Jangan Keburu Menyerah! Begini 4 Cara Bijak Menghadapi Pasangan yang Boros

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Di balik semua sifat baik dan kelebihan pasangan, tentu akan selalu ada kekurangan yang menyertainya. Salah satunya adalah kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang apa saja, bahkan yang tidak penting sekali pun alias boros. Tak jarang, Anda akan gemas dibuatnya ketika melihat banyak kantong belanjaan yang dibawa sepulang dari mall, atau kiriman paket yang datang tanpa henti dari belanja online. Lalu, bagaimana, ya, solusi terbaik untuk menghadapi pasangan yang boros seperti ini?

Trik cerdas mengendalikan sifat pasangan yang boros

1. Ajak diskusi serius

salah paham dengan pasangan

Ketika hobi belanja pasangan seolah sudah mendarah daging dan sulit untuk “direm”, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengajaknya bicara serius. Sampaikan bahwa apa yang dilakukannya selama ini mungkin sudah melebihi batas wajar, sekaligus tekankan bahwa masih ada banyak keperluan penting yang seharusnya lebih diutamakan ketimbang memuaskan hasrat belanjanya.

Buat pasangan mengerti bahwa kebiasaan buruk yang satu ini dapat menjerumuskannya di masa mendatang bila tidak segera diubah sejak dini. Pertimbangkan cara yang akan Anda lakukan untuk mengoreksi kekurangan pasangan yang boros ini. Usahakan jangan sampai membuatnya tersinggung yang malah akan memperkeruh suasana.

2. Buat anggaran keuangan

manfaat menulis

Alasan terbesar mengapa seseorang bisa sangat boros biasanya karena tidak memiliki anggaran pengeluaran dan pemasukan yang rinci. Akibatnya, ia jadi kurang mempertimbangkan jumlah pengeluaran yang sesuai dengan pemasukannya.

Nah, mulai sekarang sebaiknya buat anggaran keuangan yang mencakup kebutuhan Anda dan pasangan setiap bulannya, tergantung apakah Anda dan pasangan sudah berumah tangga atau masih dalam tahap pacaran.

Bantu pasangan membuat perincian mulai dari hal yang kecil hingga besar, meliputi uang makan, uang bensin atau ongkos untuk ke kantor, uang belanja keperluan rumah tangga, sampai uang untuk kebutuhan penting lainnya.

Jangan lupa, sisihkan beberapa persen dari pendapatan untuk mengisi tabungan jangka panjang. Setelah itu, rutinlah mencatat berapa pengeluaran harian beserta keterangannya.

Dengan membuat anggaran keuangan yang jelas, Anda dan pasangan jadi punya gambaran berapa dana yang boleh dikeluarkan, berapa yang telah dikeluarkan, dan sejauh mana batasan pengeluaran setiap bulannya.

3. Buat kesepakatan bersama

uang

Sudah berhasil membuat pasangan yang boros mau lebih membatasi keinginan belanjanya, serta sudah menyusun anggaran keuangan bulanan sedemikian rupa, kini saatnya Anda berdua membuat kesepakatan bersama.

Misalnya dengan berusaha untuk menggunakan dana sesuai batas kebutuhan, tidak berlebihan, terlebih sampai menggunakan anggaran keperluan lainnya. Tanamkan dalam diri pasangan, tak terkecuali Anda, untuk lebih mendahulukan membeli kebutuhan yang penting.

Jika memang ingin memanjakan diri dengan berbelanja, atau menggunakan untuk hal lain yang sebenarnya tidak tercantum dalam anggaran, sebaiknya lakukan setelah semua kebutuhan primer terpenuhi. Atau dengan kata lain, jangan sampai karena kebablasan dalam berbelanja yang tidak terlalu penting, justru sampai mengesampingkan kebutuhan yang seharusnya didahulukan.

Membuat komitmen bersama seperti ini, secara tidak langsung dapat lebih mengatur hasrat berbelanja pasangan yang boros. Anda dan pasangan juga akan lebih disipilin dalam mengelola keuangan setiap bulannya.

4. Jangan segan untuk menegur pasangan

Perubahan memang bukanlah hal yang mudah, apalagi menyangkut keuangan. Itu sebabnya, sesekali Anda mungkin akan mendapati pasangan masih sulit menahan sifat borosnya. Entah itu kalap berbelanja ketika ada diskon, atau menggunakan uang sampai melebihi batas anggaran yang telah dibuat.

Hal ini wajar terjadi di awal proses perubahan. Sebagai pasangan yang baik, tetap dampingi dan jangan segan untuk mengingatkannya ketika sudah dirasa berlebihan dalam menggunakan dana bulanan. Alangkah lebih baiknya lagi, jika Anda berdua mau sama-sama menerapkan hukuman saat sengaja atau tanpa sengaja melanggar aturan.

Hukuman yang dibuat pun sebaiknya masih berhubungan seputar keuangan. Ambil contoh, seperti mengurangi jatah belanja di bulan berikutnya demi mengganti kelebihan pengeluaran di bulan ini. Jika terus diterapkan dengan disiplin, cara ini lama-lama dapat membantu membatasi keinginan belanja yang berlebihan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca