7 Cara Mengatasi Razor Burn, Iritasi yang Muncul Setelah Mencukur Bulu Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mencukur rambut halus di area vagina sering dilakukan untuk menjaga kebersihan dan ada juga yang melakukannya untuk menjaga penampilan vagina. Mencukur memang tidak dilarang dan tidak berbahaya untuk vagina. Namun, jika Anda tidak hati-hati saat mencukur bulu vagina, Anda bisa mengalami iritasi atau luka goresan. Luka akibat mencukur rambut halus ini biasa disebut dengan istilah razor burn.

Seperti apa razor burn itu?

Jika Anda mencukur bulu vagina, lalu tiba-tiba merasa gatal atau tidak nyaman, Anda mungkin mengalami razor burn.

Razor burn biasanya akan muncul sebagai ruam merah, yang terkadang bisa berkembang menjadi benjolan merah. Benjolan mungkin akan terasa perih seperti terbakar dan lebih sensitif saat disentuh.

Sebenarnya, Anda bisa mengalami gejala-gejala ini di mana pun Anda mencukur rambut halus. Misalnya di wajah, kaki, dan ketiak, atau di sekitar area cukur. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang sendiri seiring berjalannya waktu.

Apakah mencukur bulu vagina selalu menyebabkan iritasi?

Mencukur bulu vagina tidak selalu menyebabkan iritasi atau luka, kok. Akan tetapi, Anda bisa mengalami razor burn karena penyebab yang berbeda-beda pada setiap orang.

Berikut adalah beberapa kesalahan saat mencukur bulu vagina yang akhirnya bisa mengakibatkan razor burn.

  • Mencukur tanpa pelumas, seperti krim cukur.
  • Mencukur ke arah rambut Anda tumbuh.
  • Menggunakan pisau cukur yang sudah lama.
  • Menggunakan pisau cukur yang tersumbat dengan rambut, sabun, atau krim cukur.
  • Mencukur satu bagian terlalu banyak.
  • Buru-buru saat mencukur sehingga tidak hati-hati.
  • Menggunakan produk cukur tertentu yang mengiritasi kulit Anda.

Penting untuk diingat bahwa pisau cukur Anda adalah alat yang harus dipelihara dan diganti sesuai kebutuhan. Bahkan jika Anda menggunakan pelumas dan alat cukur yang tepat dalam arah yang benar, tapi pisau cukur yang tumpul atau tersumbat dapat menyebabkan Anda mengalami razor burn.

Cara mengatasi razor burn setelah mencukur bulu vagina

Jika Anda mengalami gejala-gejala razor burn, sebaiknya diamkan dulu area vagina Anda dan jangan mencukur dulu selama beberapa minggu untuk mencegah iritasi lebih lanjut. Anda bisa melalukan perawatan di rumah atau dengan beberapa bahan alami.

1. Kompres dingin

Kompres dingin dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi dan mengurangi kemerahan. Bungkus beberapa bongkah es batu dengan handuk bersih dan tempelkan ke area yang iritasi selama 5-10 menit, beberapa kali sehari.

2. Kompres hangat

Setelah iritasi agak mereda, kompres hangat dapat membantu mencegah perkembangan bakteri dan mengurangi pembengkakan. Basahi kain atau handuk bersih dengan air hangat. Tempelkan handuk hangat ini pada area yang iritasi selama 5-10 menit. Panaskan kembali dan tempel kompres hangat sesuai kebutuhan.

3. Madu

Madu asli memiliki sifat antibakteri, yang mengurangi iritasi lebih lanjut dan juga dapat mengurangi pembengkakan. Oleskan dengan lembut madu ke area yang teriritasi, dan biarkan selama 10-15 menit, lalu bilas dengan air hangat.

4. Pakai celana katun yang longgar

Bahan katun dapat mengurangi keringat dan iritasi lebih lanjut, dan memakai celana longgar dapat membantu area vagina Anda bernapas lebih lega dan mengurangi gesekan.

5. Mandi oatmeal

Oatmeal mengandung fenol yang dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi. Selai itu, fenol memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan yang membantu menenangkan, membersihkan, serta melembapkan kulit. Rendam area vagina Anda air yang telah ditambahkan oatmeal selama 15 menit, sehari sekali.

6. Oleskan lidah buaya

Lidah buaya asli dapat menengkan kulit yang iritasi. Oleskan potongan lidah buaya segar ke area yang terkena sesuai kebutuhan. Jika Anda ingin menggunakan gel lidah buaya, pastikan gel tidak mengandung pewangi, alkohol, atau bahan kimia lainnya.

7. Pakai obat krim

Anda juga bisa menggunakan obat yang dijual bebas dalam bentuk krim topikal (oles). Carilah krim yang mengandung hidrokortison, yang berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan menenangkan kulit yang kemerahan.

Akan tetapi, hati-hati ketika menggunakan bahan apa pun ke area genital Anda. Obat kimia atau obat herbal mungkin menimbulkan efek samping. Solusi paling baik yaitu langsung periksa ke dokter supaya dokter bisa memberikan penanganan yang paling tepat dan aman.

Mencegah razor burn setelah mencukur bulu vagina

Anda tidak harus mencukur area yang terkena sampai gejala Anda hilang. Setelah area tersebut sembuh, ada sejumlah langkah yang dapat Anda ambil untuk memastikan Anda tidak mengalami razor burn lagi.

  • Pangkas lebih dulu rambut kemaluan dengan gunting kecil yang bersih. Potong rambut kemaluan hingga seperempat inci. Ini mencegah rambut tersangkut dan terjebak dalam pisau cukur.
  • Mandi air hangat, akan melembutkan folikel rambut dan membuat bercukur lebih lembut dan lebih halus.
  • Gunakan krim cukur dengan bahan-bahan yang menenangkan, seperti lidah buaya, untuk membantu mencegah iritasi.
  • Mencukur ke arah pertumbuhan rambut dan cukur perlahan.
  • Lap lembut area vagina dengan handuk bersih setelah mencukur rambut kemaluan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat alami oral thrush

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit