka yang memiliki autisme bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengatur mainan dibandingkan memainkan mainan mereka. Misalnya, mengurutkan mobil-mobilan dari ukuran paling besar ke kecil atau berdasarkan pola warna tertentu. Perilaku berulang juga melibatkan perasaan obsesi atau “keasyikan” dengan objek tertentu.

Perilaku stimming pada autisme yang berbahaya adalah:

  • Membenturkan kepala berulang-ulang.
  • Meninju atau menggigit.
  • Menggosok atau menggaruk kulit secara berlebihan.
  • Mengorek atau mencungkil luka.
  • Menelan barang berbahaya.

Bagaimana cara mengatasi perilaku stimming?

Meskipun stimming pada autisme jarang yang berbahaya, ada beberapa alasan mengapa Anda harus mengendalikan perilaku stimming pada autisme. Akan lebih mudah mengendalikan perilaku stimming pada autisme jika Anda mengetahui alasannya.

Perilaku mereka ini adalah bentuk komunikasi yang mereka lakukan, untuk itu memahami apa yang coba mereka sampaikan menjadi bagian yang penting. Lantas, apa yang harus Anda lakukan? Berikut beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan.

  • Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengingat situasi atau kondisi sebelum perilaku stimming terjadi untuk mengetahui apa yang memicu perilaku stimming ini.
  • Lakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan atau mengurangi pemicu perilaku stimming seperti menurunkan stres dan memberikan lingkungan atau kondisi yang menenangkan dan nyaman.
  • Cobalah membuat rutinitas sebagai tugas keseharian.
  • Hindari hukuman untuk mengendalikan perilaku, hal ini sangat tidak disarankan. Jika Anda menghentikan satu perilaku stimming tanpa mengatasi penyebabnya, mereka akan tetap melakukan perilaku stimming hanya saja dengan cara yang berbeda dan bisa saja hal ini lebih buruk.
  • Ajarkan sesuatu yang lain sebagai pengganti perilaku stimming. Misalnya, meremas-remas bola yang biasa digunakan untuk merangsang aktivitas motorik.
  • Bicarakan perilaku stimming pada autisme dengan dokter ahli yang khusus menangani hal ini guna mengetahui penyebab perilaku stimming. Ketika penyebab diketahui, Anda bisa mendapatkan saran yang dibutuhkan untuk mengendalikan perilaku.
  • Cepat merespon jika perilaku stimming yang dilakukan membahayakan, misalnya menusuk ujung pensil ke tubuhnya sendiri.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 22, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 12, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca