Benarkah Pria Botak Nafsu Seksnya Lebih Besar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/12/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mitos sering menggambarkan bahwa pria botak terkesan lebih maskulin dan memiliki nasu seks yang lebih. Namun, apa benar mitos itu benar?  

Hubungan kepala botak dengan nafsu seks?

Jika Anda memandang pria berkepala plontos itu seksi nan menggoda, Anda harus tahu beberapa hal yang menyebabkan kepala bisa botak.

Pertama, sebuah penelitian di Yale yang dilakukan oleh James Hamilton pada tahun 60-an, mempelajari 21 anak laki-laki yang dikebiri. Mereka dikebiri karena didiagnosis mengalami masalah perilaku atau mental. Perlu diketahui juga, bahwa pengebirian akan membuat kadar hormon testosteron pria menurun.

Selama 18 tahun, Hamilton tetap mengikuti beberapa perkembangan anak-anak tersebut. Hasilnya didapat, bahwa mereka yang dikebiri tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kebotakan saat mereka berusia lanjut. Di sisi lain, pria seumuran yang masih masih memiliki penis utuh, dan produksi testosteron dalam tubuhnya masih ada, sudah mengalami penurunan jumlah helai rambut alias hendak menuju kebotakan. 

Apa benar pria botak memiliki hormon testosteron tinggi?

Pada kenyataannya, bukan hanya tingkat hormon laki-laki yang mengakibatkan rambut rontok, namun kehadiran testosteron juga memungkinkan hormon tersebut berubah menjadi zat aktif lainnya, seperti dihidrosteron.

Dilansir dari BBC, zat aktif dari metabolit ini, dipercaya bisa mengecilkan folikel rambut di kulit kepala, mencegah pertumbuhan lebih lanjut, dan mengakibatkan kebotakan. Perlu diketahui juga, bahwa tingkat kebotakan tidak hanya ditentukan oleh testosteron, tetapi juga dikendalikan oleh faktor keturunan pria dan pengaruh pada gaya hidupnya. Oleh karena itu, kepala botak tidak ada mencerminkan maskulinitas, apalagi nafsu seksnya.

Lalu, apa yang memengaruhi nafsu seks seseorang?

Masalah gairah bercinta bukan hanya ketika gairah terlalu kecil atau tidak ada, namun gairah terlalu besar juga akan menjadi masalah dalam kehidupan seks. Ada beberapa orang memiliki libido yang terlalu tinggi sehingga dia tidak bisa menahannya. Hal ini akan menjadi masalah jika suami bergairah, namun istrinya sedang merasa lelah atau sedang tidak mood bercinta.

Gairah seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti halnya usia: bila masih tergolong muda, gairahnya bisa dipastikan masih tinggi. Menurut seksolog, di usia 40-an kebanyakan pria masih ingin melakukan hubungan intim 2-3 kali seminggu.

Kebugaran fisik seorang pria juga mempengaruhi gairah seksnya, bila masih kuat jogging, push up, naik tangga secara cepat tanpa kehabisan nafas, sangat besar kemungkinan gairah pria seperti ini normal bahkan bisa tinggi.

Faktor hormonal juga penting untuk diperhatikan, bila kadar hormon seksualnya tinggi atau kadar testosteron tinggi, maka akan tinggi juga gairahnya. Namun, jika seorang pria menderita penyakit kronis seperti jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit berat lainnya, hal ini akan menurunkan gairah seksual dalam jangka panjang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Suka Cari Pacar yang Tipenya Itu-Itu Lagi? Ada Sebab Ilmiahnya, Lho!

Sadar atau tidak, kita biasanya mencari tipe pacar yang itu-itu lagi alias sangat mirip dengan mantan. Ternyata ada alasan ilmiah di balik hal ini, lho.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 17/03/2019 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/11/2018 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Obat Penumbuh Rambut, dari yang Kimiawi Hingga Alami

Anda mengalami kebotakan akibat rambut rontok? Jangan khawatir, ini beberapa pilihan obat penumbuh rambut yang bisa Anda gunakan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/10/2018 . Waktu baca 3 menit

5 Makanan yang Ternyata Bisa Menurunkan Kadar Hormon Testosteron Pria

Alih-alih menyumbang nutrisi penting, ternyata ada beberapa makanan yang justru bisa menurunkan kadar testosteron pria, lho. Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/09/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen hormon testosteron

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit
minyak kelapa memengaruhi testosteron

Benarkah Minyak Kelapa Memengaruhi Hormon Testosteron Pria?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . Waktu baca 4 menit
masturbasi sebelum seks

Masturbasi Dulu Sebelum Bercinta, Benarkah Bikin Cepat Klimaks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/08/2019 . Waktu baca 4 menit
minum minuman beralkohol

Minum Minuman Beralkohol Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22/03/2019 . Waktu baca 4 menit