Ada Masalah Serius Dengan Pacar, Harus Putus Atau Tetap Bertahan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bertengkar dengan pacar atau pasangan  adalah hal yang biasa. Biasanya, hal ini disebabkan oleh perbedaan pendapat dari keduanya. Namun, bagi Anda yang baru saja mengalami pertengkaran yang cukup  besar bak perang dunia ketiga, pasti hal ini akan membuat Anda berpikir.

Ya, berpikir apakah pasangan yang bersama Anda saat ini adalah orang yang tepat untuk Anda atau tidak. Akhirnya, Anda mulai bimbang apakah harus melanjutkan hubungan atau mengakhirinya. Bagi Anda yang sedang berada dalam masa tersebut, Anda dapat melakukan dan mempertimbangkan hal-hal berikut. Ini adalah hal-hal yang bisa Anda jadikan pertimbangan, apakah hubungan Anda masih dapat dilanjutkan atau tidak.

Bertengkar dengan pacar, harus putus atau bertahan?

Dari beberapa survei yang telah dilakukan, ada sebanyak 70% orang yang pernah berpikir untuk memutuskan pasangannya setelah mengalami pertengkaran. Namun, kata putus memang tidak semudah itu untuk dilakukan.

Faktanya dari sebagian besar dari mereka yang pernah berpikir putus dengan pasangannya, justru merasa lebih takut jika mereka sendirian dan harus melepas pasangannya. Lalu, apakah Anda harus putus ataukah bertahan setelah mengalami pertengkaran, bahkan pertengkaran yang hebat sekalipun? Simak beberapa hal yang sebaiknya Anda pertimbangkan sebelum mengambil keputusan setelah bertengkar dengan pacar atau pasangan.

1. Punya alasan yang kuat dan nyata untuk memutuskan hubungan

Banyak orang yang mengalami masalah dan ingin putus dari pasangan mereka, sebenarnya tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk berpisah. Ya, sebagian besar memang dilakukan atas dasar emosi dan ego yang dimiliki masing-masing. Anda harus menemukan alasan yang cukup nyata dan kuat jika ingin meninggalkan hubungan Anda tanpa rasa penyesalan di kemudian hari.

Ada beberapa alasan kuat yang bisa Anda jadikan dasar dari keputusan, misalnya saja, pasangan berselingkuh, sering berbohong, sering melakukan kekerasan fisik pada Anda, memiliki kecanduan akan sesuatu dan tak bisa mengendalikannya, atau bahkan pasangan tak menginginkan anak sementara Anda menginginkannya.

Jika memang Anda memiliki salah satu alasan tersebut, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menyudahi hubungan Anda saat ini. Namun, jika Anda hanya ingin putus dan tak beralasan, maka hubungan asmara Anda sebenarnya masih baik-baik saja dan yang perlu Anda lakukan adalah berkomunikasi dengan pasangan. Kalau perlu, berikan ruang agar Anda dan pasangan dapat melakukan introspeksi diri.

cepat punya anak

2. Berharap pasangan selalu tahu apa yang Anda mau

Banyak pasangan memutuskan berpisah karena menganggap pasangannya tidak memahami dirinya. Padahal, mungkin Anda sendiri tidak cukup terbuka soal perasaan dan pikiran Anda pada pasangan. Anda cuma berharap dan menuntut pasangan bisa mengerti Anda tanpa perlu diberi tahu.

Jika pertengkaran Anda muncul akibat Anda merasa pasangan tidak mengerti diri Anda – padahal Anda sendiri yang tidak mengatakannya – maka cobalah untuk lebih terbuka pada pasangan Anda. Ingat, hubungan dengan kekasih hanya bisa berjalan dengan baik apabila keduanya sama-sama terbuka, bukannya saling berasumsi dan memendam ekspektasi.

3. Menyendiri dulu, baru pikirkan lagi apa yang harus dilakukan

Ya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Jika Anda sudah terlalu sering berdebat atau bertengkar dengan pacar, ada baiknya untuk memberikan ruang untuk masing-masing mendinginkan pikiran dan menenangkan diri. Hal ini dibutuhkan setiap pasangan, agar dapat kembali berpikir lebih baik dan tidak terbawa emosi. 

Jika memang setelah Anda menenangkan diri dan kemudian, masih merasakan bahwa Anda juga melakukan hal yang salah – tak hanya pasangan Anda saja – maka mungkin lebih baik untuk memperbaikinya terlebih dahulu ketimbang memutuskan hubungan. Komunikasikan apa yang Anda rasakan dan penyesalan yang Anda rasakan ketika menjalani introspeksi diri, kemudian pecahkan permasalahan dengan kepala dingin bersama pasangan.

Apalagi, jika Anda sedang menenangkan diri dan kemudian merasa kangen dengan pasangan, maka tentu saja hubungan ini dapat Anda pertahankan. Sekali lagi, komunikasi adalah kunci dari hubungan yang sehat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca