7 Langkah Aman Mencukur Rambut Kemaluan

Oleh

Tanggal update September 6, 2017
Bagikan sekarang

Beberapa orang memilih untuk bercukur, yang lainnya lebih suka untuk membiarkannya saja. Mencukur bulu pubis alias rambut kemaluan — atau metode menghilangkan rambut halus lainnya — hanya semata untuk membersihkan tubuh dan sebenarnya bukan hal wajib. Bahkan, tidak ada manfaat kesehatan yang bisa Anda dapat dari menghilangkan rambut kemaluan.

Walaupun begitu, menghilangkan rambut kemaluan adalah pilihan pribadi — baik pria maupun wanita. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, ada baiknya untuk memahami langkah-langkah yang tepat guna menghindari masalah seperti, luka iris dan rambut tumbuh ke dalam.

Bagaimana cara aman mencukur rambut kemaluan?

Mencukur rambut kemaluan tidak seperti saat Anda mencukur rambut halus di wajah atau kaki. Anda membutuhkan lebih banyak kesabaran dan perhatian khusus karena area genital sangat sensitif.

Yang Anda butuhkan:

  • Sisir, gunting kecil khusus grooming
  • Alat cukur manual dengan kepala berlekuk (pivoting razor)
  • Krim atau gel cukur, jangan gunakan sabun
  • Minyak cukur (tanpa parfum)
  • Pelembap biasa (tanpa pewangi), atau gel lidah buaya
  • Kaca

Catatan: bedakan peralatan cukur rambut kemaluan Anda dengan peralatan cukur rambut tubuh lainnya. Ada bakteri dan ragi tertentu yang hidup di area selangkangan Anda. Risikonya, bakteri dan ragi ini bisa menyebabkan jamur, seperti kadas atau kurap, yang menyebar.

Pada dasarnya, langkah mencukur rambut kemaluan untuk pria dan wanita tidak berbeda jauh. Yang Anda lakukan:

1. Pangkas rambut kemaluan terlebih dahulu dengan gunting kecil

Rambut kemaluan memiliki tekstur yang lebih tebal, kasar, dan cenderung keriting. Saat Anda mencukur rambut panjang dan keriting ini, mata pisau cukur akan menarik batang rambut sehingga memudahkan mereka untuk tumbuh kembali ke dalam kulit, dan menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, terburu-buru bercukur dapat menyebabkan luka cukur, gatal, atau rambut kesat (stubble).

Sebelum Anda mulai memangkas, gosok gunting Anda dengan alkohol untuk mensterilkan mata pisaunya.

Pangkas rambut kemaluan, tapi jangan sampai permukaan kulit — sisakan sedikit batang rambut, sekitar 0,5 cm — untuk memudahkan Anda saat bercukur nanti, sekaligus menghindari potensi rambut yang bertumbuh ke dalam.

2. Awali dengan mandi air hangat

Mencukur rambut kemaluan dalam keadaan kering adalah ide yang buruk. Awali dengan mandi air hangat untuk membuat proses bercukur lebih mudah dan tidak abrasif, serta menghindari Anda dari risiko luka gores.

Suhu hangat saat Anda mandi memungkinkan kulit untuk melunak, dan meluruhkan minyak dan kotoran. Selain itu, air akan secara alami bertindak sebagai pelumas untuk melemaskan folikel rambut dan mencegah rambut tertarik.

Setelah itu, keringkan dan tunggu beberapa menit untuk membiarkan kulit pulih.

3. Oleskan minyak cukur

Minyak akan melembapkan kulit dan menciptakan lapisan penghalang sehingga pisau cukur dapat meluncur dengan lebih mudah, bukannya menyeret kulit. Selain itu, minyak cukur membantu mencegah timbulnya ruam merah akibat bercukur, iritasi, dan rambut bertumbuh ke dalam.

4. Oleskan krim atau gel cukur

Pastikan kulit dalam kondisi lembap, tapi tidak terlalu basah. Jika Anda memiliki kuas cukur, aplikasikan krim atau gel cukur dalam gerakan melingkar untuk mengangkat rambut dan mendapatkan hasil cukur yang lebih presisi. Tanpa kuas, cukup gunakan tangan Anda.

5. Mulai bercukur

Arahkan pisau cukur searah dengan lajur pertumbuhan rambut, jangan melawan arus.

Menghadap kaca dan ditemani oleh pencahayaan ruang yang baik, gunakan tangan non-dominan Anda untuk menarik kulit genitalia Anda hingga tegang. Cukur perlahan dan jangan menekan pisau cukur. Hal ini akan membantu Anda menghindari rambut kesat (stubble) dan rambut bertumbuh ke dalam. Metode ini juga akan mengurangi risiko iritasi atau bintil merah, karena mata pisau Anda tidak akan menarik rambut ke arah yang berlawanan dengan arus tumbuhnya.

Jangan mencukur di area yang sama terlalu sering. Bilas bersih alat cukur Anda setiap kali selesai satu kali usapan dan sebelum memulai kembali.

6. Bilas bersih

Setelah mencukur bersih, bilas area genitalia Anda untuk menghapus sisa-sisa krim cukur guna menghindari gatal-gatal. Keringkan dengan baik, tepuk-tepuk dengan handuk bersih dan jangan digosok.

7. Oleskan pelembap

Anda dapat mencegah gatal dan iritasi dengan mengaplikasikan after-shave lotion, atau pelembap biasa tanpa parfum. Parfum akan mengiritasi kulit Anda.

Pilih produk pelembap yang mengandung lidah buaya, atau gunakan gel lidah buaya — lidah buaya bersifat menyembuhkan, untuk mengurangi sensasi gatal dan iritasi.

Pertolongan pertama pada luka iris atau gores

Jika Anda tidak sengaja tergelincir saat bercukur, jangan panik. Pastikan untuk membersihkan daerah genitalia Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat, serta alkohol.

Jika luka goresnya dangkal, cukup berikan sedikit tekanan dengan selembar tisu bersih yang dibasahkan. Tekan selama 10-15 menit tanpa dibuka. Ini akan menghentikan perdarahan minor.

Jika perdarahan tidak berhenti setelah 15 menit, atau jika darah tampak mengucur keluar dari dalam luka Anda, segera dapatkan bantuan medis. Luka dalam mungkin akan memerlukan jahitan untuk menutup luka.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Trik Mudah Merawat Rambut Bagi Wanita Berhijab

Berhijab bukan alasan untuk mangkir merawat rambut bagi wanita. Justru, rambut Anda perlu perhatian ekstra. Bagaimana cara merawatnya?

Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan April 30, 2020

3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Baik laki-laki remaja maupun pria dewasa sama-sama bisa mengalami mimpi basah. Lantas, adakah cara untuk mencegah mimpi basah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

Mana yang Lebih Baik: Eksfoliasi Pakai Chemical Peeling atau Scrub?

Mungkin Anda bingung lebih baik pilih chemical peeling atau scrub untuk perawatan kulit. Ternyata perawatan kulit perlu menyesuaikan kondisi kulit Anda.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda

4 Trik Mengatasi Kulit Kering di Bawah Mata

Mengatasi kulit kering di bawah mata dapat dilakukan dengan perawatan dan konsumsi asupan bernutrisi untuk menjaga kelembapan kulit.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat Maret 22, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 8, 2020
Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang Mei 8, 2020
5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Mei 3, 2020
7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang Mei 2, 2020