Mengatur Ekspektasi dalam Masa Pendekatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Setiap orang yang ingin menjalin hubungan, mungkin memerlukan tips pendekatan agar ekspektasi tak terlalu menyakiti perasaan. Karena ketika dua orang menjajaki masa pengenalan, biasanya ingin berlanjut ke penjajakan yang lebih serius.

Mungkin saja masa pendekatan ini berujung kekecewaan pada beberapa orang. Tetapi untuk sebagian lainnya, masa pendekatan jadi masa yang membahagiakan.

Sebagai antisipasi, tak ada salahnya Anda perlu mengikuti tips mengatur ekspektasi saat melakukan pendekatan berikut ini.

Tips masa pendekatan: penting untuk mengerti keinginan dan kebutuhan

Berdiskusi dengan pasangan

Saat masa pendekatan memasuki hubungan yang romantis, ada banyak harapan yang terselip dalam hubungan ke depannya. Bahkan ada selipan harapan yang tidak realitstis.

Harapan yang ditanamkan biasanya dipengaruhi oleh histori keluarga, kelompok teman sebaya, pengalaman masa lalu, dan film romantis yang pernah ditonton.

Mungkin rasanya menyenangkan bila pasangan dan hubungan betul memenuhi harapan tersebut. Tapi penting untuk mengetahui apakah harapan tersebut bagian dari kebutuhan atau hanya keinginan.

‘Keinginan’ dalam hubungan misalnya, pekerjaan, kecerdasan, daya tarik fisik, seperti tinggi, berat badan, warna rambut, dan lainnya. 

Wajar adanya ketika Anda menjalani sebuah hubungan, melihat daya tarik fisik atau memenuhi kriteria yang Anda inginkan. Tetapi jika hubungan hanya sebatas pemenuhan daftar keinginan, mungkin saja hubungan hanya berhenti di satu titik.

Sementara itu, ‘kebutuhan’ berbeda dengan ‘keinignan’. Kebutuhan menjawab kualitas yang berharga dari sebuah hubungan. Misalnya, pasangan memahami nilai-nilai dan tujuan hidup. 

Mengetahui seseorang yang visioner dalam menjalani hubungan memang tak bisa dilakukan dengan cara melihat penampakan dari luar, melihat media sosialnya, atau sekadar ngobrol sebentar. Segalanya perlu pengenalan lebih jauh, sehingga Anda dan pasangan tahu apakah hubungan yang dijalani hanya berlandaskan ‘kebutuhan’ atau ‘keinginan’. 

Tips mengatur ekspektasi saat pendekatan

Pasangan menghabiskan waktu berdua

Di dalam kehidupan asmara, tak sedikit orang memiliki ekspektasi tinggi dan ingin melangsungkan hubungan dengan cepat ke jenjang pernikahan. Terkadang kedua hal tersebut tidak bertemu pada satu titik dan menimbulkan rasa kecewa.

Menurut JoAnn White, psikolog dan pakar seks dari Temple University di Philadelphia, mengatakan sebagian orang ingin menjalani hubungan dengan cepat dan berharap bahwa segalanya berjalan lancar.

Tak ayal, masa pendekatan terasa lebih menyenangkan sebelum menjajaki tahap pacaran hingga pernikahan. Maka banyak ekspektasi yang muncul.

White juga mengatakan bahwa ada partner yang ingin menjalankan hubungan secara perlahan dan tak tergesa-gesa. Sementara, pasangan tidak menerima hal ini dan memutuskan hubungan begitu saja. Ini merupakan sebuah kesalahan.

Sementara itu, Virginia A. Sadock, MD, seorang pskiatri, mengatakan bahwa menjalani hubungan terlalu terburu-buru sama saja memaksakan partner kita.

Lantas bagaimana cara menjaga diri sendiri agar tak terlalu berekspektasi tinggi? Sehingga tak berujung pada rasa sakit yang sangat. Maka itu, ikuti tips singkat mengatur ekspektasi pendekatan di bawah ini.

  • Jangan terlalu terbawa hawa nafsu
  • Jalani hubungi perlahan dalam beberapa bulan
  • Pikirkan apa yang bisa Anda berikan dalam sebuah hubungan, bukan apa yang akan Anda dapatkan
  • Memahami bahwa keinginan tidak akan abadi, tetapi cinta bisa mempertahankannya
  • Selesaikan masalah untuk menguatkan hubungan

Jangan berikan semuanya sebelum ia mengucapkan ekspresi “aku mencintaimu”

menyukai bau badan pasangan

Tips lain yang perlu diperhatikan saat dalam babak pendekatan adalah lebih baik tak memberikan semua yang Anda miliki. Terkadang pendekatan ini ibarat menjadi taruhan, apakah pasangan sungguh mencintai Anda atau tidak. Begitupun sebaliknya.

Terkadang selalu ada hasrat ingin memberikan segalanya kepada pasangan. Namun, ingatlah bahwa penting untuk menjalani hubungan secara perlahan tanpa terburu-buru, sehingga Anda bisa betul mengenali satu sama lain.

Ketika pasangan benar-benar yakin, maka ia akan mengucapkan ekspresi “aku mencintaimu”. Mulai di titik ini Anda bisa terbuka satu sama lain menuju babak berikutnya.

Tips selanjutnya dalam masa pendekatan, perdalam hubungan secara perlahan

tidak bisa hidup tanpa pasangan

Setelah Anda menjajaki tips sebelumnya saat melakukan pendekatan dan yakin bahwa pasangan memulai keseriusannya, terbukalah satu sama lain untuk menjalani hubungan selanjutnya.

Psikolog Dennis Lowe, PhD, mengatakan bahwa tingkat kesuksesan sebuah hubungan adalah ketika seseorang lebih sedikit memberikan ekspektasi dan sedikit lebih banyak memberikan apa yang dapat diberikan dalam hubungan tersebut.

Ketika partner maupun Anda mengetahui tanggung jawab satu sama lain dalam sebuah hubungan, tentu ada jalan untuk menjajaki hubungan yang berhasil hingga ke tahap pernikahan.

Tips menghadapi penolakan saat pendekatan

menghadapi mantan pacar pasangan yang mengganggu

Terkadang kita telah mengatur ekspektasi sedemikian rupa. Tapi realita mungkin mengatakan bahwa masa pendekatan yang dijalani malah berhadapan dengan penolakan.

Sebagai orang yang ditolak ataupun yang menolak, ketahuilah itu bagian dari masa pendekatan. Dengan tetap positif dan jujur pada diri sendiri, tentu penolakan akan terasa tak begitu menakutkan dan jauh lebih baik.

Ingatlah beberepa poin berikut saat menghadapi penolakan

  • jangan terlalu diambil hati
  • jangan melawan, tapi biarkan ini jadi bagian pengalaman
  • pahami perasaan (normal kalau merasa kecewa atau sedih)

Tips dalam menghadapi penolakan adalah menerima bahwa hal ini bagian dari sebuah hubungan yang tak terhindarkan. Menerima penolakan, setidaknya membantu Anda untuk bangkit dari rasa kecewa yang berlangsung sementara waktu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 29, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 16, 2019

Sumber