Apa yang Membuat Vagina Terasa Nyeri dan Kebas Saat Berhubungan Seks?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Beberapa wanita merasakan kondisi vagina nyeri atau kebas seperti mati rasa sehabis berhubungan intim. Ya, nyeri biasanya disertai dengan kondisi vagina yang bengkak atau bahkan mati rasa. Hal ini umumnya disebabkan oleh seks yang terlalu keras saat penetrasi dan akhirnya menimbulkan rasa sakit sesudahnya. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa yang menyebabkan vagina nyeri sehabis berhubungan seks?

Pada sehabis berhubungan seks, vagina yang terasa nyeri sering disebabkan karena adanya infeksi atau pembengkakan. Hal ini juga bisa terjadi karena kurangnya pelumasan atau kondisi vaginismus (di mana otot-otot yang mengelilingi vagina berkontraksi secara paksa tanpa disadari).

Kondisi vaginismus adalah gangguan di mana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat atau sesudah penetrasi seksual. Vaginismus tidak memengaruhi gairah seksual, tapi bisa menghambat hubungan intim. Vaginismus menyebabkan rasa sakit, kesulitan, dan mengakibatkan rasa tidak puas saat melakukan hubungan seksual. Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit. Vaginismus dapat berlangsung seumur hidup (primer) atau sementara (sekunder).

Mengatasi rasa sakit dan kebas sehabis berhubungan seks

Piilhan untuk mengatasi vagina nyeri dan kebas akibat vaginismus bervariasi, tergantung pada apa yang menjadi penyebab rasa sakit. Untungnya, vaginismus adalah salah satu gangguan pada wanita yang paling sering berhasil disembuhkan. Biasanya, vaginismus akan diobati dengan terapi relaksasi vagina, terapi emosional, dan operasi.

Pada kasus infeksi atau kondisi medis yang menyebabkan rasa sakit dan kebas pada vagina, dokter akan mengobati sesuai penyebabnya. Contoh, bagi yang mengalami nyeri vagina akibat kurangnya cairan di vagina, Anda bisa menggunakan pelumas seks yang dijual di pasaran. Sedangkan jika nyeri sehabis bercinta dialami oleh wanita yang sudah menopause, dokter mungkin akan menyarankan menggunakan krim estrogen topikal untuk dioleskan ke vagina.   

Selain itu, latihan kendali otot panggul bawah atau biasa disebut dengan senam Kegel, dapat meringankan rasa sakit secara perlahan dan membantu mengatasi vaginismus. Senam Kegel meliputi aktivitas kontraksi dan relaksasi yang membantu meningkatkan kendali otot panggul. Latihan ini juga bertujuan untuk membantu Anda terbiasa dengan objek (penis, mainan seks, atau jari) yang dimasukkan ke dalam vagina saat berhubungan seks. 

Cara mencegah vagina kebas saat berhubungan seksual

Ganti posisi seks

Jika Anda mengalami nyeri yang tajam saat berhubungan intim, ada kemungkinan penetrasi terlalu cepat atau dalam. Di mana hal itu bisa menyebabkan rasa sakit seperti kram saat berhubungan seks. Sarannya, coba ubah posisi atau gaya bercinta yang lebih nyaman. Wanita bisa menggunakan posisi woman on top untuk mengendalikan kedalaman penis yang masuk.

Bicarakan dengan pasangan

Ada baiknya Anda membicarakan dengan pasangan untuk santai dan menikmati penetrasi secara pelan pelan saja. Bicarakan tentang apa yang terasa enak dan mana yang tidak enak ketika Anda bercinta.

Buat foreplay lebih lama

Foreplay ada baiknya tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Foreplay yang dilakukan lebih lama dapat membantu vagina wanita merangsang cairan pelumas alami lebih banyak. Hal inipun dapat mengurangi rasa sakit saat penetrasi seks. Alternatif lainnya, coba gunakan pelumas yang dijual di pasaran.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca