4 Hal yang Perlu Anda Lakukan Jika Pasangan Punya PTSD Akibat Trauma Masa Lalu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/10/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

PTSD adalah gangguan mental yang terjadi setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa lalu. Misalnya tindak kriminal, bencana alam, KDRT, kecelakaan lalu lintas, hingga kekerasan seksual. Jika pasangan Anda mengalami hal ini, apa yang bisa Anda lakukan untuk membantunya mengatasi PTSD?

Kenali PTSD lebih dalam lagi

Tidak semua orang yang punya trauma masa lalu pasti akan mengalami PTSD. Namun sejatinya, sebuah memori tak akan pernah benar-benar terhapus atau terlupakan.

Pada orang-orang yang lebih sensitif, ingatan buruk bisa menyeruak kembali ke permukaan sesekali meski sudah dikubur dalam-dalam. Pasalnya sistem saraf otak manusia dirancang berbeda-beda, dan juga dipengaruhi secara berbeda oleh pemicu yang berbeda.

Itu kenapa seseorang yang memiliki PTSD rentan mengalami ingatan kilas balik (flashbacks) ketika terpicu suatu hal spesifik yang mengingatkannya akan peristiwa tersebut. Pada beberapa orang, gejala PTSD lainnya yang kambuh juga bisa sangat melemahkan.

Namun, bukan berarti PTSD tidak bisa disembuhkan. Dengan dukungan dan kasih sayang dari teman serta keluarga, termasuk Anda, pasangan juga bisa mudah mengatasi PTSD yang dialaminya.

Yang bisa Anda lakukan untuk membantu pasangan mengatasi PTSD

tidak mudah untuk hidup bersama dengan seseorang yang memiliki PTSD. Ketika pasangan memiliki PTSD, Anda mungkin bingung bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya. Anda mungkin juga merasa marah tentang apa yang terjadi pada pasangan Anda.

Namun jika Anda merasa terpuruk dengan keadaan pasangan Anda, maka pasangan Anda pun akan lebih terpuruk. Oleh karena itu, bantuan atau dukungan Anda sangat penting bagi pasangan Anda untuk mengatasi PTSD dan melanjutkan hidupnya.

1. Jangan pernah membahas atau ungkit traumanya

Ini adalah prinsip paling utama yang harus Anda ingat dan pegang teguh baik-baik. Anda harus tahu apa yang menjadi pemicu spesifiknya dan pola reaksinya ketika PTSD kambuh.

Hal ini bisa dicapai dengan bertanya pelan-pelan.Jangan memaksanya untuk bercerita. Namun setelah mengetahui pemicunya, jangan pernah terang-terangan membahas traumanya atau bahkan sengaja mengungkitnya.

PTSD dapat menyebabkannya mengalami serangan panik dan serangan kecemasan begitu teringat akan peristiwa traumatis tersebut. Terlebih, orang dengan PTSD mungkin juga tidak selalu dapat menyadari atau mengendalikan perilakunya ketika flashback muncul tiba-tiba. Ini karena otak mereka “dibajak” dengan naluri untuk refleks melindungi diri demi menghindari kejadian yang sama supaya tidak terulang kembali.

Dengan mengetahui individu, benda, tempat, situasi, suara, atau bahkan bebauan yang dapat menjadi pemicu PTSD pasangan, Anda bisa membantu mencegahnya bersinggungan dengan hal-hal tersebut.

2. Hujani dirinya dengan cinta dan kasih sayang

Orang dengan PTSD sering kali mengurung diri dari teman dan keluarga sebagai cara menghindari teringat akan traumanya. Meski begitu, isolasi malah akan rentan membuatnya sengaja mengingat masa lalu.

Menunjukkan cinta dan dukungan pada orang dengan PTSD memang tidak selalu mudah. Mereka merasa tidak dapat mempercayai orang lain atau bahkan diri sendiri. PTSD juga bisa membuatnya menjadi mudah marah dan depresi karena ia akan selalu melihat dunia sebagai tempat yang amat berbahaya dan menakutkan.

Namun, sebagai pasangan yang baik dan berkomitmen untuk “susah senang bersama”, penting bagi Anda untuk bangun rasa percaya dan rasa aman baginya. Misalnya dengan tetap menghabiskan waktu berduaan tiap malam Minggu seperti biasa, atau mengajaknya mengunjungi sanak saudara lainnya.

Selalu pastikan tidak ada hal-hal yang dapat memicu flashback traumanya ketika Anda berdua pergi bersama

Rasa nyaman dan dukungan tanpa henti yang Anda berikan dapat membantunya melawan perasaan tak berdaya, sedih, dan putus asa. Bahkan, pakar trauma percaya bahwa dukungan tatap muka dari orang lain adalah faktor yang paling penting dalam proses pemulihan untuk mengatasi PTSD.

3. Jadilah pendengar yang baik

Anda tidak boleh memaksa pasangan untuk menceritakan trauma masa lalunya atau agar ia memberi tahu apa pemicunya. Namun demikian, bukan berarti jalur komunikasi antar Anda berdua harus terputus sepenuhnya.

Beri tahu pasangan bahwa Anda bersedia mendengarkan ketika ia sudah merasa sangat kewalahan. Dengarkan pasangan setulus hati tanpa memotong pembicaraannya. Apalagi sampai menghakiminya atau memojokkannya. Meski mungkin terasa berat mendengarnya, perjelas bahwa Anda benar-benar peduli padanya. Tawarkan saran ketika ia membutuhkannya.

Jika pasangan sedang tidak ingin bicara, tunjukkan kepedulian dan kasih sayang dengan cara lainnya. Misalnya, tawarkan “jasa” untuk sekadar menemaninya dan menjadi tempat bersandar dalam diam.

4. Kendalikan diri Anda sendiri

Sama seperti penyakit fisik, pemulihan gangguan mental seperti PTSD adalah proses yang membutuhkan waktu. Tetaplah berpikiran positif dan pertahankan dukungan yang Anda berikan untuk pasangan Anda.

Anda harus tetap bersabar dan jangan terpancing emosi. Tetap tenang, rileks, dan fokus untuk menenangkannya sewaktu-waktu gejala PTSD-nya kambuh.

Selain itu, Anda perlu memperkaya pengetahuan Anda tentang PTSD. Semakin Anda tahu tentang gejala, efek, dan pilihan pengobatan PTSD yang tersedia, akan semakin terampil Anda untuk membantu dan memahami kondisi pasangan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Gangguan Kejiwaan Ini Bisa Membuat Penderitanya Tidur Berlebihan

Beberapa jenis gangguan jiwa bisa membuat Anda terjaga semalaman, tapi ada pula yang justru membuat Anda tidur berlebihan. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 19/11/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Cara Mengatasi Rasa Takut dan Trauma Setelah Melahirkan

Tidak sedikit ibu baru yang mengalami trauma melahirkan alias pospartum PTSD. Cari tahu lebih dalam mengenai cara mengatasi trauma melahirkan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 05/02/2019 . Waktu baca 3 menit

Waspadai 4 Masalah Mental yang Rentan Terjadi Pada Pekerja Kantor

Masalah mental sebenarnya bisa menimpa siapa saja, termasuk pekerja kantoran. Apa saja masalah mental pada pekerja kantor yang kerap terjadi?

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 23/01/2019 . Waktu baca 6 menit

Dampak Trauma Pada Wanita dan Pria Ternyata Beda (Lebih Parah Mana?)

Sebuah penelitian menemukan adanya perbedaan dampak trauma psikologis pada otak laki-laki dan perempuan, yang berhubungan dengan risiko PTSD.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat surfing kesehatan mental

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
post-traumatic stress disroder memicu hipertensi

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit