Apakah Pertama Kali Seks Langsung Berisiko HIV/AIDS?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

HIV/AIDS adalah penyakit kronis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Mengingat risiko terbesar penularan HIV adalah dengan berhubungan seksual, lantas, apakah seks pertama kali selalu berisiko menyebabkan HIV/AIDS? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Seberapa besar peluang tertular HIV/AIDS jika saya baru berhubungan seks pertama kali?

Jika kedua belah pihak menjalani hubungan asmara eksklusif (monogami), sama-sama baru memutuskan untu berhubungan seks pertama kali, dan telah terbukti tidak mengidap HIV/AIDS ataupun penyakit menular lainnya lewat tes penyakit kelamin, tentu risiko penularan HIV/AIDS akan amat sangat kecil — bahkan hampir mustahil.

Baik itu seks dengan kondom atau tanpa kondom tidak bisa menularkan HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya jika kedua pasangan benar-benar terjamin tidak memiliki riwayat penyakit kelamin. Risiko penularan HIV/AIDS dari hubungan seks baru akan ada dan bisa sama besarnya antara yang pertama maupun yang kesekian kalinya, ketika seks dilakukan tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi virus tersebut.

Ya. Tidak menutup kemungkinan hubungan seks pertama kali bisa langsung menularkan HIV jika Anda berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan seks yang memiliki riwayat penyakit kelamin tertentu (beberapa penyakit kelamin bisa membuat tubuh rentan terinfeksi HIV), terdiagnosis positif HIV/AIDS, atau dengan seseorang yang sebelumnya sering gonta-ganti pasangan seks. Risiko Anda juga bisa sama besarnya jika Anda terlibat dalam cinta satu malam dengan orang yang baru dikenal.

Bahkan Anda sebenarnya juga masih bisa berisiko tinggi untuk terkena penyakit kelamin menular seperti HIV/AIDS meski telah menggunakan kondom. Pasalnya, kondom bisa robek atau cara pemakaiannya yang tidak tepat saat terbawa suasana.

Tidak ada alasan, pakai kondom itu penting!

Memakai kondom adalah cara terbaik untuk menjamin hubungan seks yang aman, entah itu untuk yang pertama kali dan (idealnya) seterusnya.

Sebab, terlepas apakah Anda berdua baru kenal atau sudah berhubungan sejak lama, besar kemungkinan Anda tidak tahu menahu soal detil kondisi kesehatan satu sama lain. Bahkan mungkin obrolan seputar “sejarah petualangan” seksual masing-masing tidak pernah diangkat di keseharian Anda berdua. Terlebih, banyak penyakit seksual menular yang bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali pada penderitanya.

Itu sebabnya selalu siap sedia kondom untuk berjaga-jaga mencegah penularan penyakit. Tidak cuma HIV/AIDS, namun juga risiko penyakit kelamin menular lainnya yang tidak kalah bahaya dari HIV.

Begitu pula dengan tes penyakit kelamin

Penting juga untuk terbuka dan membicarakan soal riwayat seks masing-masing. Mengenal dan memahami tentang seluk-beluk satu sama lain dapat sangat membantu Anda dan pasangan mencegah risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, sama-sama menjalani tes penyakit kelamin sebelum memutuskan berhubungan seksual untuk yang pertama kalinya juga sama pentingnya. Ini bukan semata untuk memupuk kecurigaan dan ketidakpercayaan di antara Anda berdua. Mendapatkan tes penyakit kelamin justru soal menghormati satu sama lain.

Hasil tes yang negatif memungkinkan kedua belah pihak untuk terlibat penuh dalam hubungan tersebut dengan keyakinan yang mantap mengenai status kesehatan pasangan mereka dan jaminan kesehatan diri mereka sendiri.

Sebaliknya, jika hasil tes positif, ini dapat memberikan waktu untuk Anda berdua berdiskusi seputar metode pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk ke depannya sebelum memutuskan untuk berhubungan seksual.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Infeksi HIV Bisa Menular Lewat Makanan?

HIV dapat menular dengan mudah melalui paparan cairan tubuh dari penderita terhadap orang yang sehat. Namun, bisakah HIV menular lewat makanan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
HIV/AIDS, Health Centers 14/04/2019 . Waktu baca 3 menit

6 Trik Jitu Melindungi Anak Remaja dari Jerat Pergaulan Bebas

Anak remaja sangat rentan terhadap pergaulan bebas. Jika Anda tak cepat mengambil langkah bijak, bisa-bisa anak Anda terjerumus dalam perilaku ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 20/03/2019 . Waktu baca 6 menit

Harus Seberapa Sering Tes Penyakit Kelamin Supaya Tidak Ketularan?

Meskipun Anda hanya berhubungan dengan suami atau istri, Anda harus tetap rutin melakukan tes penyakit kelamin. Kapan waktu terbaiknya? Cek disini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Petting (Gesek-Gesek Kelamin) Bisa Menularkan HIV, Meski Sama-Sama Pakai Baju?

Memang enak rasanya saling bercumbu dengan menggesekkan alat kelamin, tapi awas tetap ada risiko HIV menular lewat cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
tips fingering

Tips Fingering yang Aman saat Foreplay dengan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019 . Waktu baca 4 menit
seks saat hamil kelahiran prematur

Benarkah Seks Saat Hamil Membuat Ibu Melahirkan Prematur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2019 . Waktu baca 3 menit
penularan hiv di kolam

Bisakah Tertular HIV di Kolam Renang?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2019 . Waktu baca 3 menit