Sering Bertengkar dengan Pasangan, Wajar Tidak Ya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Dalam menjalani sebuah hubungan, tentu Anda akan merasakan suka dan duka. Salah satu duka yang mungkin Anda rasakan adalah sering bertengkar dengan pasangan. Tetapi, pertengkaran yang terjadi bukan hal yang tabu, melainkan hal yang wajar. Namun, apakah hal tersebut masih termasuk wajar jika sering dilakukan?

Bertengkar dengan pasangan, tidak selalu pertanda hubungan buruk

Meski Anda menjalani sebuah hubungan romantis dengan pasangan, bukan berarti Anda berdua bebas dari kata bertengkar atau adu argumen. Mungkin Anda dan pasangan justru lumayan sering berbeda pendapat hingga berujung pada pertengkaran.

Misalnya, Anda dan pasangan sering kali bertengkar karena berbeda pendapat saat memilih tempat makan, berbeda pendapat mengenai suhu ruangan di dalam kamar sebelum tidur, atau mengenai cahaya lampu saat tidur. Untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak sering bertengkar dengan pasangan, Anda dan pasangan mungkin harus saling berkompromi mengenai masalah tersebut.

Namun, hal itu tidak serta merta menjadi penanda bahwa hubungan yang sedang Anda jalani adalah hubungan yang buruk. Hal ini disebabkan, di dalam sebuah hubungan, menunjukkan perasaan yang Anda rasakan dan merespon terhadap perasaan yang ditunjukkan oleh pasangan memiliki peranan penting untuk keberhasilan hubungan itu sendiri.

Anda tentu tidak mau jika perasaan yang Anda rasakan tidak diketahui oleh pasangan, khususnya jika perasaan tersebut berkaitan dengan pasangan. Selain itu, penting untuk saling mengetahui perasaan satu sama lain. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan jauh lebih mudah dalam memahami apa yang diharapkan dari satu dengan yang lain.

Menurut sebuah artikel yang dimuat di Psychology Today, dalam sebuah hubungan percintaan, sering bertengkar dengan pasangan yang bisa diselesaikan bersama dengan sebuah kompromi bisa menjadi jembatan untuk dapat membantu Anda menjaga hubungan tetap langgeng.

Sering bertengkar dengan pasangan tidak selalu buruk, asal…

Bertengkar memang tidak selalu menjadi penanda bahwa Anda sedang menjalani hubungan yang buruk. Tetapi, Anda harus tahu bahwa ada faktor-faktor tertentu yang membuat pertengkaran yang terjadi antara Anda dengan pasangan masih dianggap wajar.

1. Menerima adanya konflik

Sering kali, sebuah konflik biasanya menjadi pemicu Anda bertengkar dengan pasangan. Konflik timbul karena adanya perbedaan dan hal itu normal, bahkan termasuk hal yang tergolong sehat dalam sebuah hubungan. Oleh karena itu, alih-alih menghindarinya dan membiarkannya tidak terselesaikan, konflik ini harus Anda hadapi bersama.

2. Hadapi masalahnya, bukan pasangannya

Sering bertengkar dengan pasangan juga bisa disebabkan adanya masalah, baik dari luar maupun dari dalam diri Anda sendiri. Untuk menyelesaikannya, yang harus ‘diperangi’ adalah masalah tersebut.

Masalah ini bisa berupa kebiasaan atau sifat yang buruk. Meski begitu, bukan berarti Anda atau pasangan saling ‘menyerang’. Justru, Anda dan pasangan saling membantu ‘memerangi’ sifat atau kebiasaan buruk tersebut.

3. Dengarkan dengan baik

Saat sedang bertengkar, tentu ada masa di mana pasangan mengungkapkan perasaan sedih, marah, atau jengkel. Untuk mengatasinya, dengarkan dengan baik apa yang disampaikannya. Anda mungkin masih merasa kesal juga dengan pasangan, tapi dengan mendengarkannya dengan baik, Anda berarti berusaha memahami dan menerima perasaannya.

Anda tentu boleh menyampaikan perasaan Anda meski sering bertengkar dengan pasangan. Namun, pastikan Anda juga memberikannya ruang untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya. Harapannya, Anda dan pasangan saling mendengarkan apa yang dirasakan satu sama lain. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan lebih mudah menemukan jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahan dengan solusi yang bisa diterima bersama.

4. Berbicara dengan lembut

Anda boleh merasa kesal, marah, atau sedih terhadap pasangan. Tetapi, bukan berarti Anda boleh lepas kendali meski sering bertengkar dengan pasangan Anda. Usahakan untuk berbicara dengan nada rendah. Bahkan, sekali pun pasangan Anda berbicara dengan nada yang keras, jangan ikut terpancing.

Saling berteriak satu sama lain tidak akan menyelesaikan masalah, justru hal ini hanya akan menambah permasalahan yang sudah ada. Dengan berbicara dengan tenang, Anda bisa lebih fokus menyelesaikan masalah daripada memperburuk keadaan.

5. Bicarakan masalah dengan lebih mendetil

Saat bertengkar dengan pasangan, alih-alih membela diri Anda, tanyakan terlebih dahulu kepada pasangan, apa hal yang membuatnya kesal dan marah. Jika pasangan Anda menggunakan kata-kata yang terlalu umum tanpa menyebutkan secara spesifik tentang suatu kejadian, cobalah untuk memintanya memberikan contoh nyata.

Pasalnya, dengan meminta sebuah contoh nyata, Anda bisa memahami lebih detil tentang hal yang dipermasalahkan oleh pasangan. Lakukan hal yang sama jika Anda ingin menyampaikan sesuatu kepadanya, agar pasangan juga memahami lebih detil tentang apa yang sedang dibicarakan.

6. Temukan solusi

Daripada memperpanjang masalah dengan mengungkit-ungkit kesalahan yang telah lalu, fokuslah pada solusi. Sering bertengkar menandakan ada hal yang dipermasalahkan dengan pasangan. Hal itulah yang harus Anda selesaikan.

Cobalah untuk mencari jalan keluar, baik itu membuat kesepakatan bersama, atau berikan pilihan solusi lain yang mungkin lebih mudah diterima oleh pasangan. Menemukan jalan keluar saat sedang kesal mungkin bukan hal yang mudah. Namun, cobalah untuk selalu mengingat bahwa solusi tersebut yang bisa menyelamatkan hubungan Anda dengan pasangan.

7. Berdamai

Anda boleh saja bertengkar dengan pasangan, namun jangan lupa untuk berdamai. Buatlah peraturan yang bisa disepakati bersama dengan pasangan, misalnya berdamai sebelum pergi tidur. Jika untuk mewujudkannya membutuhkan waktu dan memakan jam tidur, lakukan hingga masalah benar-benar selesai sebelum tidur.

Mungkin saja dengan membuat kesepakatan tertentu, Anda dan pasangan akan membiasakan diri untuk selalu mencari solusi dari setiap permasalahan bersama-sama daripada menambah ‘bumbu’ permasalahan sehingga kondisi semakin memburuk.

Jika faktor-faktor di atas masih bisa Anda lakukan saat bertengkar dengan pasangan, pertengkaran yang terjadi masih termasuk hal yang wajar dan sehat di dalam hubungan yang sedang dijalani.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca