5 Penyebab Penis Kemerahan, dari Balanitis Hingga Keseringan Masturbasi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sama seperti bagian tubuh lainnya, penis juga bisa mengalami beberapa masalah, salah satunya perubahan warna. Kulit penis merah atau ruam menjadi salah satu masalah yang bisa muncul. Jangan panik dulu, yuk cek berbagai penyebabnya berikut ini.

Kondisi yang membuat penis merah atau ruam

Jika penis mengalami kemerahan, jangan hanya menerka-nerka apa sebabnya. Pahami setiap gejalanya dan periksa ke dokter bila Anda khawatir. Kemungkinan besar, penis jadi merah karena kondisi-kondisi berikut ini.

1. Balanitis

bintik merah di penis

Balanitis adalah kondisi saat kepala penis mengalami pembengkakan. Kondisi ini sebagian besar terjadi pada pria yang tidak disunat. Balanitis biasanya disebabkan oleh infeksi atau masalah kulit yang kronis.

Kondisi ini sering kali disebabkan oleh bakteri atau jamur yang tumbuh dengan subur di kulup (kepala) penis. Terutama untuk Anda yang tidak begitu memerhatikan kebersihan penis. Selain itu, balanitis juga bisa disebabkan oleh iritasi akibat:

  • Tidak membilas sabun dengan bersih dari penis saat mandi.
  • Menggunakan sabun yang wangi untuk membersihkan penis.
  • Menggunakan sabun yang bisa membuat penis kering.
  • Menggunakan losion atau semprotan beraroma pada penis.

Selain itu, diabetes dan penyakit kelamin seperti sifilis, trikomonasis, dan gonore juga bisa menyebabkan penis merah dan bengkak. Penis juga terasa gatal, sakit, dan kulit yang seperti tertarik.

2. Tinea cruris

keluar cairan dari penis

Tinea crusis adalah infeksi jamur yang disebabkan karena pakaian yang basah atau lembap karena keringat. Biasanya kondisi ini paling sering terjadi pada atlet. Akan tetapi, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja terutama yang hobi berlama-lama menggunakan pakaian atau celana yang lembap.

Orang yang mengalami tinea cruris biasanya mengalami kemerahan, kulit yang mengelupas, ruam, dan sensasi terbakar pada penis. Selain menyerang penis, kondisi ini juga bisa mengenai selangkangan, paha, dan perut bagian bawah.

3. Dermatitis kontak

mencegah HIV

Dermatitis kontak adalah kondisi yang disebabkan oleh paparan kulit terhadap bahan penyebab iritasi (iritan). Biasanya dermatitis kontak membuat penis gatal dan merah.

Iritasi ini umumnya muncul setelah Anda menggunakan sabun atau produk perawatan kulit tertentu yang belum pernah dicoba sebelumnya. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kondom yang dipicu oleh bahan kimia di dalamnya.

4. Infeksi jamur

benjolan putih di penis

Infeksi jamur atau disebut juga kandidiasis menyebabkan ruam merah pada penis. Gejala lainnya yang biasanya muncul yaitu rasa gatal dan perih di ujung penis.

Infeksi jamur umumnya disebabkan karena kurang menjaga kebersihan penis. Selain itu, kondisi ini juga bisa jadi ditularkan dari pasangan yang sedang mengalami infeksi jamur vagina.

5. Masturbasi terlalu sering

mitos tentang masturbasi

Masturbasi memang menyehatkan. Namun, lain cerita jika Anda melakukannya terlalu sering. Jika Anda masturbasi sebanyak 5 hingga 6 kali sehari selama berminggu-minggu, jangan heran kalau penis jadi iritasi.

Dr. Seth Cohen., asisten dosen bidang urologi dan kandungan di NYU Langone Health, Amerika Serikat menyatakan, iritasi akibat masturbasi terlalu sering biasanya membuat penis merah, kering, dan terasa seperti tertarik.

Oleh karena itu, jangan terlalu bersemangat. Selain memikirkan kepuasan pribadi, Anda juga tetap harus memperhatikan kesehatan penis.

Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, maka segera lakukan tindakan penanganan. Jaga kebersihan penis, pakai celana yang kering dan menyerap keringat, atau periksa ke dokter. Dokter bisa memberikan diagnosis dan rencana pengobatan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca