Pasangan Anda menolak pakai kondom saat berhubungan seksual? Ini lebih sering dilakukan oleh pria. Biasanya alasan pria enggan menggunakan kondom karena merasa tidak nyaman dan mengganggu keintiman. Sementara lainnya, mungkin merasa tidak dipercaya oleh pasangan lantaran disuruh memakai kondom. Lalu bagaimana jika pasangan menolak menggunakannya? Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda.

Beri tahu alasan ini padanya ketika ia menolak pakai kondom

Pria menolak pakai kondom saat berhubungan seks dengan berbagai alasan. Kebanyakan pria merasa sulitnya ereksi saat menggunakan kondom, merasa kurang intim dengan pasangannya, atau bisa menyakitkan karena kondom terlalu kecil.

Sealin itu, pria merasa diragukan akan kesehatannya atau tentang pergaulannya, jika pasangan memintanya pakai kondom.

Anda perlu menunjukkan bahwa semua yang dipikirkan oleh pria itu tidak benar. Pakai kondom saat berhubungan seks adalah hal yang penting.

Berikut cara mengatasi pasangan yang menolak pakai kondom dengan memberikan penjelasan berdasarkan alasannya.

1. Pentingnya pakai kondom

pakai kondom sesudah ereksi

Berhubungan seks menggunakan kondom adalah cara paling aman untuk melindungi diri Anda dan pasangan dari penularan penyakit kelamin termasuk HIV, dan kehamilan. Bahkan tetap disarankan menggunakan kondom walaupun Anda menggunakan pil KB atau metode kontrasepsi lainnya.

2. Pakai kondom bukan berarti meragukan kesehatan pasangan

seks tanpa kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang melindungi Anda dari risiko penularan penyakit kelamin. Namun, bukan berarti Anda tidak percaya dengan pasangan.

Penyakit kelamin atau infeksi pada kelamin seringkali tidak memiliki gejala yang nyata. Hanya karena Anda tidak dapat melihat luka yang jelas pada kelamin, itu tidak berarti Anda atau pasangan bebas dari penyakit kelamin.

3. Berhubungan seks dengan kondom akan terasa nyaman

berat badan turun drastis dan kepuasan seksual

Seks dengan kondom dapat terasa nyaman dan tetap mengasikan. Kondom bisa menambah sensasi baru pada seks. Ada juga kondom yang membuat Anda dan pasangan menjadi semakin terasa panas dan menggairahkan.

Selain itu, ada juga kondom yang bisa membuat pasangan Anda bisa tahan lebih lama. Atau ada juga kondom yang bertekstur dan memiliki aroma.

4. Kondom tidak akan menjadi penghalang rangsangan dari pasangan Anda

mencoba seks anal

Jika kondom membuat Anda atau pasangan hilang sensitifitas, carilah merek kondom yang berbahan sangat tipis dan dapat terasa seolah-olah Anda hampir tidak merasa kalau Anda memakainya.

Sebagai alternatif, Anda mungkin menginginkan kondom bertekstur supaya klimaks makin hebat.

5. Pengaruh kondom dengan performa pasangan di ranjang

posisi seks mengatasi stres

Beberapa orang merasa sulit untuk tetap ereksi ketika memakai kondom. Ini sering terjadi jika pasangan Anda mencoba pakai kondom ketika baru saja akan mulai berhubungan seks.

Jika ini kekhawatiran pasangan Anda, latihlah memakai kondom saat tidak akan berhubungan seks. Belajar menikmati seks sambil menggunakan kondom.

Cobalah melakukan masturbasi denbgan kondom untuk membantu Anda belajar tetap ereksi dan mengalami orgasme. Dengan cara ini, Anda akan merasa lebih percaya diri ketika nanti Anda berhubungan seks.

6. Pilihkan ukuran kondom yang pas, supaya seks terasa nikmat

ukuran kondom

Kodom memiliki berbagai bentuk, ukuran, rasa, tekstur, dan bahan, jadi kemungkinan besar ada kondom yang sesuai dengan kebutuhan Anda akan seks yang nyaman dan menyenangkan. Pilihlah kondom yang pas tapi tidak terlalu ketat.

Jika kondom yang Anda gunakan terlalu kecil, carilah merek yang ukurannya lebih besar. Cobalah satu sebelum Anda berhubungan seks untuk melihat bagaimana rasanya.

Bagaimana jika pasangan alergi kondom?

Alergi bukanlah alasan yang baik untuk melakukan hubungan intim tanpa kondom, karena ada kondom yang tidak menyebabkan alergi.

Seseorang yang alergi terhadap kondom dapat bereaksi terhadap:

  • lateks yang digunakan sebagai bahan kondom.
  • bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi kondom.
  • spermisida ditambahkan ke sebagian besar kondom. Spermisida biasanya berada di luar kondom, sehingga orang yang bereaksi bukanlah orang yang memakainya tetapi pasangannya.

Jika Anda atau pasangan Anda alergi terhadap kondom, Anda dapat mencoba kondom non-lateks yang terbuat dari poliuretan atau poliisoprena, yang tidak menyebabkan reaksi alergi. Anda juga dapat menggunakan kondom yang tidak mengandung spermisida.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca