Benarkah Seks Saat Hamil Membuat Ibu Melahirkan Prematur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Seks saat hamil masih sering dianggap sebagai hal yang tabu. Kebanyakan perempuan enggan melakukannya pada masa ini karena takut membahayakan kondisi janin di dalam kandungan. Bahkan, katanya seks saat hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur. Benarkah begitu?

Seks saat hamil sebabkan kelahiran prematur?

posisi seks saat hamil

Kebanyakan penelitian tidak menunjukkan bahwa seks saat hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Berhubungan seks saat hamil umumnya tidak berbahaya. Bila Anda tidak memiliki masalah medis tertentu dan kandungan Anda terbilang baik-baik saja, maka aman untuk tetap berhubungan seks saat hamil.

Tak perlu takut seks saat hamil akan membahayakan janin di dalam kandungan. Janin akan selalu dilindungi oleh kantung ketuban berisi cairan dan otot-otot rahim yang kuat. Lubang serviks juga tersumbat oleh lendir tebal sehingga sperma dan hal lainnya tidak dapat menembus sampai ke janin, apalagi penis.

Tidak perlu khawatir juga soal orgasme saat hamil. Orgasme yang mungkin Anda rasa saat berhubungan seks mungkin dapat menyebabkan rahim kontraksi. Hal ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon prostaglandin selama Anda orgasme. Hormon inilah yang menyebabkan rahim berkontraksi, sehingga Anda merasakan otot-otot rahim mengeras setelah mencapai klimaks.

Namun, tak perlu khawatir. Efek kontraksi ini ringan sehingga tidak memicu kelahiran prematur. Meski begitu, lain cerita kalau sebelumnya Anda punya riwayat kelahiran prematur.

Bila Anda sudah pernah melahirkan prematur, maka Anda harus lebih berhati-hati. Dokter biasanya akan mewanti-wanti Anda untuk menghindari seks sampai setelah melahirkan nanti.

Hindari seks saat hamil jika Anda punya kondisi khusus

Anda sebaiknya menghindari seks jika mengalami perdarahan hebat yang tidak biasa selama kehamilan. Tetap melakukan seks dengan keadaan seperti ini dapat menyebabkan perdarahan lebih lanjut atau bahkan kelahiran prematur. Apalagi bila letak plasenta Anda rendah (plasenta previa).

Anda juga sebaiknya menghindari melakukan hubungan seksual bila Anda memiliki sejumlah kondisi seperti:

  • Anda pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya
  • Anda pernah mengalami keguguran
  • Cairan ketuban
  • Gangguan pada leher rahim (serviks)
  • Rahim Anda cenderung lemah

Sebagian dokter juga mungkin tidak menyarankan Anda melakukan hubungan seks pada mingu-minggu terakhir kehamilan. Sebab, orgasme dapat memicu keluarnya prostaglandin.

Prostaglandin adalah hormon dalam tubuh yang mengatur ketegangan otot, termasuk kontraksi dan relaksasi otot. Nah, prostaglandin inilah yang diduga dapat memicu kontraksi rahim pada kehamilan trimester tiga.

Aturan berhubungan seksual saat hamil

kontraksi setelah seks saat hamil

Secara umum, seks sangat kecil kemungkinannya menyebabkan kelahiran prematur selama kehamilan Anda sehat. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin aman bercinta semasa kehamilan. Misalnya:

Pakai kondom

Jika pasangan Anda memiliki riwayat penyakit seksual, menggunakan kondom selama berhubungan seks merupakan solusi terbaik.

Kondom dapat membantu mencegah penularan penyakit ke ibu maupun janin yang ada di dalam kandungan.

Pilih posisi seks yang tepat

Sebenarnya tidak ada posisi seks paling baik selama kehamilan. Selama Anda merasa nyaman, Anda bisa berhubungan seksual dengan posisi apa pun. Kuncinya; peka terhadap tubuh sendiri dan terbuka dengan pasangan.

Jangan ragu untuk mengajak pasangan mencoba berbagai posisi. Dengan begitu, Anda dan pasangan jadi sama-sama tahu mana posisi yang paling nyaman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Banyak Pria Punya Fantasi Seks Bercinta Bertiga (Threesome)?

Pernah berkhayal bagaimana rasanya bercinta bertiga? Misalnya dengan dua wanita atau dua pria? Meski tabu, tak sedikit orang yang punya fantasi threesome.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan bayi prematur

9 Panduan Perawatan Bayi Prematur di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
kelahiran prematur bayi prematur

Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar Kelahiran Bayi Prematur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit