Waspada Risiko Infeksi Akibat Berhubungan Seks Saat Haid

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penting untuk melakukan seks yang aman saat Anda sedang menstruasi, karena Anda masih bisa mendapatkan atau menularkan penyakit menular seksual, seperti HIV, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Tidak semua penyakit menular seksual ditularkan dengan cara yang sama. Infeksi yang berkaitan dengan haid adalah infeksi yang ditularkan melalui darah, seperti HIV. Virus ini dapat kita temukan dalam darah, dan selama menstruasi, akan ada lebih banyak darah yang memungkinkan pasangan seks terkena virus tersebut. Hal itu mungkin saja terjadi, bahkan jika Anda telah mempraktikkan seks dengan benar.

Risiko infeksi menular seksual akibat melakukan seks saat haid

Seks saat haid dapat meningkatkan risiko penularan HIV heteroseksual. Akan ada paparan darah saat berhubungan seksual. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa ada bukti yang memperlihatkan seks saat haid juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit menular seksual lainnya.

Lauren Streicher, MD., seorang dosen klinis asosiasi kebidanan dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago, mengatakan dua alasan untuk risiko ini. “Setiap cairan tubuh membawa HIV atau penyakit lainnya, dan selama masa haid Anda, leher rahim akan terbuka sedikit, yang memungkinkan virus untuk melewatinya,” katanya. “Pesan saya kepada wanita adalah, Anda tidak akan aman jika Anda tidak menggunakan perlindungan.”

Anda juga mungkin lebih rentan terhadap beberapa infeksi lainnya pada saat haid. Vagina mempertahankan tingkat pH 3,8 hingga 4,5 sepanjang bulan, menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Tapi, saat menstruasi, tingkat pH lebih tinggi dari darah, sehingga mikroorganisme mampu berkembang lebih pesat.

Kenapa risiko terserang penyakit kelamin lebih tinggi jika melakukan seks saat haid?

Mengapa risiko penyakit kelamin juga meningkat selama seks saat haid, bahkan untuk penyakit menular seksual (PMS) yang tidak ditularkan melalui darah? Ini adalah beberapa alasan teoritisnya:

  1. Jumlah patogen bervariasi sesuai dengan siklus menstruasi. Penjelasan ini masuk akal, namun ini tidak terbukti. Pada sebuah studi, jumlah penyebaran cytomegalovirus (CMV), yang bukan herpes, telah terbukti bervariasi secara siklis. Namun, penyebaran virus maksimum berada pada fase luteal, dan itu tidak terjadi saat menstruasi.
  2. Aliran darah bertindak sebagai pembawa virus dan patogen lainnya. Perubahan fisiologis selama menstruasi dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap infeksi. Selain itu, darah haid juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri.
  3. Leher rahim seorang wanita lebih terbuka selama haid. Oleh karena itu, Anda mungkin lebih rentan terhadap infeksi serviks dan uterus bagian atas. Namun, ada data yang bertentangan tentang apakah peningkatan infeksi dan penyakit radang panggul (PID) berhubungan dengan seks saat haid atau beberapa saat sebelum haid. Peningkatan infeksi mungkin sering terjadi seminggu setelah menstruasi, tetapi bisa jadi bahwa infeksi yang ada akan naik ke dalam rahim dan menjadi gejala PID selama menstruasi. Hal ini dapat terjadi bahkan jika aktivitas seksual yang menyebabkan infeksi terjadi di lain waktu.
  4. Wanita yang melakukan seks saat haid cenderung melakukan banyak seks dan memiliki pasangan seksual yang lebih banyak. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kelamin pada cara yang tidak ada hubungannya dengan menstruasi. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan yang berhubungan seks saat haid memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual selain HIV. Namun, ada juga data yang menunjukkan bahwa wanita yang berhubungan seks saat haid biasanya memang lebih aktif secara seksual. Mereka lebih sering melakukan seks dan juga lebih banyak memiliki pasangan seksual dibandingkan dengan wanita yang memilih untuk menjauhkan diri dari seks saat haid. Jadi, wanita yang melakukan hubungan seks selama masa menstruasi mungkin berada pada risiko penyakit kelamin yang lebih tinggi pada umumnya.
  5. Paparan darah menstruasi menyebabkan iritasi kulit dan peradangan. Hal ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Darah haid bisa menjadi iritan untuk beberapa orang. Iritasi kulit dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai infeksi. Bahkan, ada data bahwa wanita mungkin lebih rentan terhadap iritasi kulit vulva selama periode mereka.
  6. Darah menstruasi juga bisa mencairkan efek dari pelumas alami dan buatan. Hal ini bisa meningkatkan risiko kulit robek dan kerusakan kulit lainnya yang mempengaruhi risiko penyakit kelamin.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kapan Kista Ovarium Dianggap Bahaya dan Harus Dioperasi?

Kista sebenarnya bukan masalah serius karena dapat hilang sendiri. Tapi, ada juga kista yang perlu perawatan khusus. Kapan kista ovarium harus dioperasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
pubertas atau masa puber

Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit
Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit