home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Perlukah Mencukur Rambut Kemaluan Pria? Simak Dulu Tips Berikut Ini

Perlukah Mencukur Rambut Kemaluan Pria? Simak Dulu Tips Berikut Ini

Salah satu cara yang dilakukan pria untuk menjaga kebersihan tubuh dan organ reproduksi adalah dengan mencukur rambut kemaluan secara berkala. Namun, apakah sebenarnya mencukur bulu kemaluan laki-laki itu perlu dilakukan? Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mencukur. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Semua tentang rambut kemaluan pria

Rambut atau bulu kemaluan menjadi salah satu pertanda anak-anak memasuki masa remaja hingga dewasa, yang dikenal sebagai masa pubertas.

Rambut yang tumbuh di sekitar organ reproduksi pria ini terkadang sangat lebat sehingga beberapa orang memilih untuk mencukurnya. Kondisi ini adalah hal yang normal dan dipengaruhi oleh kondisi hormon masing-masing pria.

Mencukur rambut kemaluan biasanya identik dengan wanita, namun hal yang sama ternyata juga berlaku bagi pria. Sebelum mengetahui apakah pria perlu mencukur rambut kemaluan, ada baiknya Anda memahami beberapa hal mengenai rambut kemaluan pria berikut ini.

1. Rambut kemaluan tidak bisa mencegah penyakit seks menular

Banyak orang yang mengira bahwa dengan membiarkan rambut kemaluan tumbuh dapat mencegah kemungkinan terjangkit infeksi menular seksual. Namun pada kenyataanya, hal ini tidak sepenuhnya benar.

Masih banyak orang yang menyangka bahwa rambut kemaluan dapat melindungi diri dari penyakit kelamin, salah satunya kutil kelamin. Padahal, rambut kemaluan yang terlalu lebat dan tidak terjaga kebersihannya justru berpotensi menjadi sarang berkembangbiaknya bakteri dan virus penyebab penyakit kelamin.

Dikutip dari studi oleh peneliti Tiongkok pada 2013, virus HPV (human papillomavirus) yang berkembang pada rambut kemaluan laki-laki justru bisa menyebabkan masalah infeksi terkait pada pasangan wanita mereka.

2. Rambut kemaluan tidak memengaruhi kenikmatan seksual

Banyak kalangan berpendapat bahwa mencukur rambut kemaluan pria penting untuk kenikmatan saat berhubungan seksual. Mereka mengatakan bahwa rambut kemaluan bisa menyebabkan gesekan berlebih saat berhubungan seksual.

Beberapa perempuan merasa rambut kemaluan pria menyebabkan penetrasi penis ke dalam vagina terasa kurang maksimal, sehingga seks tidak terlalu nikmat dan kurang menyenangkan.

Padahal hal tersebut hanyalah masalah preferensi saja. Banyak juga wanita yang tetap menikmati hubungan seks meski pria memiliki rambut kemaluan. Lagi pula, rangsangan sebelum seks dimulai dan ketepatan stimulasi yang lebih memengaruhi kenikmatan seks.

3. Tidak semua wanita suka pria yang rambut kemaluannya dicukur

Salah satu alasan laki-laki ingin mencukur bulu kemaluan mereka adalah untuk estetika dan memikat wanita, terutama ketika berhubungan seksual.

Padahal, belum tentu semua wanita menyukai pria yang mencukur rambut kemaluan hingga habis. Beberapa wanita justru merasa lebih terangsang saat melihat pria dengan rambut kemaluan yang tebal.

Sejumlah teori mengatakan, rambut kemaluan memiliki efek pheromone, yakni sekresi kimiawi pembawa aroma yang memengaruhi suasana hati dan perilaku. Pheromone atau feromon dipercaya dapat memengaruhi seksualitas, walaupun hal ini perlu penelitian lebih lanjut.

Apakah pria perlu mencukur rambut kemaluan?

bulu kemaluan laki-laki

Setelah mengetahui beberapa hal penting mengenai rambut kemaluan pria, mungkin Anda masih bertanya-tanya, “Apakah penting bagi pria untuk mencukur rambut kemaluan?”

Jawabannya, semua tergantung pada kenyamanan dan preferensi Anda. Jika Anda merupakan orang yang lebih memerhatikan estetika dan menyukai bagian kemaluan Anda bebas dari rambut halus, sah-sah saja mencukurnya.

Begitu juga sebaliknya, apabila Anda memutuskan untuk tidak mencukur, Anda sudah tahu bahwa peluang untuk terkena penyakit menular seksual lebih tinggi.

Anda harus memberikan perhatian ekstra apabila tidak mencukur rambut kemaluan guna mencegah risiko penyakit kelamin. Hal ini bisa Anda lakukan dengan rajin membersihkan dan menjaga bulu kemaluan tetap kering, sehingga virus dan bakteri tidak berkembang di sana.

Pria juga dapat mendiskusikan perihal mencukur rambut kemaluan dengan pasangan. Tanyakan apakah dia lebih menyukai kemaluan Anda bersih dari bulu, atau malah meminta Anda membiarkan rambut kemaluan Anda tumbuh apa adanya.

Sekali lagi, tidak ada aturan pakem yang mengharuskan pria mencukur rambut kemaluan atau membiarkannya tumbuh secara alami. Hal ini sangat tergantung pada pilihan dan selera masing-masing pasangan.

Jadi, mencukur rambut kemaluan apakah bermanfaat atau berbahaya?

Mencukur bulu kemaluan adalah preferensi atau pilihan pribadi bagi setiap orang. Anda bisa saja memilih mencukur bulu kemaluan sebagian atau seluruhnya karena memang sudah terbiasa, atau baru akan melakukannya jika dalam kondisi tertentu saja.

Manfaat mencukur bulu kemaluan pria umumnya berkaitan dengan masalah estetika, di mana membuat penampilan jadi tampak bersih dan menjadi daya tarik bagi pasangan saat berhubungan seksual.

Walaupun begitu, menghilangkan rambut kemaluan sebagian atau seluruhnya tidak memiliki manfaat tertentu secara medis seperti dikutip dari Mayo Clinic.

Malah proses mencukur yang Anda lakukan bisa saja menimbulkan rasa sakit dan beberapa efek samping, seperti:

  • Razor burn — timbulnya ruam pada area rambut kemaluan yang dicukur.
  • Rasa gatal, kemerahan, dan sensasi terbakar pada area genital.
  • Luka bakar pada area genital yang timbul akibat teknik waxing.
  • Iritasi, lecet, dan luka.
  • Infeksi akibat rambut kemaluan tumbuh ke dalam (ingrown hair).
  • Dermatitis kontak terhadap produk dan krim cukur.
  • Risiko tertular atau menularkan infeksi virus, seperti herpes simpleks atau HPV.

Jika Anda merasakan efek samping setelah mencukur rambut kemaluan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi Anda.

Begini cara aman mencukur rambut kemaluan pria

cara mencukur rambut kemaluan pria

Anda mungkin akan tetap memutuskan untuk memiliki kemaluan bebas dari rambut, setelah menimbang manfaat dan efek sampingnya. Namun, Anda perlu memahami bagaimana cara mencukur bulu kemaluan pria yang tepat dan aman.

Dikutip dari Young Men’s Health, langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan dalam mencukur bulu kemaluan laki-laki antara lain seperti di bawah ini.

  • Potong rambut kemaluan sebanyak mungkin dengan gunting terlebih dahulu sebelum menggunakan pisau cukur. Anda perlu menghindari penggunaan gunting yang tumpul.
  • Mandi atau berendam dengan air hangat minimal 5 menit untuk melembutkan kulit dan bulu kemaluan. Jika tidak, Anda bisa juga menggunakan kompres air hangat pada area yang hendak dicukur.
  • Oleskan krim atau gel cukur pada area yang akan dicukur. Anda juga bisa menggunakan sabun atau scrub berbahan lembut, asal tidak menimbulkan iritasi.
  • Gunakan pisau cukur dengan mata pisau yang tajam. Hindari penggunaan pisau cukur yang tumpul atau sekali pakai secara berulang.
  • Cukur ke arah rambut kemaluan tumbuh dan lakukan secara perlahan.
  • Bilas kulit dengan air hangat dan keringkan area yang dicukur dengan handuk. Jangan gosok terlalu kasar, cukup menekan lembut area tersebut hingga benar-benar kering.
  • Oleskan baby oil, lotion pelembap ringan berbahan lidah buaya, atau aftershave pada area yang sudah dicukur untuk mengurangi rasa gatal.

Selain mencukur, Anda bisa membiarkan rambut kemaluan tumbuh secara alami dan rutin menjaga kebersihan penis dengan menggunakan air setiap mandi.

Namun jika Anda merasa perlu mencukur bulu kemaluan, mintalah panduan dokter Anda untuk membantu meminimalkan efek samping yang ditimbulkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Biggers, A., & Vandergriendt, C. (2019). Why Do We Have Pubic Hair?. Healthline. Retrieved 24 July 2019, from https://www.healthline.com/health/purpose-of-pubic-hair

Lawler, M. (2016). 6 Pubic Hair Myths It’s Time You Stopped Believing. Women’s Health. Retrieved 24 July 2019, from https://www.womenshealthmag.com/health/a19974360/pubic-hair-myths/.

Myths about pubic hair you don’t have to believe. The Times of India. (2016). Retrieved 24 July 2019, from https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/photo-stories/myths-about-pubic-hair-you-dont-have-to-believe/photostory/55722576.cms

Torres, N. (2019). Methods That Men Can Use to Get Rid of Pubic Hair. LiveAbout. Retrieved 24 July 2019, from https://www.liveabout.com/how-to-shave-your-pubic-area-for-men-without-irritation-1717025

Removing Pubic Hair. Young Men’s Health. (2020). Retrieved 23 February 2021, from https://youngmenshealthsite.org/guides/removing-pubic-hair/

Pubic hair removal: Are there benefits?. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 23 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/pubic-hair-removal/faq-20455693.

Han, T., Sun, X., Wang, Y. B., Zhu, C. M., & Xu, X. Q. (2013). Zhonghua nan ke xue = National journal of andrology, 19(9), 785–788.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 22/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita